nasional

Palestina

palestina

Dunia Islam

duniaislam

Insternasional

internasional

Tsaqofah

tsaqofah

Inspirasi

Mualaf

Syariah

Keluarga

Hukum Berboncengan Motor yang Bukan Mahram

Tidak ada komentar
Islamedia - Assalamu alikum, ustadz, Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini layanan ojek online sangat mudah sekali digunakan. Para pengguna jasa ojek online perempuan juga banyak menggunakanya, sedangkan pengendara ojek seorang pria yang bukan mahramnya.

Saya mau bertanya tentang hukum berboncengan yang bukan mahram? Mohon perjelasannya.

Jawaban:

Wa'alaikum salaam Wr Wb.

Naik motor berdua laki-laki perempuan non mahram secara hukum merupakan bentuk ikhtilath (bercampur) yang diharamkan. 

Apalagi bila mengerem secara mendadak yang menyebabkan terjatuh dipundaknya dan lain-lain. Jadi boncengan antara dengan yang bukan mahram itu sudah masuk pada larangan yang disebutkan Surat Al-Isra' Ayat 32, yaitu larangan mendekati zina.


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Bagaimana bila kondisinya darurat?

Islam memang mengenal daruraut yang akan meringankan suatu hukum. Jika kondisi sulit, maka Islam memberikan kemudahan dan kelonggaran. Bahkan Kondisi darurat menjadikan yang sesuatu yang haram jadi mubah

Namun darurat itu bukan sesuatu yang bersifat rutin dan gampang dilakukan. Umumnya darurat baru dijadikan pilihan manakala memang kondisinya akan menjadi kritis dan tidak ada alternatif lain. Itu pun dengan resiko fitnah dan sebagainya.

Ingatlah peristiwa haditsul ifki yang menimpa ibunda mukminin Sayyidatina Asiyah RA yang tertinggal di padang pasir sendirian tanpa bekal dan kendaraan. Bila sahabat Nabi itu tidak datang menolong dan membawanya dengan unta, pastilah beliau akan celaka di tengah padang pasir tandus tanpa makan. Inilah darurat, yang bila tidak dikerjakan akan menimbulkan celaka. Namun resiko difitnah tetap mengintai. Dan ini adalah resiko.

Jadi bagi para Muslimah yang ingin menggunakan layanan ojek online sebaiknya membuat catatan saat pesan, yaitu meminta yang mengendarai ojek sesama perempuan. Saat ini beberapa penyedia layanan ojek online sudah menambahkan fitu catatan penumpang.

Wallahu a’lam bish-shawab

Tim Syariah Online

[islamedia]

Inilah 3 Penyebab Anak Tidak Mentaati Aturan Orang Tua

Tidak ada komentar
Islamedia - Salah satu bagian terberat sebagai orang tua mungkin adalah saat Anda memiliki anak yang beranjak dewasa yang seringkali merusak atau mengabaikan peraturan di rumah Anda. 

Jika Anda mendapati diri Anda dalam keadaan semacam ini mungkin Anda ingin untuk mempertimbangkan tiga alasan berikut mengapa anak Anda bersifat acuh atau mengabaikan peraturan-peraturan tersebut:

1. Apakah peraturan dibuat tanpa pendapat dari mereka?

Seorang anak memiliki rasa hormat jauh lebih sedikit terhadap peraturan yang diperintahkan atau ditujukan kepada mereka. Jika Anda ingin memiliki peraturan yang efektif untuk orang tua dan anak-anak, kedua belah pihak harus dilibatkan dalam pembuatan peraturan. Bayak remaja yang secara tiba-tiba diberi peraturan atau dorongan dan mereka bertanya-tanya mengapa orang tua mereka tidak lagi percaya terhadap mereka dan mereka cenderung memberontak karena perasaan ketidakpercayaan yang mereka rasakan. Jika Anda ingin menghindari keadaan semacam itu pastikan anak Anda dilibatkan dalam segala aspek pembuatan peraturan dan konsekuensi yang dilibatkannya.

2. Peraturan yang diterapkan tanpa pemberitahuan

Alasan lain anak remaja Anda mungkin memberontak melawan peraturan rumah tangga Anda adalah bahwa mereka tidak mengetahui bahkan jika peraturan itu ada. Anda tidak boleh hanya sekedar menerapkan peraturan tak tertulis atau yang tidak pernah disampaikan dan berharap anak Anda mengetahui dan mematuhinya. Jika Anda ingin memiliki peraturan yang konsisten dalam rumah Anda Anda harus mempertimbangkan tidak hanya sekedar membicarakan tentang peraturan itu dengan anak Anda tapi dengan membuat peraturan itu tertulis. Cara ini juga memungkinkan semua anggota keluarga melihat dan mengacu pada peraturan dan konsekuensi yang ditentukan setiap saat, terutama pada saat ketika Anda mengacu pada sebuah peraturan yang telah dilanggar. Jika seorang anak melanggar peraturan, Anda bisa menunjukkan pada peraturan tertulis yang Anda semua telah sepakati dan negosiasikan konsekuensinya. Anda tahu dengan pasti bagaimana mengatasi peraturan yang dilanggar dan anak Anda harus tahu dengan pasti konsekuensi apa yang didapat karena melanggar peraturan tersebut. Cara ini menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan membantu mencegah kemarahan atau keputusasaan yang dapat muncul karena melanggar peraturan.

3. Konsekuensi yang tidak konsisten dengan peraturan

Ketika seorang anak-anak diberi sebuah peraturan mereka diharapkan untuk mematuhi seperti seharusnya juga mengetahui secara pasti apa saja konsekuensinya jika melanggarnya. Dengan menjelaskan konsekuensinya pada saat bersamaan ketika peraturan dibuat, mereka akan memahami apa yang akan terjadi ketika mereka melanggar peraturan tersebut. Jika Anda menjumpai peraturan tertentu terus menerus dilanggar Anda bisa mengatur kembali peraturan tersebut dan konsekuensinya bersama anak Anda untuk membuat penyesuaiaan yang akan memiliki dampak yang lebih baik.

Memang penting untuk memiliki peraturan untuk membantu menegakkan noma-norma dan pengharapan-pengharapan bagi anak-anak Anda, tapi yang lebih penting untuk diingat adalah, dengan ataupun tanpa peraturan, menerapkan komunikasi yang terbuka dan kepercayaan akan membantu Anda memiliki hubungan yang lebih baik dan membantu anak Anda menjadi lebih bertanggung jawab.

dikutip dari keluarga.com

[islamedia]





Sambut Bulan Ramadhan, Muslimah Hongkong Asal Indonesia Pawai Tarhib Ramadhan Sepanjang 8 Kilometer

Tidak ada komentar
IslamediaKomunitas Muslimah Hongkong asal Indonesia menggelar pawai Tarhib Ramadhan dengan berjalan kaki sejauh 8 Kilometer, ahad(21/5/2017).

Dengan mengenakan pakaian Muslimah Syar'i, para Muslimah mengumandangkan syiar-syiar Islam seperti takbir, tahmid dan Sholawat.

Aksi jalan kaki berjalan dengan sangat rapi dan tertib, bahkan menjadi pusat perhatian warga Hongkong.


Berikut ini foto-foto pawai Tarhib Ramadhan Muslimah Hongkong dikutip dari akun Facebook netizen bernama Kasmi Santoso Artic W.



Image may contain: one or more people, people walking, bus and outdoor
Image may contain: 2 people, people walking and outdoor

Image may contain: one or more people, people walking, bus, crowd and outdoor

Image may contain: one or more people, people walking, people standing, crowd and outdoor

Image may contain: 5 people, crowd and outdoor
Image may contain: one or more people, people walking, sky, crowd and outdoor

Image may contain: 6 people, outdoor



Image may contain: one or more people, sky and outdoor


Image may contain: one or more people, sky, tree, skyscraper and outdoor


Image may contain: one or more people, sky, skyscraper and outdoor

Image may contain: one or more people, crowd and outdoor

Image may contain: one or more people, skyscraper, sky, crowd, tree and outdoor

Image may contain: 19 people, shoes, crowd and outdoor

Image may contain: 1 person, outdoor

Image may contain: 2 people, sky, skyscraper, crowd and outdoor

Image may contain: one or more people, crowd, car and outdoor



[islamedia]

Unta Mesin Padang Pasir yang Menakjubkan

Tidak ada komentar

Islamedia - Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan. (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala
sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:
Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20:98)
Harun Yahya

[islamedia]

Ramadhan, Saat Pahala di Lipat Gandakan

Tidak ada komentar
Islamedia - Suatu ketika salah seorang sahabat Rasululloh meninggal dunia, Beliau SAW mengantar jenazahnya sampai ke pemakaman. Dan pada saat pulang dari pemakaman, beliau singgah kerumah allmarhum untuk menghibur dan menenangkan keluarga sahabatnya agar tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu. Kemudian Rosulullah bertanya,”tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?” Istrinya menjawab, saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal saat sakratul maut.

“Apa yang di katakannya?””saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum kematian, ataukah teriakan kesakitan karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.””Bagaimana bunyinya?” desak Rosulullah.Istri yang setia itu menjawab,”suami saya mengatakan “Andaikata lebih panjang lagi….andaikata yang masih baru….andaikata semuanya….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?”

Rosulullah tersenyum.”sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,”ujarnya. Al kisah. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan dalam sakratul mautnya tergambarkan bahwa pahala amal sholehnya itu begitu besarnya, lalu iapun berkata “andaikan lebih panjang lagi”.Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.

Ucapan lainnya ya Rosulullah?”tanya sang istri mulai tertarik.Nabi menjawab,”adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu begitu besarnya, sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Coba andaikan yang kuberikan kepadanya bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”.Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

Kemudian, ucapannya yang ketiga, Suamimu pernah pulang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘ kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.subhanalloh…

Kisah Diatas menggambarkan bahwa pahala kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan diganjar oleh Alloh dengan berlipat ganda sebagaimana Firman Alloh didalam Alqur’an surat Al-an’am ayat 160 : 
مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ   
6.160. Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).



Apalagi dibulan Ramadhan, sebagaimana yang kita Imani bahwa kehadirannya membawa keberkahan, setiap amalan kebaikan pada bulan itu akan diganjari oleh Alloh SWT dengan pahala berlipat ganda ,amalan sunnah diganjar seperti melaksanakan amalan wajib, amalan wajib akan diganjar oleh Alloh SWT tujuh puluh kali lipat pahala. Oleh karenanya Ramadhan yang kita jalani saat ini harus menjadi ramadhan yang terbaik bagi kita ,jangan sia-siakan setiap peluang kebaikan yang ada dihadapan kita ,mari kita berlomba –lomba dalam kebaikan dan taqwa.

Rasululloh SAW Bersabda :“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib



Wallohu A’lam bishowab  


http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/05/mridwan.jpg
Muhammad Ridwan


Konsep Ketuhanan Menentukan Worldview

Tidak ada komentar
IslamediaSempat libur satu kali, akhirnya Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung Angkatan 2017 kembali menggelar perkuliahan pada hari Sabtu (22/04). Bertempat di Hotel D’Best Sofia, Jalan Teuku Angkasa 27, Bandung, puluhan peserta hadir untuk menerima materi “Tauhidullah” yang disampaikan oleh Kepala SPI Pusat, Akmal Sjafril.

Secara representatif, Akmal memaparkan perbedaan konsep ketuhanan dalam Islam dengan berbagai keyakinan atau agama lain, seperti Yunani Kuno, Kristen, dan Hindu, bahkan termasuk juga sekilas ulasan tentang ateisme. Peneliti di Institute for The Study of Islamic Thoughts and Civilizations (INSISTS) tersebut menuturkan bahwa mempelajari dan memahami konsep ketuhanan menjadi sangat penting sebab berefek pada cara pandang (worldview), cara berpikir, dan cara bertindak seseorang.

Dalam Islam terdapat sebuah konsep yang disebut Ma’rifatullah atau dapat diartikan mengenal Allah. “Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengenal Allah. Pertama, melalui pancaindera, yaitu melihat keseimbangan dunia sehingga muncul keyakinan bahwa ada pencipta. Kedua, melalui akal, yaitu memikirkan sifat pencipta dengan melihat keteraturan dunia. Ketiga, melalui wahyu, yaitu melalui Al-Quran dan hadits,” ujar Akmal. 

Urutan tersebut, tutur Akmal lagi, adalah urutan ma’rifatullah secara intelektual. “Sedangkan secara metodologi, cara terbaik mengenal Allah adalah melalui wahyu, baru setelah itu akal dan pancaindera. Sebab, akal dan pancaindera manusia tak pernah bisa menjangkau Allah,” jelasnya.

Ma’rifatullah membentuk cara pandang manusia terhadap hidupnya. Kalau kita kenal Allah, maka kita punya tujuan hidup, mengerti siapa kita, tahu mana perbuatan yang benar atau salah, dan mengerti bagaimana memaknai pengalaman hidup kita,” papar Akmal.

Silva Intan Jayanti, salah satu peserta SPI Bandung Angkatan 2017 yang juga aktif dalam komunitas Remaja Aktivis Masjid Pusdai (Rampai), mengatakan bahwa perkuliahan kelima ini membuatnya paham bahwa jika konsep ketuhanannya berbeda, maka berbeda pula worldview yang dimiliki. “Mereka (non-muslim, pen.) menolak kebenaran Islam, padahal konsep ketuhanan dalam Islam itu simpel, nggak rumit seperti yang sering mereka katakan,” tuturnya. [islamedia/hansa/abe]

Konsolidasi Nasional KNRP 2017, Jalin Soliditas dari Pusat hingga Wilayah untuk Palestina

Tidak ada komentar
IslamediaKonsolidasi Nasional Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) 2017 merupakan momen untuk menjalin kembali soliditas dari Pusat ke Wilayah untuk menumbuhkan semangat untuk terus membersamai Palestina sampai Masjid Al-Aqsha terbebaskan. Hal ini seperti yang dikatakan Ketua Umum KNRP Suripto dalam pembukaan Konsolidasi Nasional KNRP dengan tema Bangun Soliditas Tingkatkan Produktivitas di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/5/2017).


"Di 11 tahun ini, KNRP harus terus solid dan eksis, lebih semangat dalam produktivitas memberikan bantuan untuk rakyat Palestina," kata Suripto.



Suripto menjelaskan, KNRP harus memiliki mindset yang sama ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan berbagai cara yang baik. Dan yang tidak kalah penting adalah meringankan beban pengungsi Palestina di beberapa negara sekitar Palestina, diantaranya Lebanon, Jordania, Turki, Suriah dan beberap negara lainnya termasuk di Indonesia.



Pada kesempatan yang sama Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat menambahkan KNRP ingin perbaikan-perbaikan administrasi wilayah dan keamanan yang perlu dirangkai kembali. 



Adanya KNRP sendiri sejatinya adalah ingin merekatkan kerja-kerja bersama hingga jalinan ini menjadi solid, menjadi mata rantai yang tak terputus, kesemuanya harus ada keinginan yang kuat dari Pusat hingga Wilayah.



"Mudah-mudahan pertemuan ini menghasilkan kesolidan yang betul-betul kuat dari Pusat hingga Wilayah. Dapat membingkai dan merangkai lagi kerja-kerja kita. Sehingga kita selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT," harap Caca dipenghujung sambutan. 



