Hujan Lebat Tak Surutkan Semangat Peserta Kuliah Perdana SPI Bandung


Islamedia Kuliah perdana Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung Angkatan ke-5 telah dilaksanakan Kamis (14/02) malam, bertempat di. PPPPTK IPA, Newton Room, Bandung. Kuliah ini dihadiri oleh peserta SPI yang sudah dinyatakan lolos seleksi sebelumnya. Para peserta sangat bersemangat menghadiri perkuliahan meskipun Bandung dilanda hujan deras dan. 

Kuliah dibuka dengan tilawah oleh Ahmad Wali Radhi, kemudian kata sambutan oleh Raka Rendragraha Abiasa yang mewakili Kepala SPI Bandung yang tak bisa hadir karena sedang dirawat. Setelah itu, materi kuliah disampaikan oleh Akmal Sjafril yang juga merupakan Kepala SPI Pusat.

"Musuh pemikiran kita saat ini adalah kaum Yahudi, Nasrani, serta umat Islam yang mengikuti mereka. Ghazwul Fikri adalah perang yang halus, mengubah cara berfikir umat Islam step by step seperti cara berfikirnya orang kafir", ujar Akmal saat menjelaskan sebagian makna dari ayat ke-120 dalam Surat Al-Baqarah saat membuka kuliahnya.

Kuliah perdana kali ini masih berupa pendahuluan yang memperkenalkan SPI kepada para peserta. Menurut Akmal, SPI merupakan sebuah respon intelektual untuk menghadapi tantangan pemikiran yang mendera umat Muslim Indonesia di masa kini. 

Contohnya saja, selama ini banyak dari kita yang masih tertipu oleh informasi hoax di media sosial. Bahkan banyak yang menyebarkan hadits yang tidak benar adanya. Kalau ada tercatat nama Rasulullah di dalamnya dan tidak yakin benar jangan disebarkan. Jangan seenaknya bilang ambil hikmahnya saja", ujar Ustaz Akmal mencairkan suasana. 

Akmal juga tidak lupa menjelaskan materi kuliah semester 1 dan 2, metode kuliah dan tata tertib SPI. Erlin, seorang mahasiswi tingkat akhir di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, memberikan apresiasi atas kuliah perdana ini. "Saya sudah pernah mengikuti kegiatan seperti ini sebelumnya, tapi Sekolah Pemikiran Islam ini lebih terstruktur dan sistematis", ujar Erlin.

Setelah semua materi kuliah disampaikan, masing-masing peserta diminta untuk memperkenalkan diri. Ternyata, di antara seluruh peserta angkatan ke-5 SPI Bandung ini, ada yang masih siswa SMA, mahasiswa, pekerja, bahkan ada seorang lelaki paruh baya yang masih bersemangat mengikuti kuliah perdana ini.

Banyak dari peserta kuliah yang mulai merasakan keseruan setelah mengikuti kuliah perdana SPI ini. Contohnya adalah Sausan, mahasiswi tingkat tiga di jurusan Astronomi ITB. "Kuliahnya seru, sesuai dengan ekspektasi bahwa kita diberikan alur berpikir yang logis dengan contoh-contoh yang dekat", ujar Sausan. 

Sebagian peserta mengaku bahwa dirinya pernah berpikir seperti orang liberal dan tidak sabar menunggu kejutan selanjutnya dari materi SPI, meskipun harus mengerjakan dua tugas setiap minggunya. [ninda/abe/islamedia]

Baca Ini Juga ...: