Perjalanan Felix Y. Siauw Menemukan Iman dan Islam



Islamedia.co -  Felix Y Siauw seorang inspirator Islami, pengisi acara inspirasi iman TVRI sekaligus penulis buku best seller berbagi kisah perjalanan rohaninya dalam menemukan iman dan islam dihadapan ribuan jemaah dalam Tabligh Akbar bertema 'Menemukan Islam, Menebar Dakwah' di Majid Jogokariyan Yogyakarta, Minggu (30/11/2014).

Berasal dari keluarga non Islam, Felix merasa gundah terhadap konsep Tuhan di agamanya dulu. Karena tak menemukan apa yang diinginkan, Felix kemudian mencari tahu dengan mempelajari semua kitab suci agama.

Sebelum menemukan Islam, banyak pertanyaan dalam benaknya tentang eksistensi Tuhan, proses penciptaan manusia dan keberadaan alam semesta (bumi, planet dan galaksi).

Saat memasuki bangku perkuliahan, keinginan untuk menemukan Tuhan yang sesungguhnya semakin kuat. Berawal dari peristiwa pengeboman gedung WTC September 2001, Felix penasaran dengan munculnya nama Osama bin Laden. Dan ketika menyambangi salah satu kos-kosan temannya, ia menemukan nama Bin Laden terpampang di pintu kamar teman tersebut.

"Saya saat itu penasaran dan bertanya siapa Osama Bin Laden kepada teman saya," kata Felix. Mulailah dari situ Felix berinteraksi dengan Islam. Ketika berdiskusi, Felix sangat terkejut bahwa agama Islam mengatur segala urusan kehidupan hingga persoalan pergaulan antara pria dan wanita. "Dalam Islam, pergaulan pria dan wanita diatur sangat detail, dan itu tidak ditemukan di agama lain," ujarnya seperti dikutip Krjogjacom.

Felix kemudian diajak oleh temannya bertemu ustad muda bernama Fatih Karim. Disitulah, Felix mulai menemukan apa yang selama ini dicari-cari. Sang Ustad menunjukkan kepada Felix Surat Al-Baqarah ayat 2 yang menjelaskan bahwa Alquran adalah kitab dimana tidak ada sedikitpun keraguan di dalamnya sekaligus petunjuk bagi yang bertakwa.

Ia juga semakin yakin bahwa Alquran adalah perkataan Allah (Kalamullah) yang diwahyukan kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril dengan ditunjukkannya sebuah ayat (Al-Baqarah: 23) yang isinya tentang kebenaran Al-Quran. Dalam ayat itu, Alquran menantang manusia yang mengingkarinya untuk membuat satu ayat yang bisa menyamai Alquran.

"Saya menjadi yakin dengan Islam karena hanya agama Islam lah yang bisa memuaskan akal dan menetramkan hati, dengan bukti-bukti (dalil)," katanya.

Felix kemudian memutuskan untuk bersyahadat dan masuk Islam. Saat melakukan salatnya yang pertama, Felix sangat merasakan ketentraman hati. "Saat sujud, naluri untuk menghamba kepada Allah begitu terpuaskan," katanya. Namun ia menyayangkan, banyak umat muslim yang tidak merasakan seperti yang ia rasakan dalam berislam. [gie/krjogja]