Diketahui, acara Konsolidasi Nasional ini digelar dua hari, Sabtu-Ahad (20-21 Mei 2017), dan dihadiri 24 perwakilan wilayah diantaranya, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Maluku Utara. [islamedia/abe]

Selenggarakan Muswil, Gema Keadilan DKI Pilih Pengurus Baru

Tidak ada komentar

Islamedia - Organisasi Kepemudaan Gema Keadilan DKI Jakarta akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (muswil) di Kantor DPW PKS DKI Jakarta, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/5).

Ketua Gema Keadilan DKI Jakarta saat ini, Renold Darmasyah menjelaskan agenda muswil tersebut akan mengambil tema besar, yaitu Bersatu Bangun Bangsa dalam Mewujudkan Khidmat untuk Rakyat. Tema tersebut, nilai Renold, terasa lebih menghujam karena DKI Jakarta baru saja memiliki gubernurnya yang baru dengan PKS sebagai mesin politik utama sebagai partai pengusung.

Ini momentum yang sangat baik yang Allah berikan untuk Gema Keadilan khususnya untuk memberikan kemaslahatan bagi rakyat Jakarta, khususnya di kalangan pemuda,” ujar Renold di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Renold menambahkan, dalam agenda Muswil kali ini, akan dipilih kepengurusan baru yang akan memimpin Gema Keadilan DKI selama 5 tahun ke depan. Beberapa nama, tambah Renold, untuk menjadi Ketua Umum pun sudah mengerucut untuk dimunculkan. Seperti, Mirza (Sekretaris Umum Gema Keadilan DKI periode saat ini), Noval Abuzar (Koordinator Daerah Kepulauan Seribu), Karim (Koordinator Daerah Jakarta Utara), dan Tryanza (Ketua Bidang Kepemudaan PKS Jakarta Barat).

Dalam Muswil ini juga rencananya sekaligus akan ditetapkan struktur kepengurusan korda di kotamadya. Ini dilakukan agar konsolidasi di DKI Jakarta bisa lebih cepat,“ tegas Alumni Universitas Indonesia ini. 

Adapun mengenai mekanisme penentuan nama Ketua Umum beserta pengurus Gema Keadilan DKI Jakarta dimulai dari jejaring yang dilakukan secara internal Gema Keadilan dan juga oleh Bidang Kepemudaan PKS DKI Jakarta. 

Selanjutnya nama-nama tersebut sesuai AD/ART Gema Keadilan akan diputuskan oleh struktur DPW PKS selaku Dewan Pembina Wilayah Gema DKI Jakarta, yang akan disampaikan kepada DPP Gema Keadilan untuk dibuatkan Surat Keputusan kepengurusannya,” imbuh Renold.

Renold menambahkan, untuk lebih menguatkan eksistensi, acara muswil ini turut mengundang ke setiap Struktur BPH DPW dan DPTW PKS DKI Jakarta, Fraksi PKS DPRD DKI, Bidang Kepemudaan DPP PKS, DPP Gema Keadilan, serta para Ketua DPD PKS Jakarta. 

Selain itu juga kita berharap bisa menghadirkan gubernur serta wagub terpilih guna memberikan motivasi dan arahannya kepada kita semua. Semoga Allah swt meridhoi semua langkah kita dan diberikan kelancaran,” tutup Renold. [islamedia/abe]

Tauhid yang Sederhana dan Tidak Tergoyahkan

Tidak ada komentar
IslamediaKuliah Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung kembali digelar pada hari Sabtu (22/04) di D’Best Hotel, Jl. Tengku Angkasa, Bandung. Pada pertemuan kelima ini hadir Akmal Sjafril, M.Pd.I. selaku Kepala SPI Pusat sebagai pembicara dengan tema “Tauhidullah” yang ia sebut sebagai sebuah konsep yang sederhana akan tetapi tidak tergoyahkan. 


Penjelasan sistematis Akmal diawali dengan pendapat yang salah dari sejumlah tokoh dalam memahami konsep ketuhanan. Contohnya adalah seperti Stephen Hawking dengan keyakinannya bahwa hukum gravitasi adalah hukum paling mendasar di alam semesta dan Charles Darwin dengan teori ‘survival of the fittest’-nya.

Kuliah semakin menarik saat Akmal memperbandingkan konsep ketuhanan yang dianut oleh bangsa Yunani kuno dengan mitologi dewa-dewi Olympusnya, agama Kristen dengan konsep trinitasnya dan Hindu dengan konsep politeismenya.


Berbeda dengan semuanya itu, Akmal menerangkan bahwa Islam menjelaskan konsep ketuhanan dengan jelas dan sederhana pada surat Al-Ikhlas. Ia menjadi tidak tergoyahkan sebab pemahaman yang menyeluruh terhadap Allah akan memberikan sebuah pegangan yang kuat bagaimana tujuan hidup seseorang dalam setiap aktifitasnya. “Sebaliknya, pemahaman yang salah akan Tuhan dapat merusak worldview seseorang sehingga konstruk berpikirnya pun akan menyimpang dari fitrah,” ujar Akmal.



Adapun cara mengenal Allah dapat dilakukan melalui pancaindera, akal serta wahyu. Akan tetapi untuk mengenali Allah dengan benar, kita harus senantiasa berpegang pada wahyu. 



Hanya Islam yang seluruh nilainya mengejawantah dalam satu sosok yakni Nabi Muhammad. Karena itu, Rasulullah juga merupakan faktor kunci dalam memahami Islam,” ujarnya saat menjelaskan perbedaan Islam dengan ideologi lainnya.



Kemantapan hati dengan Islam,” seperti itu jawaban dari Syam, salah seorang mahasiswa peserta SPI Bandung, saat ditanya mengenai apa yang ia dapatkan setelah mengikuti materi kuliah kali ini. “Semakin semangat, semakin sadar bahwa ilmu yang saya miliki masih sangat sedikit,” pungkasnya melengkapi. [islamedia/asa/abe]

Wisata di Pantai Banyuwangi, Ikhwan Akhwat Dipisah

Tidak ada komentar
IslamediaPemerintah Kabupaten Banyuwangi secara resmi telah membuka Objek Wisata pantai Syariah bernama Pulau Santen yang berada di kelurahan Karangrejo Banyuwangi. 

Didepan pintu masuk terpampang jelas tulisan "Selamat Datang Syariah Beach PUSAN-Pulau Santen" dan terdapat arah panah yang membedakan lokasi wisata khusus untuk Ikhwan (pria) dan akhwat (wanita).

Saat pengunjung memasuki kawasan Syariah Beach, terlebih dahulu akan menikmati sensasi jalan kaki menyeberang jembatan menuju Pulau Santen. Baru kemudian akan melihat batas pemisah antara pantai khusus perempuan dan Laki-laki.

Setiap pengunjung yang datang ke Pulau Santen diwajibkan membawa kantong plastik untuk menampung sampahnya sendiri, baru kemudian dibuang di tong sampah.

Selain itu, setiap pengujung juga diharuskan mengenakan pakaian yang sopan dan setiap masuk waktu solat, semua aktivitas hiburan di pantai harus jeda.

"Syariah ini cuma segmentasi saja, semua agama boleh masuk di tempat ini. Begitu masuk yang kanan khusus perempuan, yang kiri untuk Laki-laki," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seperti dilansir merdeka.com, selasa(7/3/2017).

Suasana di pinggir pantai Banyuwangi

Pengunjung yang datang ke Syariah Beach sementara ini bisa menikmati duduk santai di bawah payung sambil menikmati laut dengan latar Pulau Bali.

Salah satu pengunjung bernama Nurul (24) mengungkapkan bahwa Pulau Santen saat ini jauh lebih bersih dibanding sebelumnya. 

"Kalau dibandingkan sebelumnya ya jauh. Dulu ini kan kumuh, banyak sampah. Sekarang ke sini penasaran ingin menikmati wisata yang menyediakan khusus perempuan," ujar Nurul.[islamedia]