Mubarak dan Keluarganya Dilarang Keluar dari Mesir



http://newspapersafrica.com/img/Mubarak-family.jpg
Islamedia - Senin Kemarin (28/02) Jaksa Agung Mesir Abdul Majid Mahmud mengeluarkan keputusan melarang mantan presiden Husni Mubarak dan keluarganya pergi ke luar negeri. Keputusan ini dikeluarkan setelah diterimanya sejumlah laporan mengenai tuduhan korupsi terhadap diri sang mantan presiden dan keluarganya.


Reuters melansir keterangan Juru Bicara Kejaksaan Agung Adil Al-Saeed, bahwa Jaksa Agung telah mengeluarkan perintah pelarangan kepada Mubarak dan keluarganya untuk bepergian, karena penyelidikan sedang dilangsungkan atas laporan-laporan mengenai tuduhan korupsi yang dilakukan dirinya dan keluarganya.

Adil Al-Saeed tidak merincikan laporan-laporan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa perintah resmi telah dikeluarkan. Perintah ini juga mencakup reservasi dana Mubarak dan keluarganya.

Pekan lalu, Jaksa Agung meminta Menteri Luar Negeri Mesir Ahmad Aboul Gheit untuk membekukan aset mantan presiden, istri dan kedua anaknya. Ini adalah langkah awal yang bertujuan untuk menelusuri keberadaan harta sang mantan presiden setelah sebelumnya bank-bank di Swiss membekukan asetnya dan orang-orang terdekatnya.

Jaksa Agung juga memerintahkan menteri luar negeri agar meminta negara-negara asing—secara diplomasi—untuk membekukan rekening dan aset Husni Mubarak, istri (Suzanne Mubarak), serta kedua anak (Ala' dan Jamal) dan menantunya (Heidi Majdi Rasikh dan Khadijah Mahmud Jamal(.

Seorang sumber dari pejabat kehakiman mengatakan bahwa Jaksa Agung mulai bergerak cepat setelah menerima sejumlah laporan akan besarnya kekayaan mantan presiden dan keluarganya yang sebagian besar disimpan di luar negeri. Jaksa Agung juga meminta data-data kepada para pelapor terkait harta kekayaan Husni Mubarak.

Sejak hari kelengserannya 11 Februari lalu, Mubarak menetap di Syarmu Syaikh, daerah pesisir Laut Merah. Ia menyatakan komitmennya untuk tetap tinggal di Mesir bahkan menolak tawaran beberapa negara yang bersedia menerimanya.

Pelarangan Mubarak beserta keluarganya keluar dari Mesir dan penyelidikan terhadap kasus korupsinya ini senada dengan tuntutan rakyat yang diserukan Jumat lalu di Lapangan Tahrir. (am/imo)