Haris Azhar : Aneh Pemeriksaan Rocky Gerung Jelang Pemilu


Haris Azhar : Aneh Pemeriksaan Rocky Gerung Jelang Pemilu
Islamedia Aktivis HAM Haris Azhar mengungkapkan ada yang janggal dengan pemanggilan Rocky Gerung atas kasus kitab suci 'fiktif'. Sebab kasus ini kembali dibuka jelang Pemilu 2019.

"Cukup aneh jadi ya, enggak tahu nih ada apa. Kok ya pas mau dekat dekat pemilu baru di periksa," kata Haris di Polda Metro Jaya, seperti dilansir cnnindonesia Jumat (1/2/2018).

Haris menyebut indikasi keanehan lantaran kasus ini terjadi pada 2018. Sementara pemanggilan terhadap Rocky baru dilakukan awal 2019 atau sekitar tiga bulan menjelang Pemilu.


"Durasi waktu yang cukup lama ini juga sebenarnya ada apa, kita enggak tahu, sampai waktu begitu lama ya kan," jelas dia.

Mantan Koordinator KontraS ini juga menduga diangkatnya kasus ini karena ada desakan dari oknum-oknum di luar penegak hukum. Sebab diketahui Rocky adalah salah satu orang yang kritis jelang Pemilu 2019.

"Rocky Gerung adalah orang yang memang cukup kritis mengisi perdebatan di masa-masa Pemilu ini, ya memang agak susah juga," ujar Haris.

Terlepas ada atau tidaknya unsur politis, Haris tak ingin berspekulasi lebih jauh. Ia dan Rocky fokus kepada proses pemeriksaan yang hari ini sedang dijalani oleh kliennya tersebut.

"Kita santai saja kok, kan ini klarifikasi diawali dengan penjelasan pihak pemeriksa dalam hal ini polisi, katanya klarifikasi masih penyelidikan," jelas Haris.

Haris menambahkan dalam pemeriksaan ini, penyidik masih menggali tentang peristiwa yang dilaporkan dan muatan dugaan pelanggaran pidana di dalamnya. Setidaknya ada 14 pertanyaan yang dilempar penyidik kepada Rocky.

"Pertanyaan ke-8 dan 9 mulai masuk ke subtansi. (Saat pemeriksaan) santai, dapat kopi dan pisang goreng tadi kita," ujar dia.

Kasus kitab suci fiksi yang melibatkan Rocky Gerung sudah berjalan sangat lama, yakni sekitar April 2018 dari awal pelaporan. Saat itu polisi menerima laporan Jack Boyd Lapian dengan nomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 dengan sangkaan melanggar Pasal 156a KUHP.

Pada Rabu 11 April 2018, Rocky juga dilaporkan atas tuduhan yang sama oleh Permadi Aria alias Abu Janda di Polda Metro Jaya. Laporan Abu Janda itu diterima dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018. [islamedia].