Amnesty International Desak Investigasi Pelanggaran HAM Junta Militer Mesir -->

Amnesty International Desak Investigasi Pelanggaran HAM Junta Militer Mesir

Admin
Rabu, 11 September 2013

http://www.instablogsimages.com/1/2012/05/17/1337238124.jpg

Islamedia - Perwakilan dari Amnesty International di Jenewa, Peter Splinter (10/9/2013) menerangkan ada 1.089 orang yang tewas dalam periode 14 hingga 18 Agustus saat pembubaran paksa aksi demonstrasi damai di Rabia Al Adawiya dan di An Nahda. 

Menurutnya, banyak dari korban meninggal akibat serangan pasukan Militer Mesir yang menggunakan kekuatan mematikan berlebihan, tidak proporsional dan tidak bisa ditolerir. 

Organisasi HAM itu menuntut adanya investigasi independen terkait peristiwa pembunuhan, penyiksaan dan pelanggaran kebebasan berekspresi dan berkumpul di Mesir. Selain itu, lembaga itu juga menganggap bahwa penahanan Presiden Mohamed Morsi Juli lalu telah memunculkan gelombang kekerasan politik yang besar, dan pasukan keamanan gagal mencegah serangan kalangan non Muslim. 

Sementara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay kembali menyerukan pentingnya digelar penyelidikan independen atas pembunuhan di Mesir, dan mengirim tim investigasi untuk menilai situasi. 


"Cara untuk mencapai stabilitas di Mesir tergantung pada kemampuannya menetapkan aturan hukum secara komprehensif yang diakui oleh seluruh warga Mesir, terlepas dari pandangan politik mereka, gender, agama atau status, sebab merekalah yang memiliki kepentingan terhadap masa depan Mesir," jelasnya.

Selain itu, empat NGO HAM di Mesir juga mengecam pengadilan sipil di pengadilan militer atas tuduhan pelanggaran serangan terhadap tentara. 


Mereka menuntut agar pemerintah Mesir tidak mengadili kalangan sipil di pengadilan militer.

Seperti diberitakan, pengadilan militer Mesir telah memutuskan (10/9/2013) untuk menghukum anggota Ikhwanul Muslimin dengan penjara seumur hidup, dan tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun. 


Sedangkan 48 orang IM lainnya dijatuhi hukuman penjara mulai dari lima sampai sepuluh tahun atas tuduhan serangan terhadap tentara.[LNA/Tajuk.co]