Perjuangan "Perempuan Indonesia" Menggunakan Jilbab 20 tahun Silam

Islam edia - 26 Januari 2001, Kulihat dari ujung kaca mataku, teman-teman ikhwan membagi-bagikan jilbab pada teman –teman perempuanku. “ A...

Islamedia - 26 Januari 2001,

Kulihat dari ujung kaca mataku, teman-teman ikhwan membagi-bagikan jilbab pada teman –teman perempuanku. “ Ayo dong pake’, nih udah dibawain! Pake’deh, jadi tambah cakep lho”!,ucap mereka dengan semangatnya. Tentu saja kubersyukur. “Ah, teman-teman makasih yaah dah ngeringanin tugas akhwat untuk merayu mereka.” Kadang dipikirkan lucu juga teman-teman perempuan itu, mereka nggak kuat kalau ngerayu itu ikhwan. Ikhwannya sih seneng-seneng aja, begitu juga dengan teman-teman perempuanku itu yang rela didandanin meng-akhwat. Ya, begitulah yang kami lakukan saat pelajaran agama Islam. Pak Guru membolehakan kami lakukan saat pelajaran agama Islam. Pak guru membolehkan kami belajar tanpa melepas jilbab maka kami memenfaatkan untuk ‘manjilbabi’ seluruh siswi yang berada dikelas dengan cara memodali mereka jilbab dan peniti. Perbuatan dramatis itu jelas mendapat teguran dari sekolah yang diarahkan ke Pak Guru Agama.

Teguran itu sebenarnya bearawal dari sikap kami yang mulai berjilbab di sekolah yang komunitasnya tak pernah berhenti sejak kemunculannya pada 1983 di sekolah tercinta ini. Persoalan jilbab disekolah negeri mulai ada sejak era’80-an. Kisahnya selalu klasik yang diakhiri dengan keluarnya siswi tersebut dengan sukarela. Hal itulah yang dialami oleh kakak kelas pada angkatan ’83-’85. tahun-tahun awal itu saat-saat yang berat bagi jilbaber. Apalagi kepengurusan Rohis belum berjalan baik, masih individual dan pengajian disekolah belum ada. Belum ada komunikasi diantara para jilbaber karena jumlahnya sangat minim, untuk angkatan ’83 saja hanya ada satu orang. Saat itu Ia dimusuhi oleh Guru bahkan memakai jilbab terusdi sekolah. Akhirnya seperti sisiwi di sekolah lain pada umunya, ia memilih keluar untuk menjaga aqidah Islamiyah. Untuk sesaat, sekolahku ini menjadi kawasan bebas jilbab.

Keberadaan jilbab mulai ‘welcome’ saat jilbaber menrut peraturan sekolah untuk bongkar pasang beberapa tahun setelah itu. Wakasek yang kebetulan non-muslim tetap menentang keberadaan kami, sedangkan Kepsek, Alhamdulillah tidak terlalu menentang. Ia melihat siswi-siswi berjilbab di SMA tetangga kami (SMAN 26) banyaj yang membuat harum nama sekolahnya dengan berbagai prestasi dalam berbagai lomba-lomba bidang studi. Di sini, kami memangm low profile, hanya ikhwannya yang menonjol sehingga citra jilbab belum terbangun. Walau demikian, para guru cukup toleran dengan memperbolehkan kami melepas jilbab setelah kami sampai disekolah. Hal itu tidak bias kami lakukan setiap saat karena Wakasek tercinta itu sudah menunggu dengan setia di pintu pagar. “Ayo dibuka jilbabnya!” ujarnya tanpa memandang bagaimana perasaan kami “digundulin” dijalan raya yang cukup ramai. Ya, apa boleh buat, kami terpaksa buka jilbab disitu. Alhamdulillah, ia tidak tiap pagi nongkrongin kami. Selamat dari ujian pertama, melangkah pada ujian kedua. Guru BP kadang ngecek siswa, dari baju kependekan sampai…. Yang kepanjangan, “Kalau ada yang kepanjangan, saya gunting!” katanya. “Ah, ujian itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan para sahabat, seperti: Bilal ataupun Amar bin Yasir yang kehilangan kedua orang tuanya.”

Kami menyadari bahwa kami berbeda dengan teman-teman yang lain. Jilbab-jilbab yang melambai bahkan ada yang super lebar sampai menyentuh ujung sepatu sempat diprotes pleh sekolah. Yang membuat kami sedih bahkan cenderung strees, yaitu jam olahraga. Olah raga berarti olah jiwa bagi kami. Masya Allah, kami harus pamer aurat, bukan hanya sekedar buka aurat saja. Untuk membayangkannya saja ngeri rasanya tapi itulah yang terjadi pada tahun 1990. pada jam plah raga itu kami harus lari ke luar sekolah, rute yang ditempuh adalah sekolah-lapangan Palapa PP. sekolah kami pas di pinggir jalan raya, manusia dan mobil berseliweran setiap detiknya, dan mereka dengan enaknya dapat memandang kami. Bias dibayangkan bagaimana rasanya kalau ‘gundul’ hanya baju olah raga, tanpa kerudung kepala, kami tetap harus berlari. Hanya dengan pakaian dan celana selutut saja sudah begitu menyiksa kami, ditambah lagi harus berkeliling di jalan raya. Tampang kami yang culun dengan rambut diikat kuda tentu ketara bedanya dengan siswi yang tidak berjilbab, seolah-olah orang-orang dijalan mengatakan, “Itu tuh siswi yanag pake’ jilbab!” “Ya Allah, kuatkan hamba.”

Allah Akbar! Kami mampu melakukan “kucing-kucingan”. Setelah keluar dari pntu gerbang, kami mencari mobil yang diparkir, lalu dibalik mobil itu, kami mengenakan jilbab dan….. berlari. Sampai di daerah Palapa, dengan lambat-lambat, tanganku bergerak keatas membuka jilbab, “Y Allah, apa yang harus kulakukan? Kami sadari kami tidak kaffah tapi itulah yang kami mampu kami lakukan saat ini. “ampuni kami ya, Allah!”

Kapankah tibanya pertolongan-Mu, ya Allah?

Kapankah kau kabulkan doa yang kami bisikkan dalam shalat-shalat panjang kami?

Subhanallah, titik terang itu mulai berpencar cahayany. Saat itu pada 1990, ada musyawarah MPK (Majelis Permusyaratan Kelas) se-Jaksel yang dihadiri beberapa SMA diantaranya 6,8,28,38,70 yang membahas lokalisasi WTS. Topic yang berkenaan itu menjadi momen yang pas untuk melempar isu jilbab dengan harapaan jilbab diperbolehkan. Momen kedua menuai isu jilbab saat pak Arif Rahman (Kepsek SMA Lab-School) berbicara di sekolah kami. Di depan para guru, Pak Arif menyatakan, “jilbab itu bukan suatu ancaman, malah membuat anak menjadi anak baik.” Allahu Akbar! Kami melihat reaksi yang positif, “ssst, Wakasek ngangguk-ngangguk, ibu BP juga ngangguk-ngangguk, wah ada harapan nih, “ bisik teman sebelahku layak berdoa.

Doa adalah usaha kami yang tak pernah terhentikan, ia selalu terucap setiap detik langkah kami. Subhanallah, Depdikbud sebagai pihak yang berwenang mendengar aspirasi kami (setelah beberapa kasus jilbab mencuat) dengan mengeluarkan SK 100 tahun 1991. kami bersyukur, dan memang selayakny bersyukur. Sujud syukur pun dilakukan serentak di Masjid Al-Azhar pada Januari 1991. mendengar kabarnya saja, hanya air mata yang menjadi saksi. Kami tidak bias membendung tangis ini. Alhamdulillah wa syukurillah. Sementara itu, kami masih bingung, apakah sudah mengenakan jilbab atau belum kami tak mempunyai SK tersebut. Kepsek yang baru hanya menyatakan, “Saya tidak melarang, juga tidak menyuruh.”tetapi guru BP tetap berpatroli seperti dulu.

Sujud syukur di Masji Al-Azhar dihadiri oleh ratusan mulimah dan subhanallah, aku…adalah salah satu diantaranya. Ternyata, yang berjuang menegakkan syariat Allah itu bukan hanya aku, banyak sekali jumlahnya, belum lagi didaerah yang tidak sempat menghadiri acara itu. usai acaradipagi itu, tugas baru menunggu, yaitu memberitahukan kepada teman-teman di sekolah bahwa futuh jilabab sudah benar-benar terjadi. Kami juga harus menentukan apakah mulai hari ini kami belum siap dengan futuh jilbab? Apakah terlalu singkat perjuangan kami sehingga kami belum bias menghayati perjuangan kakak-kakak kami dahulu? Akhirnya kami menunda memakai jilbab pada hari bersejarah itu.

Pada masa transisi itu, para ikhwan mengadakan negosiasi dengan pihak sekolah. Mereka meminta para akhwat bersabar, “Aduh akhi, bagaimana mau kompromi lagi, ini kan aurat, yang malu kan kita-kita ini para akhwat, “ keluh akhwat. Alhamdulillah pada pelajaran Olah raga, jilbab boleh dikenakan. Dalam keadaaan yang tidak menentu itu, guru BP memanggil semua jilbaber kelas I,II,dan III untuk briefing. Kami, sekitar 40-50 orang sudah mempersiapkan argument, memilih jubir, tapi kami tidak sanggup bicara, semuanya menangis duluan. Guru BP memulainya dengan menyentuh jiwa bahwa kewajiban ini untuk orang tua. Ia memainkan emosi yang terdalam, tentang bakti kami kepada orang tua. Wakasek juga mengingatkan bahwa sikap keras kami tak ubahnya seperti gerakan PKI yang laten. Kami memang menentang peraturan pemerintah, kami menentang sekolah tapi Masya Allah kami…., kami menentang orang tua, terutama aku. “Ya Allah, bagaimana kami bisa bicara, kalau kami langsung dingatkan kepada orang tua kami di rumah. Kubayangi bapak dan ibu yang kecewa terhadap sulungnya ini. “

Aku adalah anak sulung yang dicita-citakan menjadi wanita karir. Ternyata aku lebih cepat diizinkan meraih hidayah-Mu. Aku mengenal jilbab sejak SMP kelas III. Aku sempat nyantri saat liburan, yang setiap sang Ustadz datang mengajar, ia selalu mengatakan, ”Pakaiannya harus pakaian muslimah!” Kulihat juga keagungan wanita berjilbab. Simpatiku pada jilbab sampai pada tahap identifikasi, sayang ortu tidak mengizinkan. Setelah itu, hari-hariku berjalan seperti biasa sampai aku diterima di SMA Negeri 28 Jaksel ini. Keahlian menari Jawa mengantarkan aku menjadi nominasi AFS. Saat tes akhir AFS, aku berada pada garis kebimbangan setelah membaca artikel tentang seorang wanita barat yang masuk Islam dan memilih hijrah ke Mesis. “lho kok, kenapa aku, wanita Islam malah mau hijrah ke Amerika?” Konflik batin terjadi. Aku teruskan niatku di AFS karena aku tertantang ucapan Bapak yang mengizinkanku berjilbab jika aku lulus AFS. Ternyata aku gagal.

Sementara itu, Bapak terus mencari kebenaran tentang jilbab kepada seorang ulama yang terkenal yang baru saja pulang dari Amerika, yang kebetulan tetanggaku. Bapak mendapat pertimbangan bahwa jilbab itu dosa kecil yang diampuni. Astaghfirullah! Kuhiraukan argument ulama tersebut, aku putuskan pake’ jilbab saat mendaftar ulang kelas II. Ortu meradang, katanya, “Ini sekali, apa diterusin?” aku disidang. “Benazir Bhuto saja nggak begitu, pak itu aja yang ulamanya tidak berjilbab, “tegas bapak. Aku tetap pada sikapku. Bapak jatuh sakit. Akhirnya aku backstreet, berangkat dari rumah ke sekolah melewati jalan yang sepi lalu pake’ disana sampai di sekolah. Hal itu kulakukan selama seminggu dikelas II. “Ya Allah, aku mampu membohongi ortu, tapi…..aku tidak mampu membohongi diri sendiri. Bismillah, aku beranikan diriku pulang dengan memakai jilbab sampai depan rumah.” Jilbabku langsung direnggut saat itu juga, aku hanya menatapnya lalau masuk kamar dan mengadu pada Allah. Aku menangis. Bapak mengancamku, “Kalau kamu pake’ lagi, semua bajumu akan diambil.” Aku mencoba istiqomah dengan mencuci dan menjemur baju sendiri. Herannya, semuanya hilang. Ketika hal ini aku ceritakan pada akhwat di sekolah, mereka malah menertawakanku, “Masa” dirumah sendiri bisa hilang, “kata mereka. “Iya..iya..lucu juga.” Walhasil, aku kehabisan baju dan jilbab.

Subhanallah, aku tak pernah membayangkan pertolongan Allah datang kepadaku. Saat aku benar-benar kehabisan sandang untuk sekolah, aku mencoba mengambilnya dari kamar Ortu. Kuharap bapak tidak membakar baju dan jilbabku seperti janjinya. Aku tidak tahu bagaimana badanku bisa mengecil sehingga bisa masuk kamar yang terkunci itu. aku hanya melepas satu buah nako dan melewatinya dengan mudah. Badanku memang kurus, tapi melewati jendela nako yang kulepas satu, aku tak bisa membayangkannya. Allahu Akbar. Kudapati diatas lemari, semua baju yang kubutuhkan. Bluur…., akhirnya kuambil dua buah untuk menepis kecurigaan.

Semenjak memakai jilbab dan menentang ortu, aku disisihkan dan tersisih dari keluarga besar. Aku seperti disembunyikan di dalam rumah saja, mereka malu mengajakku karena berjilbab. Itu tidak mengapa tapi…ternyata Bapak menahan SPP-ku selama satu semester. Alhamdulillah, ada Om-ku yang membayarkannya tanpa sepengetahuannya. Aku tetap mencoba untuk berkomunikasi, aku katakana pada Bapak, “Walaupun aku tidak nurut pada Bapak, tapi aku tetap anak Bapak.” Bapak memenuhi permintaanku hingga Bapak kembali membayarkan SPP-ku. Sikap Bapak tetap tidak berubah.

Tekanan dari sekolah dan terlebih dari rumah membuatku selalu berpikir, aku terkena sakit kepala yang amat sangat, stress, high tension, dan harus berobat ke bagian neurology RSCM sendirian. Aku masuk EEG sendirian, dan aku menagis sendirian saat kartu berobatku hilang. Hasil EEG menyatakan bahwa aku tidak ada kelainan, hanya tension headache ‘tekanan psikis’. Hal itu terjadi karena kejadian berat selama dua tahun setelah berhijab. Aku bertambah stress menjelang UMPTN. UMPTN adalah penentuan, kalau tidak lulus maka aku makin tersisih bahkan dalam keluarga besarku.

Pada saat libur lebaran, kami pulang kampong ke Solo. Ibu mencoba mengobati dengan membawaku ke pengobatan tradisional, semacam pijat refleksi. Mungkin ibu kasihan melihatku jika datang pusing yang amat sangat. Aku mengaduh di kamar sampai tetangga sebelah mendengar erangan sakitku. Orang tua itu memegang kakiku, katanya, “Keras amat sih mbak, mendem apa?” saya sakit menahan nangis. Ibu menjelaskan, “Iya mau pake’ jilbab, tapi nggak boleh cerita –cerita apalagi sama Omnya yang deket, walau tinggalnya jauh dari kami. “Bapak itu juga cerita bahwaanaknya yang kuliah di UNS bahkan bercadar, dan tetap pada pendiriannya. Terus Ibu bilang, “Kalau mau pake’, terserah!” terserah…., kata itu yang sebenarnya aku tunggu selama dua tahun dari orang tua yang melahirkanku. Subhanallah ibu ridha. Tiga pekan aku dikampung, penyakitku hilang. Aku mengikuti UMPTN denagn baik dan Alhamdulillah diterima di PTN favorit pada 1992.

