UIN Yogyakarta : Mahasiswi Bercadar Diminta Mundur, Jika Dibina Tetap Tak Berubah


Islamedia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN-Suka) Yogyakarta mengeluarkan kebijakan baru yaitu akan melakukan konseling terhadap puluhan mahasiswi bercadar yang berada di kampus. Jika setelah konseling mahasiswi tersebut terindikasi berpaham radikal, pihak kampus akan mengambil sanksi tegas mengeluarkan dari kampus.

Pihak Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, memaparkan bahwa tim konseling yang akan dibentuk terdiri dari lima dosen di setiap fakultas. Para dosen tersebut berasal dari berbagai bidang studi dan ditugaskan memberikan arahan kepada mahasiswi bercadar.

"Timnya sekitar 5 (dosen) dari fakultas, nanti anak dikonseling. Kalau sampai 7 kali masih pada pendiriannya, kita minta mereka mengundurkan diri (dari kampus)," ujar Yudian di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, seperti dilansir detik, Senin (5/3/2018).

Menurut Yudian, pihaknya mengambil kebijakan mendata mahasiswi bercadar di kampus karena belakangan ini marak berkembang ideologi radikal yang tidak sesuai dengan esensi Islam dan budaya keislaman di Indonesia.

Selain untuk meluruskan paham atau ideologi radikal yang diduga berkembang di kalangan mahasiswi bercadar, kebijakan pendataan ini diambil kampus untuk mempermudah administrasi kampus. Termasuk administrasi saat kampus menyelenggarakan ujian.

"Siapa yang bisa menjamin waktu ujian itu benar dia orangnya, bisa saja kan bisa orang lain. Saat pertama kali masuk kampus dulu setiap mahasiswa juga sudah menyatakan sanggup mematuhi aturan yang ada di kampus," papar Yudian.

Hingga saat ini jumlah mahasiswi bercadar di UIN Sunan Kalijaga, kata Yudian, memang cukup banyak. Berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan pihak kampus, tercatat ada sekitar 42 mahasiswi bercadar di 8 fakultas di kampus tersebut.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ada 6 orang, Fakultas Syari'ah dan Hukum 8 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora 6 orang, Fakultas Ushuluddin 5 orang, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya 3 orang, Fakultas Tarbiyah 8 orang, Fakultas Dakwah empat dan Fakultas Sains dan Teknologi 2 orang.

Sementara salah satu mahasiswi bercadar di UIN Sunan Kalijaga, Umi Kalsum, mengaku tidak keberatan dengan pendataan yang dilakukan pihak kampus. Namun, dia keberatan bila sampai pihak kampus melarangnya bercadar apalagi mengancam mereka yang bercadar dikeluarkan dari kampus.

"Kalau ada mahasiswi bercadar yang dikeluarkan dari kampus ya saya keberatan. Karena kita punya hak memakai cadar," tegas Umi Kalsum yang merupakan mahasiswi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. [islamedia].


Baca Ini Juga ...: