Bagaimana Sebenarnya Ucapan Idul Fitri Sesuai Sunah ?


Ucapan Idul Fitri 2018

Islamedia Ramadhan sudah memasuki hari ke-26 atau 4 hari lagi Idul Fitri 2018 Masehi atau 1439 Hijriah menjelang.

Aktivitas netizen diramaikan dengan saling bertukar ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, baik melalui Facebook, Whatsapp, Twitter maupun Instagram.

Bagaimana sebenarnya Ucapan Idul Fitri yang disarankan oleh para ulama dan tidak bertentangan dengan sunnah Rasulullah?

Dalam beberapa riwayat, para Sahabat Nabi biasa menyampaikan ucapan selamat hari raya dengan ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” yang maknanya : Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian.



Kartu Ucapan Idul Fitri


Berikut ini sejumlah dalil yang mendasarinya:


Imam Ahmad rahimahullah berkata,


وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka”.

Imam Malik ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” atau “Ghafarallahu lana wa laka.” Beliau menjawab, “Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya.” (At-Taj wal Iklil, 2:301)


Dari Jubair bin Nufair; beliau mengatakan, “Dahulu, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila saling bertemu pada hari raya, saling mengucapkan:
َتقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ

Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.” (Sanadnya hasan; Fathul Bari, 2:446)

Meskipun dianjurkan menyampaikan ucapan : Taqobbalallahu minna wa minkum” , bagi umat Islam yang menyampaikan Selamat Idul Fitri atau Selamat Hari Raya atau ucapan doa kebaikan lainnya tidak ada larangan.

Seperti perkataan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah saat ditanya, “Apa hukum mengucapkan selamat hari raya? Lalu adakah ucapan tertentu kala itu?


Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah  menjawab, “Ucapan selamat ketika hari raya ‘ied dibolehkan. Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa).”[4]


[islamedia].



Baca Ini Juga ...: