Terus Meningkat, Jumlah Muslim di Rusia Tembus 25 Juta Jiwa


Islamedia Populasi pemeluk Islam di Rusia terus memperlihatkan kenaikan dari tahun ke tahun, hingga saat ini diperkirakan jumlah Muslim RUsia menembus angka 25 juta jiwa atau 18% dari total penduduk Rusia yang menginjak angka 144,5 juta.

Angka tersebut jauh melampaui negara-negara nonmuslim Eropa lainnya. Berdasar kan Institut Nasional untuk Pengkajian Demografi Prancis, jumlah muslim di Prancis sekitar 8,5 juta orang pada 2017. Adapun di Inggris diperkirakan mencapai 3,4 juta orang. 

Seperti dilansir sindonews jum'at(14/12/2018), Wakil Kepala Aparatur Dewan Mufti Rusia, Renat Abyanov, mengatakan kenaikkan ini tidak terlepas dari angka kelahiran keluarga muslim yang cukup tinggi. Selain itu, warga muslim tidak meminum alkohol yang sering menjadi penyebab kecelakaan mematikan di Rusia. “Angka perceraian di antara keluarga muslim juga sangat kecil,” ujar Abyanov melalui penerjemah di Moskow. 

Jumlah umat muslim kian banyak karena para imigran dari negara pecahan Uni Soviet yang berpenduduk muslim juga berdatangan ke sini,” tambahnya. 

Mayoritas muslim di Rusia merupakan warga asli, bukan imigran dari Asia atau Afrika. Sejak tahun 2000, animo warga Rusia untuk mengetahui Islam cukup tinggi dan terus meningkat. Mereka mendatangi masjid-masjid dan tidak sedikit yang menjadi mualaf. Salah satu masjid paling bersejarah di Rusia ialah Masjid Agung Moskow. Dibangun pada 1904, masjid Tatar itu mengalami beberapa kali rekonstruksi, termasuk pada 2011. 

Meski menuai kontroversi, rekonstruksi masjid itu berjalan lancar dan rampung pada 2015. Ketika Rusia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, keberadaan Masjid Agung Moskow sempat terancam karena Stadion Luzhniki akan diperluas. Namun, berkat perjuangan warga muslim lokal dan beberapa kedutaan besar, rencana penggeseran pun dibatalkan. 

Sebagai tempat ibadah utama warga muslim setempat, Masjid Agung Moskow sering kebanjiran jemaah hingga 100 ribu orang selama Hari Raya Idul Fitri. Dengan kapasitas terbatas, sebagian jemaah pun tumpah menuju trotoar, jalan raya, hingga apartemen. “Masjid ini hanya dapat menampung 10.000 jemaah,“ kata Abyanov. [islamedia].