Do'a Memohon Jodoh dan Keturunan


Islamedia -  Mintalah kepada Allah Ta'ala untuk segala urusan, bahkan hingga sandal yang terputus. Berharaplah kepada-Nya, tetapi jangan melampaui batas dalam berdo'a. Sesungguhnya sebaik-baik do'a adalah yang Allah Ta’ala sukai, yakni do'a yang Ia abadikan dalam Al-Qur'anul Kariim. Sebaik-baik do'a pula apa-apa yang kita mendapati contohnya dari Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam; yang beliau sukai maupun yang diajarkan kepada kita.
Seperti apa do'a yang beliau sukai? 'Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai al-jawami’ ad-dua'. Dan beliau tinggalkan yang lainnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Apakah yang dimaksud dengan al-jawami' ad-dua'? Yakni do'a ringkas, pendek, yang mengandung makna sangat luas. Pendek ucapan, luas cakupan. Tidak merinci-rinci, mendetail-detailkan permintaan dan tidak pula melakukan visualisasi segamblang mungkin. Yang demikian ini termasuk sikap melampaui batas dan dilarang dalam Islam. Mengenai apa saja yang termasuk melampaui batas dalam berdo'a menurut Islam, saya telah membahas di beberapa tulisan. Silakan periksa kembali.
Berkenaan dengan memohon jodoh yang baik, mari kita simak penuturan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa: “Ya Allah, ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Inilah satu-satunya do'a yang dituntunkan bagi seseorang yang sedang melakukan thawaf, yakni dari rukun Yamani hingga Hajar Aswad. Kita dituntunkan untuk berdo'a dengan mengucap "رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ" hingga mencapai Hajar Aswad atau segaris dengannya. Dan mengulangi do'a tersebut saat mencapai rukun Yamani kembali hingga Hajar Aswad. Hanya do'a pendek ini yang dituntunkan. Tetapi apa hubungannya dengan jodoh? Bukankah kita sekarang sedang berbincang tentang do'a memohon jodoh dan keturunan yang baik?
Para ulama menjelaskan bahwa yang tercakup dalam kebaikan di dunia adalah istri/suami yang baik, luasnya rezeki, kendaraan yang memudahkan perjalanan serta berbagai hal yang membawa kebaikan di dunia. Semua itu dapat pula mengantarkan kepada kebaikan di akhirat. Dan inilah yang kita minta. Maka jika seseorang mengharapkan jodoh dari Allah subhanahu wa ta'ala, salah satu yang dapat diamalkan adalah do'a tersebut dengan harapan agar Allah Ta'ala hadirkan jodoh yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat.
Ismail bin 'Amr Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi atau dikenal dengan sebutan Ibnu Katsir, menulis dalam tafsirnya mengenai do'a tersebut. Ia berkata, “Do'a ini telah mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan menjauhkan dari semua keburukan di dunia, sebab kebaikan di dunia itu mencakup segala hal yang diinginkan di dunia, berupa kesehatan, rumah yang luas, istri yang baik (suami yang baik), rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, pujian yang baik dan lain-lainnya yang telah disebutkan dalam ungkapan para ulama tafsir. Tidak ada kontradiksi antara pendapat-pendapat mereka tersebut, karena semuanya termasuk dalam cakupan makna kebaikan di dunia.” 
Jadi, jika hati sedang gelisah karena menanti jodoh yang tak kunjung tiba, berdo'alah kepada Allah Ta'ala dengan do'a ini. Mohonlah jodoh yang baik kepada-Nya dengan membaca do'a tersebut. Begitu pun ketika risau adakah kelak akan memperoleh pendamping yang lurus hati dan dapat menjadi kawan seiring untuk bekal menuju akhirat, mohonlah kepada Allah 'azza wa Jalla dengan mengucapkan do'a ringkas ini. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala berikan jodoh yang membawa kebaikan dunia akhirat.
Ada do'a yang dimohonkan oleh Nabi Zakariyya 'alaihissalaam di kalanya usianya sudah menapaki senja. Beliau berdo'a:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

"Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyaa', 21: 89).

Apakah yang dimaksud dengan َأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (Engkau sebaik-baik Waris) pada do'a tersebut? Maknanya ialah "أي: خير الباقين، وخير من خلفني بخير، وأنت أرحم بعبادك مني، Engkau adalah sebaik baik yang tersisa/yang tinggal. Sebaik baik yang menggantikanku dengan baik. Engkau lebih belas kasih terhadap hamba-Mu daripada aku." Ini mengandung harapan semoga Allah Ta'ala karuniakan keturunan yang bukan sekedar menjadi penggembira hati, lebih dari itu keturunan yang dapat melanjutkan garis perjuangan, mengasihi kita dan mendo'akan sepeninggal kita. Sungguh, inilah sebaik-baik do'a. Inilah al-jawami ad-dua'.
Bagaimana kita akan memohon keturunan sedangkan suami belum punya, istri hanya di ujung harapan saja? Belum hadirnya jodoh di sisi kita tidak menyebabkan do'a kita sia-sia. Justru pada do'a tersebut terkandung permohonan terhadap segala hal yang menjadi jalan lahirnya keturunan sesuai harapan. Maka do'a meminta keturunan yang baik adalah sekaligus do'a memohon dikaruniai suami atau istri yang baik apabila ia (yang berdo'a) belum memiliki pendamping hidup. Hal yang sama juga berlaku untuk beragam do'a meminta keturunan sebagaimana dapat kita baca dalam Al-Qur'anul Kariim.
Ada sebuah riwayat yang dapat kita renungkan. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan putra Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan ungkapan:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta barakahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis tersebut, maka seseorang yang sedang gelisah menanti jodoh atau sudah menikah tapi belum kunjung dikaruniai keturunan, dapat berdo'a dengan ungkapan:
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي

"Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta barakahilah karunia yang Engkau berikan."
Semoga pembahasan ringkas ini bermanfaat dan barakah.
Mohammad Fauzil Adhim
sumber : infonikah.com