9 Anggota Ikhwanul Muslimin Dieksekusi, Erdogan Marah Besar ke Rezim As-Sisi Mesir


Islamedia Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras Presiden Mesir hasil kudeta Abdul Fattah al-Sisi atas eksekusi 9 anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir. Langkah Mesir benar-benar tidak dapat diterima

"Mereka membunuh sembilan orang-orang muda baru-baru ini. Ini bukan sesuatu yang dapat kita terima," ujar Erdogan dikutip Aljazirah, Ahad (24/2/2019).

Sembilan anggota IM dihukum dengan tuduhan aneh yakni melakukan pembunuhan terhadap jaksa penuntun umum Mesir pada 2015. 

Erdogan menilai, keputusan pengadilan, pemilihan umum, dan bahkan keadilan di Mesir adalah omong kosong belaka.

Menurutnya Mesir menggunakan sistem otoriter, bahkan totaliter. Hingga kini, Erdogan menolak melakukan pembicaraan dengan Sisi.

"Sekarang, saya menjawab pertanyaan mengapa Erdogan tak berbicara dengan Sisi? itu karena ada mediator yang datang ke Turki. Dan saya tidak akan pernah berbicara dengan seseorang seperti dia (Sisi)," ujar Erdogan.

Hubungan antara kedua negeri sejak lama tak akur sejak militer Mesir yang kemudian dipimpin Sisi, menggulingkan sekutu Erdogan, Presiden Muhammad Morsi yang terpilih secara demokratis pada 2013.

Seperti diketahui ratusan anggota IM dijatuhi hukuman mati, sementara Mursi dan tokoh-tokoh IM lainnya menghadapi tuntutan pengadilan. Sejak itu, Mesir melarang Ikhwanul Muslimin dan menuduh sebagai organisasi terlarang pada Desember 2013.

Hukuman mati tidak sedikit dijatuhkan pada persidangan massal yang melibatkan ratusan terdakwa yang berlangsung hanya beberapa hari saja. Erdogan pun langsung menyerukan pembebasan tahanan Ikhwanul muslimin di Mesir.

"Pertama-tama, dia harus membebaskan semua orang yang dipenjara dengan amnesti umum. Selama orang-orang ini belum dibebaskan, kita tidak akan dapat berbicara dengan Sisi," katanya.

Erdogan juga menyerang negara-negara Barat yang, katanya menutupi Sisi dan menutup mata terhadap eksekusi terbaru di Mesir. "Di mana orang Barat? Apakah kamu mendengar suara mereka?" katanya.



sumber : republika


[islamedia].

Baca Ini Juga ...: