Pemerintah Palestina Resmi Kecam Kunjungan Yahya Staquf ke Israel


Islamedia Kecaman terhadap tokoh NU Yahya Cholil Staquf tak hanya berasal dari gerakan HAMAS dan FATAH, secara resmi Pemerintah Palestina.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras Yahya Cholil Staquf yang memenuhi undangan Israel menjadi pembicara dalam Acara AJC (American Jewish Comittee) Global Forum di Israel, ahad(10/6/2018).

(baca : HAMAS Kecam Keras Kunjungan Tokoh NU ke Israel).

Kehadiran Staquf merupakan pukulan keras, bukan hanya untuk Palestina, tapi juga untuk pemerintah Indonesia, yang menurut mereka sudah sangat kuat mendukung Palestina.

"Partisipasi dalam acara ini merupakan pukulan bagi Palestina dan Yerusalem, dan bagi Republik Indonesia, negara Islam terbesar di dunia, yang menyelenggarakan KTT OKI Luar Biasa ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif pada tahun 2016, dan Konferensi Internasional tentang masalah Yerusalem pada tahun 2015, dan yang selalu membela Yerusalem dan isu-isu Palestina," ujar Kemlu Palestina, sepeti disindonews Rabu (13/6/2018).

Kemlu Palestina menyatakan bahwa apa yang dilakukan Staquf bertentangan dengan posisi pemerintah Indonesia dan orang-orang yang ramah di Indonesia, yang selalu menyatakan penolakan mereka terhadap pendudukan dan kebijakannya, menghubungkan setiap perkembangan atau perubahan dalam hubungan dengan mengakhiri pendudukan Israel atas semua orang Palestina dan Wilayah Arab, dan pembentukan Negara Palestina dengan ibukotanya Alquds Alsharif, sesuai dengan Prakarsa Perdamaian Arab dan resolusi yang relevan dari legitimasi Internasional.

(baca : Selain HAMAS, FATAH Kecam Keras Kedatangan Staquf di Israel).

Meskipun demikian Kemlu Palestina yakin bahwa mayoritas rakyat Indonesia masih mendukung perjuangan rakyat Palestina dan tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral Palestina-Indonesia.

"Pihak Palestina menganggap peristiwa ini sebagai bagian dari kampanye Israel menyesatkan yang ditujukan untuk tampil dengan wajah yang beradab dan budaya yang menyerukan perdamaian, konvergensi dan dialog antaragama, pada saat Israel telah bertahan selama beberapa dekade dengan pelanggaran dan kejahatan terhadap rakyat Arab Palestina dari Muslim dan Kristen, dan kesuciannya di Yerusalem dan seluruh Palestina," ucapnya.

Lebih lanjut Kemlu Palestina menegaskan seharus Staquf saat mengunjungi Yerusalem di bawah bendera Palestina, dan berkoordinasi dengan pihak Palestina dan lembaga-lembaga spiritual Islam dan Kristen, bukannya mengizinkan Israel untuk meneruskan proyek normalisasi di bawah subjek agama dan budaya dan menerima untuk menjadi alat normalisasi oleh pendudukan Israel atas kekudusan Islam dan Kristen.

Seperti diketahui, Yahya Cholil Staquf yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi pembicara dalam American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Israel, pada hari ahad(10/6/2018), yang dibuka oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Bahkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin menolak keras atas langkah Yahya Cholil Staquf yang memenuhi undangan Israel dan memberikan pidato di forum America Jewish Commitee (AJC). 

(baca : Ketua MUI : Kami Tidak Mendukung Apa yang Dilakukan Staquf di Israel).

[islamedia].