Bila kukenang perjuangan kecilku, ternyata tidak sia-sia. Perlahan, satu per satu adik-adikku ikut mengenakan jilbab. Kenikmatan ini memang terlambat disbanding dengan kenikmata disekolah. Sekolah tidak melarang lagi setelah SK jilbab ’91 diputuskan dan disosialisasikan. Jumlah kami dari 40-an bertambah menjadi 150-an jilbaber. Aktivitas mendandani siswi untuk mengakhwat terus berlanjut walau bahkan pelajara Agama usai. Hanya guru nonmuslim yang menyindir, “coba ya, dirapikan pakaiannya.” Aktivitas Rohis juga semakin baik. Pak Guru agama ditunjuk menjadi PJ Tafakur Alam SMA se-Jaksel. Rohis sendiri melakukan konsolidasi dengan membina seluruh anggotanya menjadi alumni. Pihak sekolah mendukung dengan cara mewajibkan acara Rohis seperti Studi Islam Ramadhan, bahkan masuk rapor. “Tak lepas-lepasnya lidah ini mengucapkan tahmid pada-MU, ya Allah.”

Oleh : Ami Fidiyanti, SMAN 28 Jakarta
copas dari Bintang Gumilang, FKM UNAIR 2010.
Selamat Hari Solidaritas Hijab (Jilbab) Internasional, 4 September
Nama

#2019GantiPresiden,5,#cabutpermendikbudno.30,1,#kejahatanseksual,4,#palestina #aqsa #smart171 #aaw #aqsaawarenessweek headline nasional,1,#permen,1,#Permendikbudno.30,1,#seksbebas,4,#zina,1,212mart,1,aa gym,4,aadk,1,Aaw,1,ACN,4,ada apa dengan konsen,1,adara,1,ahmat davutoglu,1,ahzami samiun jazuli,1,aid al-qarni,1,aidit,1,air zam zam,1,ajat syaikhu,2,ak parti,1,akhrawi,1,akmal sjafril,4,AKP,6,aksi 112,1,aksi 115,1,aksi 212,2,Aksi 64,2,Aksi Bela Baitul Maqdis,1,aksi bela palestina,7,aksi kemanusiaan,1,aksi palestina,1,aksi peduli aleppo,1,aktivitasdakwah,146,Aku Kamu Adalah Kita,2,al aqsha,4,al irsyad,1,al zawari,1,al-aqsa,1,al-qarni,1,al-qassam,1,al-qur'an,5,al-quran,4,alamislami,926,alaqsa,4,alasan logis mengelilingi ka'bah,1,alasan nikah muda,1,aleppo,6,aleppoisburning,1,alexis,3,aljazeera,1,alkhusairi,1,Allah,3,Almuzzammil Yusuf,2,alquds,1,alqur'an,2,alquran,41,Alvin,1,ambulance,1,ambulans,1,amerika,7,amerika serikat,1,amien,1,Amien rais,5,anak,2,anak dilarang ke masjid,1,Anak Inggris Hafal Al-Qur'an,1,anak kembar,1,anak masjid,2,anak masjid ribut,1,anak palestina,2,anak pendeta,1,anak TK CHina baca Al Quran,1,anak-anak masjid,1,analisa,24,anggota dewan PKS,2,anggota dewan sederhana,2,anggota dprd bekasi,1,anggota odoj meninggal dunia,1,anggota parlemen,1,anggota PKI,1,Anggota TNI,1,anggota TNI Hafal Al Qur'an,1,anggota TNI Hafal Qur'an,1,angsuran bank,1,ani yudhoyono,1,anies baswedan,57,Anies sandi,8,anjing,1,anti lgbt,2,anti vaksin,7,Anya,1,aqsha,2,arab,1,arab israel,1,arab saudi,7,arab saudi jamin kesehatan warga yaman,1,arabic,3,ari purbono,1,arie untung,1,arifin ilham,3,artefak,1,as-sisi,1,asma nadia,2,asyuro,1,ataturk,1,ateisme hanya kenakalan saja,1,atheis,1,Aung San Suu Kyi,2,australia,1,Awkarin,1,ayah,8,ayat ayat cinta,2,azan,1,azan pengeras suara,1,azan turki,1,bachtiar nashir,1,bachtiar nasir,2,bahasa arab,1,baliho KB,1,bandara paris,1,bandung,7,bangkok,1,banjir,2,banjir Jakarta,1,bank riba,2,bantuan,1,bantuan kemanusiaan,1,bantuan turki,1,bantuan turki gaza,1,barat,1,barokah,1,basar asad,1,bashar asad,1,batik trusmi,1,bayan,4,bayar puasa,1,baznas,1,bds,1,bebas hutang,1,Begin Again,1,Belanda,1,belum hamil?,1,Bencana Purworejo,1,bendera,1,Bendri Jaisyurrahman,1,beras maknyus,2,berau,2,berita,4932,berita duka muhammad ali,1,berita nasional,4,beritafoto,51,bermain di masjid,1,bhiksu budha,1,bid'ah,1,bila ingin disebut Allah,1,bin,1,binali,1,birokrasi,1,bisnis,2,board of peace,1,boikot,1,boikot starbuck,2,bom,1,bom depok,1,brasil,2,Britain,1,brunei,5,budha,2,bukan negero dongeng,1,buku,19,bunda yoyoh,15,burqa,2,buruh,2,busana,1,buya hamka,5,cadar,5,caesar,1,cagub jabar,1,cahyadi takariawan,1,caisar,1,cara mendidik anak,1,charles darwin,1,Charlie Hebdo,1,chelsea,1,China,4,cicak,1,cincin,1,cinta masjid,1,cirebon,1,corona,9,covid19,2,crane,2,cupink topan,2,daerah,7,dahlan iskan,4,dakwah,148,dakwahkantor,1,davutoglu,1,ddii,1,Deen Mohammad Shaikh,1,dembaba,2,demokrasi,1,demokratis,1,denny indrayana,1,denny JA,1,depok,4,derajat,1,dewan dakwah,2,Dibutuhkan Masjid Ramah Anak,1,Didin Hafidhuddin,1,dina lorenza,1,diskriminasi,1,Dk pbb,1,doa,1,doa gempa,1,dokter,1,dokter pembersih sepatu,1,dokter Tirta,1,Domingus Roudolsifa,1,Donal Trump,1,donald trump,3,Dosen Amerika Masuk Islam,1,dosen FMIPA UNY,1,dosen katolik masuk islam,1,dprd semarang,1,Dr Zakir Naik,5,dropship dalam Islam,1,Dropship halal,1,dropship haram,1,dsp pks,1,dunia,60,dunia islam,235,duniaislam,13,duta besar israel,1,duterte,1,e-ktp,1,egi john,4,Egyptair,1,ekonomi syariah,1,ekonomisyariah,90,ektp kepercayaan,2,elang gumilang,1,embunpagi,29,Entertainment,2,erdogan,57,Erez,1,eropa,3,Esebius Pomats,1,etika membutuhkan agennya,1,Eurasia,1,event,50,facebook,3,fahmi salim,1,farid nu'man,1,Fariq Zakir Naik,1,fatih,1,fds,1,felix siau,1,felix siauw,9,Feminisme,2,feriza,1,fethullah gulen,1,film 212,6,film islami,1,film pendek,3,fiqih,1,firanda adireja,1,FISIP Universitas Indonesia,1,flp,1,forum,1,foto,1,fpi,5,FPI Gaza,1,FPI Palestina,1,FPI peduli Palestina,1,FPKS,2,fpks dprd jakarta,2,fpks Jakarta,1,freemansory,1,gadis gereja masuk islam,1,gaji halal,1,gaji kecil,1,gardu listri,1,garuda,1,gatot,3,gay,1,gaza,29,gema keadilan,1,gempa,4,gerakan,14,gereja,1,gereja katolik,1,gerhana bulan,2,gerhana bulan total,1,ghazwul fikri,6,ghilad salit,1,gnpf mui,3,gnpf ulama,1,gojek,1,good governance,1,gpmp,1,Grand Metropolitan Mall Bekasi,1,gulen,2,gus nur,1,habib rizieq,10,habib salim,2,hadits,12,hafal al-qur'an,2,Hafalan Surat Yasin,1,hafidz anah,1,hafidz anak,1,hafidz quran,1,hafiz indonesia,1,Hafiz Indonesia RCTI,1,hagia sophia,2,haji,22,hak allah,1,halal haram dropship,1,hamas,7,hamil,3,hamka,2,handhphone ViTELL,1,hary tanoesoedibjo,1,hasan al banna,1,hasyim asyari,1,headline,8085,headline nasional,4,Helvy Tiana Rosa,1,hidayah,4,hidayatullah,1,hidup,1,hidup sederhana,1,hijab,2,hijrah,20,hikmah,27,Hindu Masuk Islam,2,Hizbut Tahrir,5,Hizbut Tahrir Indonesia,1,hmi,1,hoax,4,hti,11,hti dibubarkan,1,hukum dropship,1,hukum sropshipping,1,hukuman mati,1,hutang,1,ibadah haji,1,IBF 2918,1,ibnu mubarak,1,Ibnu Riyanto,1,ibu,2,ibu walikota padang,1,icc,1,idul adha,5,idul fitri,3,idul Fitri,6,idul Fitri Muhammadiyah,1,idulfitri,2,ikhwanul muslimin,3,iklan,15,ikrar syahadat,2,ikrar syahadat di yogyakarta,1,ikrimah,1,ilmu syar'i,1,ilmuan,1,IM,2,imam,1,imam malik,1,imunisasi,1,Indahnya Masjid MALL,1,indonesia,50,indonesia abstain suriah,1,Indonesia PBB,1,Indonesia salah PKI,1,indonesia tanpa jil,2,indosat,1,infoumat,20,injil barnabas,1,innalillahi muhammad ali,1,inspirasi,737,internasional,1836,intifadhah,1,Intifaha 3,1,intoleransi,1,irak,1,iran,1,Irfan Hakim Hafiz Indonesia,1,Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri,1,irwan prayitno,3,irwansyah,1,isbal,1,isil,1,isis,1,islam,11,Islam Bersatu,1,islam bukan agama arab,1,islam liberal,1,islam papua,1,islam-download.net,1,islamediaredaksi,38,islamophobia,1,ismail haniya,1,Ismail Yusanto,1,israel,26,Israel hentikam bantuan luar negeri,1,Israel pasang kamera pengintai,1,istambul,1,istiqlal,2,istiqomah,1,istri,2,Italia,3,itikaf,3,itj,3,itj bandung,1,ITJ Jakarta,1,jamaah,1,Jamaah Tabligh,1,jamin kesehatan,1,jangan ada tebang pilih dalam kasus penistaan agam,1,jangan lakukan ini,1,janji kampanye,1,janji pemerintah,1,jepang,1,jidat hitam,1,jihad,2,jihad islam,1,jilbab,3,jilbab diskriminasi,1,jilbab pramugari,1,JK,1,jodoh,1,jomblo,1,jordania,1,jual cincin,1,jurnal ramadhan,1,jurnalistik,3,jurnalistik dakwah,1,Jusuf Kalla,2,Juventus,1,ka'bah,3,kairo,1,kajian,29,kalender arab saudi masehi,1,kalender hijriah,2,kalender masehi,1,kanada,1,kangen band,1,Kapan Muhammadiyah Lebaran,1,kapan nikah,2,Kapolda Sumsel,1,karikatur,8,kaset,1,kashmir,1,kasunanan surakarta,1,Katharina Sutarni Sutanty,1,Katharina Sutarni Sutanty masuk islam,1,katolik,1,katolik masuk islam,2,katolik merapi,1,katolik papua,1,kawin,1,kdm,1,kebakaran,1,Kebangkitan,2,kedaulatan rakyat,1,kejam,1,kekejaman PKI,1,keluarga,183,kemenag,1,kenaikan upah,1,kepala suku papua,1,Kepanduan,1,kepenulisan,1,kesehatan,44,kesultanan yogyakarta,1,ketahanan keluarga,1,Kevin James,1,KH Arifin Ilham,1,khalid,1,khalid misy'al,1,Khilafiyah,1,khitbah,1,khusuf,1,khutbah,4,khutbah idul adha,1,khutbah idul fitri,1,khutbah jumat,2,Kiai Idham Chalid,1,kiamat,1,kiblat,1,kislap,1,kitab suci,1,kitabisa,1,kiyai slamet,1,KMGP,1,knrp,20,knrp jawa timur,2,kodam,1,koin,1,komnas,1,komunis,3,komunis china,2,Komunitas aci,1,konsep diin,1,konsep kebahagiaan dalam islam,1,konstantinopel,2,korban tragedi mina asal indonesia,1,korea,1,korupsi,3,korupsi e-KTP,1,KPK,3,krl,2,kronologis penembakan al-qarni,1,kudeta,2,kudeta gagal,1,kudeta militer turki,1,kudeta turki,4,kultwit,226,kurban,2,Kuwait,1,larangan mendidik anak,1,Letkol I Wayan Arta,1,Letkol I Wayan Arta Hafal Al-Qur'an,1,LGBT,14,LGTB,1,Libya,2,Lifestyle,1,logo HTI,1,logo palu arit,2,logo pki,1,london,2,lowongan,1,LPOI,1,lukis wajah nabi,1,lukman hakim saifudin,2,ma,1,Maariya Aslam,1,mabit,2,Madinah,2,madrasah,1,mahathir,4,maher zain,1,mahmud,1,mahram,1,Mahyeldi Ansyarullah,1,Makanan,1,makkah,2,malaysia,3,malik,1,Mall Pasar Raya Manggarai,1,Malta,1,mandi wajib,1,mandul,1,manggarai,1,manhaj,16,manusia dan kebahagiaan,1,marah,1,marbot masjid,1,maroko,1,Mas Gagah,1,masjid,5,Masjid Ahmet Akseki Camii,1,masjid al aqsa,2,Masjid Al Latief,1,Masjid Al Latief Pasar Raya manggarai,1,masjid blom m square,1,masjid di turki,1,masjid gede kauman,2,masjid kokas,1,masjid nabawi,1,Masjid Pasar Raya Manggarai,1,masjid turki,2,masjidil haram,3,masuk islam,4,mata uang,1,mavi marmara,1,MCI,2,membawa anak ke masjid,1,Memeluk Islam,1,menang,1,menangis,1,mendagri tjahjo kumolo,1,mendidik anak,2,mengelilingi ka'bah,1,menghormati yang tidak berpuasa,1,menikah muda,1,meninggal dunia,3,menteri agama,3,mentoring,1,menulis,2,menuntut ilmu,1,menyebabkan stroke,1,merasa benar,1,merdeka,1,mesir,161,messi,2,Mesut ozil,1,mie babi,1,mie instant korea,1,migran,1,milad fpi,2,militer turki,1,mimpi,1,mimpi bertemu Rasulullah,1,mina,4,minta maaf PKI,1,minta maaf ramadhan,1,misyal,1,MLM haram,1,MLM itu haram,1,modern,1,mogok,1,monas,1,Mossad,1,mtq,1,mts walisongo,1,MTT,2,mualaf,46,mualaf Budha,1,mualaf center indonesia,1,mualaf hindu,1,Mualaf Hindu Masuk Islam,2,mualaf kristen,1,Mualaf Pakistan,1,muallaf,15,mudik,1,Muhamad Ali meninggal dunia,1,Muhammad Abduh Tuasikal,1,Muhammad Al Fatih,1,muhammad ali,5,muhammad ali bicara kematian,1,muhammad ali masuk islam,1,muhammad ali mati,2,muhammad ali meninggal dunia,2,muhammad ali wafat,2,Muhammad badie,1,Muhammad Najeeb Abdur Razzaq,1,Muhammadilah Idul Fitri,1,muhammadiyah,9,muhammadiyah idul fitri 2016,1,Muhammadiyah Idul Fitri 6 Juli,1,Muhammadiyah Lebaran Rabu,1,muharam,1,MUI,5,munajat 212,1,murabithun,1,mursi,7,mursyid am,1,museum,1,museum nasional,1,Muslim,11,muslim bosnia,1,muslim myanmar,2,Muslim Paris,1,muslim perancis,2,muslim rohingya,3,muslimah,48,mustafa kemal pasha,1,mutabaah harian ramadhan,1,muzammil hasballah,6,myanmar,6,Nabawi,1,nabi,2,nakes,3,nama foundation,2,nandang burhanudin,1,nasihat,96,nasioanal,1,nasional,777,nasional. palestina,1,nasional. pilgub jabar 2018,1,nasional. pks,1,nasional. spi Jakarta,3,nasonal,2,nasyid,74,nativisasi,2,nato,1,Nazia Ali,1,nenek ikrar syahadat,1,Nenek Katharina Sutarni Sutanty,1,nenek katolik masuk islam,1,nenek masuk islam,1,neno warisman,1,netanyahu,2,new york times,1,ngo,1,Nico Ardiansyah,1,nikah,109,nikah 17 tahun,1,Nikah massal gaza,1,nikah muda,1,nikah murah,1,nikah tanpa pacaran,1,nimr al nimr,1,No Other Land,1,novel baswedan,8,november,1,NU,3,nusantara,1,obama,2,odoj,18,oemar mita,1,OJOL,3,ok oce,1,oki setiana dewi,2,Okoso Zukin,1,opini,269,orang benar,1,orang merasa paling benar,1,ormas seragam tni,1,oslo,1,ottoman,3,pahlawan,1,palestin,1,palestina,1077,palestina suruah,1,palestinaterkini,64,pangeran saudi,1,pantai padang,1,panti wreda,1,papua,3,parenting,12,paris,1,parlemen,1,partai 212,3,partai berkuasa,1,partner,2,Pasar Raya Manggarai,1,PBB,3,PBB Suriah,1,pedang,1,peduli,208,pemakaman muhammad ali,1,pembunuhan ahli drone,1,pemeluk katolik masuk islam,1,Pemerintah Turki,1,pemilu,2,pemilu 2019,1,pemilu turki,1,pemimpin serbia,1,pemkot,1,pemuda papua ikrar syahadat,1,pemuda papua masuk islam,1,pemukim ilegal,1,pemukim yahudi,1,penakhlukan konstantinopel,1,Penaklukan Konstantinopel,1,penembakan,1,penemu,1,Pengadilan Surambi,1,pengajian,1,pengeras suara,2,Penghafal Al-Quran,1,pengungsi,2,pengungsi suriah,1,pengusaha golf masuk islam,1,pengusaha muslim,1,penista agama,1,penjahat peranng,1,penjajah israel,1,penyimpangan asyuro,1,peradaban,1,perancis,3,perasaan,1,perempuan peradaban,1,Peringatan Milad ke 563 Tahun Penaklukan Konstantinopel,1,pernikahan,2,perppu ormas,2,Persahabatan,1,persatuan islam,1,Persatuan Ulama Muslim Internasional,1,persis,2,philipina,1,pilgub jabar,2,pilkadadki,5,pilpres,1,Piprim Basarah Yanuarso,2,pki,4,PKI menyerang Gontor,1,pks,75,PKS Kota Tegal,1,pksmuda,1,PLN,2,plularitas,1,poligami,2,polisi sholeh,1,polisi tilawah al quran,1,politik,19,potong kuku,1,PPP,1,prabowo,1,prabowohatta,1,prancis,1,prasasti,1,Prasetyo Budi .W,1,presiden,2,presiden mesir,1,presiden pks,1,presiden Turki,1,pria suriah,1,proklamasi,1,puasa,2,puasa senin kamis,1,puasa syawal,1,pui,1,puisi,3,pulung sampah padang,1,purwokerto,1,putin,3,Putra Arifin Ilham,1,putri yusuf mansur,1,putri Yusuf Mansur Mimpi Bertemu Rasulullah,1,qatar,8,qunut,2,Qunut Shubuh,2,qur'an,3,qurban,6,r4biah,8,rabia,1,rabiah,1,Rabithah Alawiyah,1,radio,1,Radovan Karadzic,1,raja arab,1,raja faisal,1,raja salman,5,rakyat,1,ramadan,1,ramadhan,101,ramadhan 1437,1,Ramadhan di Paris,1,ramah anak,1,referendum,1,referendum turki,2,rekaman kajian,1,rekaman kajian ilmiah,1,Relawan PKS,1,remaja,46,resensi,3,resepsi mahal,1,resepsi pernikahan,1,resolusi,2,resolusi dk pbb,1,reuni 212,14,Revolusi,1,reyhan,1,reza noah,1,rezeki,1,rezeki milik siapa,1,riba,3,ridley,1,ridwan kamil,13,ridwan tulus,1,Rimpu Bima NTB,1,Rimpu Colo,1,Rimpu Mpida,1,rindu sang murabbi,1,Rodrigo Duterte,1,rohingya,14,rohis,2,rokok,1,ronaldo,1,rumah makan,1,Rumah Tangga Sakinah,1,rumah zakat,2,rusia,4,Ruu kk,1,ruu pks,4,ruutpks,2,RZ,1,sabana,1,sadiq khan,4,sakinag,1,salah alarouri,1,salaman,1,salim a fillah,4,salim segaf,1,Sally Giovani,1,Sally Giovanni,1,samuel etoo,1,sandiaga uno,8,saptuari,5,saptuari sugiharto,1,sari roti,2,sarjana,1,sastra,163,saudi,2,sayyid quthb,1,sby,2,SDIT,1,sedekah,1,sedih,1,sejarah,12,sejarah islam,4,sejarah palestina,1,sekolah,5,sekolah pemikiran islam,7,selfie,1,semarang,1,seni,9,senyum,1,setya novanto,1,shalit,1,shamsi ali,1,shaum,1,SHIELD,3,shoes and care,1,shola idul fitri,1,sholat,2,sholat ashar,1,sholat berjamaah,2,silatnas 2017,1,sim gratis,1,sirah,1,siroh,52,smart171,1,Smartphones,1,soeharto,1,soekarno,1,sohibul iman,4,solo,2,somalia,2,Sonia Ristanti,1,sosial,2,spanduk,1,SPEED,1,spi,12,spi bandung,11,Spi fatahillah,1,spi jakarta,38,SPI Tangerang,1,spj,1,sri lanka,1,steven indra wibowo,1,suami sholeh,1,suara ibu,1,suara pembaca,1,suarapembaca,107,sudah hamil?,1,Sudan,2,sudrajat syaikhu,2,sukmawati,18,sukmawatii,1,suku pedalaman,1,suku wana,1,sulawesi tenggara,1,suleiman,1,sultan murad,1,sumbar,1,sundar,1,surah,1,surahman hidayat,1,suriah,26,suster katolik,1,swedia,1,swiss,2,syafii antonio,2,syahadat,3,syahid,1,syaikh yusuf al-qaradawi,2,syam,1,Syamsul Falah,1,syariah,145,syariat,1,syawal,1,syeik al-qarni,1,Syeikh Al-Qarni,1,syekh,1,syiah,7,Syiekh Sholah al Budair,1,taaruf,2,taat suami,1,Tabloid Indonesia Barokah,1,tabrakan mobil di saudi,1,tahuidullah,1,takdir,1,tanpa riba,3,tanyajawab,75,tarbawi,45,tarhib,1,tato,1,taujih,2,taujih online,53,Tausyiah,17,Tech,6,tedc,1,teheran,1,teknologi,4,teladan,91,Telkomsel,2,tenggelam,1,tentang dahlan iskan,1,Tentang Oki Setiana Dewi,1,Tentara,1,tentara israel,1,Tentara Korea,1,tepi barat,1,tere liye,2,teror,2,teuku wisnu,4,thulabiy,133,tidur,1,tidur sahur stroke,1,tidur setelah sahur,1,tikam,1,tilawah,3,time,1,timur tengah,1,tinggalkan riba,1,tips,9,tips menulis,1,tips trik menulis,1,Tirta Mandira Hudhi,1,TNI,4,togutil,1,tokoh,16,tol bawah laut,1,toleransi,1,tolikara,1,tqd,11,tradisi bid'ah,1,tragedi,2,trump,7,Tsabit bin Ibrahim,1,tsaqofah,142,tsunami,2,tukang sayur,1,tuna rungu mualaf,1,tunahan kuzu,1,tunisia,1,turki,72,tvone,1,ubn,1,uganda,1,ui,1,uighur,3,ukhuwah,11,ukmi,1,ulama,1,ulil,1,Ulil Abshar Abdala,1,umahat,62,umar,1,umar bin abdul azis,1,umat,14,Ummi Pipik,1,Unesco,2,uni eropa,1,Univsersitas Islam Gaza Palestina,1,upah minimum,1,usradz Firanda adirja,1,ustadz,66,ustadz abdul somad,20,ustadz adi hidayat,8,Ustadz Arifin Ilham,4,ustadz Felix,4,ustadz hanan attaki,1,Ustadz Hasan Lubis,1,ustadz hilmy,1,ustadz zulkifli,1,utang,1,utsmani,1,vaksin,8,van damme,1,video,18,vitell logo pki,1,wahabi,1,wahyu dan kenabian,1,wali kota padang,1,walid,1,Walikota Bogor Bima Arya,2,walikota muslim london,1,walikota padang,1,walimah murah,1,wanita amerika,1,warga amerika ikrar syahadat,2,warga gaza,1,warga palestina,1,warga suriah,1,warga yaman,1,wawancara,37,White helmet,1,wilders,2,wirausaha,17,Wirda Salamah Ulya,1,Wirda Yusuf Mansur,1,worldview islam,2,xinjiang,1,Yaminah Elsyaib,1,Yasser arafat,1,Yerussalem,3,yudas iskariot,1,yunani,1,yusuf alqaradawi,1,yusuf mansur,1,Yusuf Qaradawi,1,yvonne,1,zakat,6,Zakir Naik,8,
ltr
item
Islamedia - Media Islam Online: Perjuangan "Perempuan Indonesia" Menggunakan Jilbab 20 tahun Silam
Perjuangan "Perempuan Indonesia" Menggunakan Jilbab 20 tahun Silam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiROB2RsIhns72XK3HLZ4QWH_giVJbFVEIY3s8lVpz78NFRKV88eo9744ZF_B41ol40RCWrGI82DMhFUQaCKdgxO0HSMOIKIpK9KVcpqvcY39EdC3Zp-EVVFIc-aEsOkVQUmJVSqExrEQ/s320/jilbab.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiROB2RsIhns72XK3HLZ4QWH_giVJbFVEIY3s8lVpz78NFRKV88eo9744ZF_B41ol40RCWrGI82DMhFUQaCKdgxO0HSMOIKIpK9KVcpqvcY39EdC3Zp-EVVFIc-aEsOkVQUmJVSqExrEQ/s72-c/jilbab.jpg
Islamedia - Media Islam Online
https://www.islamedia.id/2011/09/perjuangan-perempuan-indonesia.html
https://www.islamedia.id/
https://www.islamedia.id/
https://www.islamedia.id/2011/09/perjuangan-perempuan-indonesia.html
false
4462325520328585611
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content