Biografi Almarhum Ustadz Yusuf Supendi


Islamedia - Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun, Ustadz Yusuf Supendi dikabarkan meninggal dunia pada hari Jum'at, 3 Agustus 2018, sekitar pukul 06:00 di Jakarta.

Terlepas dari berbagai aktifitas Almarhum yang menuai pro dan kontra semasa hidupnya, Ustadz Yusuf memiliki jasa besar terhadap dakwah Islam di Indonesia.

Berikut ini biografi lengkap Ustadz Yusuf Supendi

ustadz yusuf supendi meninggal



Ustadz Yusuf Supendi merupakan salah satu generasi pertama dari gerakan Tarbiyah yang ada di Indonesia, yang di kemudian hari berubah bentuk menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Beliau lahir di Bogor, tepatnya pada tanggal 15 Mei 1958.

Keluarganya merupakan keluarga besar ulama, dan pamannya, K.H. Sholeh Iskandara, merupakan ulama besar di Bogor. Ustadz Yusuf Supendi memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Hajar Bogor.

Sejak kecil, beliau memang dikenal sebagai pribadi yang berani dan punya nyali. Pada waktu masih kelas 5 dan 6 SD, bahkan beliau sudah sering berkelahi gara-gara main bola.

Minat mendalami agamanya semakin meningkat setelah beliau melanjutkan pendidikannya di Pesantren Daruh Falah milik pamannya. Ustadz Yusuf Supendi memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa karena pada waktu itu, di bawah bimbingan K.H. Ahmad Rifai Yasin, beliau mampu menghafal seluruh (30 juz) Al Quran hanya dalam waktu 11 bulan.

Ustadz Yusuf Supendi mampu menghafalkan 4 halaman sekaligus setiap harinya, sedangkan santri lain rata-rata menghafal sebanyak 1 halaman setiap harinya.

Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 1977, Ustadz Yusuf bersikeras untuk pergi melanjutkan pendidikannya di Saudi Arabia. Syarat untuk ke Saudi tanpa orang tua adalah minimal berumur 19 tahun, sedangkan beliau pada waktu itu masih berumur 18 tahun. Namun Ustadz Yusuf tetap bersikeras, dan beliau berangkat hanya dengan bermodal visa transit 3 hari. Tujuan pertama yang beliau datangi adalah KBRI, dengan harapan mereka bisa membantu beliau untuk melanjutkan pendidikan di sana.Sesampainya di KBRI, sang Dubes malah menyuruh beliau pulang.

Barulah pada tahun 1979, Ustadz Yusuf Supendi bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh. Selain menjadi aktivis dakwah di Saudi, beliau juga pernah memegang posisi Ketua Ikatan Mahasiswa Asia Tenggara, dan dari itulah Ustadz Yusuf Supendi bisa mengenal banyak aktivis dakwah dari berbagai daerah. Pada tahun 1985, beliau berhasil menyelesaikan kuliahnya dan pulang kembali ke tanah air.

Beliau menikah dengan Umi Widhiyani dan dikaruniai 5 anak. Beliau bersama Hilmi Aminudin dan Salim Asegaf al Jufri akhirnya mendirikan gerakan yang lebih dikenal sebagai gerakan Tarbiyah, cikal bakal dari partai PKS.

Ustadz Yusuf juga pernah menjadi Wakil Ketua dan anggota Dewan Syariah PKS peroide 2000-2010. Pada periode 2004-2009, Ustadz Yusuf juga pernah merasakan menjadi wakil rakyat dari Fraksi PKS dari Dapil IV kabupaten/kota Bogor Jawa Barat.

Pendidikan

 MI Ibnu Hajar Bogor
 SMP Pondok Pesantren Darul Falah Bogor 1971
 Pondok Pesantren Darul Falah Bogor 1971-1976
 Univ. Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh Saudi Arabia 1985


Karir

 Penerjemah Arab-Indonesia –Arab 1996-1988
 Wakil Direktur Lembaga Bantuan International Saudi Arabia 1991-1992
 Dosen Univ. Ibnu Khaldun Bogor 1986
 Dosen dan Ketua STAIDI Al-Hikmah 1992-kini
 Anggota Dewan Syariah PKS peroide 2000-2010
 Anggota Komisi III DPR
 Anggota komisi X DPR
 Badan legislasi DPR


Penghargaan
 Penghargaan sebagai Aktifis kemahasiswaan Univ. Imam Muhammad Ibn Saudi Arabia 1985.


[islamedia].

Baca Ini Juga ...: