Gara-Gara Video Ini, Ustadz Abdul Somad Digugat Forum Tenaga Ahli Fraksi PKB



Islamedia Forum Silaturahmi Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR akan menggugat pernyataan Ustaz Abdus Shomad terkait ucapannya terkait minuman keras (Miras). Dalam video berdurasi 38 detik itu. Ustadz Abdul Somad menyatakan apresiasi dan kepercayaan kepada PKS dan PAN yang konsisten memperjuangkan UU anti minuman keras.

Anggota Forum Silaturahmi Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR Badrul Munir menegaskan, pernyataan UAS itu keliru. Dalam pembahasan draf RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol), tidak ada satu pasal pun yang melegalisasi peredaran minuman beralkohol.

“Sikap Forum Silaturahmi Tenaga Ahli Fraksi PKB sudah sangat tegas. Kami mengikuti apa yang menjadi garis besar Nahdlatul Ulama yaitu mendukung dengan tegas larangan minuman beralkohol,” klainm Munir di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Forum Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR menyayangkan sikap UAS yang menelan mentah-mentah informasi tanpa melakukan tabayyun atau klarifikasi lebih dulu. Munir menduga, Ustadz Abdul Somad mendapatkan informasi sepihak dan tidak utuh terkait proses pembahasan RUU Minol di DPR.

Munir menegaskan tidak ada legalisasi dalam RUU Minol. “Pada Pasal 3 misalnya, diungkapkan tujuan RUU ini adalah menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari gangguan yang ditimbulkan oleh peminum minol dan menumbuhkan perilaku budaya hidup masyarakat tanpa minuman beralkohol,” ucapnya.

Forum Tenaga Ahli Fraksi PKB DPR juga mengusulkan tawaran solusi atas pelbagai persoalan kalau RUU ini disahkan. “Terhadap kegiatan produksi minuman beralkohol golongan A yang saat ini masih menjadi mata pencaharian sebagai masyarakat, pemerintah wajib mendiversifikasikan produknya ke bentuk lain yang lebih manfaat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Munir mengultimatum UAS untuk segera meminta maaf ke masyarakat karena telah menghina parlemen dengan menyatakan banyak anggota parlemen yang mulutnya disumbat dengan uang. “Ini tuduhan yang tidak pantas dilakukan seorang ulama yang menjadi panutan umat. Kami menyarankan, sebelum mengeluarkan statement, UAS terlebih dahulu melakukan tabayun, check and richeck, yang menjadi tradisi ulama ketika membahas sebuah rancangan undang-undang,” klaim Munir. 

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar video pendek berdurasi 38 detik yang berisi pertanyaan seseorang kepada Ustadz Abdul Somad terkait partai apa yang layak dipilih pada Pemilu 17 April 2019 nanti.

Dengan tegas Ustadz Abdul Somad menyarankan agar memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Alasannya kedua partai tersebut amar ma'ruf nya real di parlemen.

"Cuma dua yang mempertahankan (tidak mau disogok) kasus khamar miras siapa yang bertahan? PKS sama PAN" tegas Ustadz Abdul Somad.


(baca : Ustadz Abdul Somad Sarankan Pilih Partai PKS atau PAN).

sumber : rmco.id

[islamedia].


Baca Ini Juga ...: