Berani Lumpuhkan Begal Bekasi, Santri Pesantren Ini Terima Penghargaan dari Polisi


Islamedia Santri asal Pondok Pesantren Darul Ulum, Bandungan, Pakong, Pamekasan, Madura Muhamad Irfan Bahri akhirnya memperoleh penghargaan dari pihak kepolisian.

Penghargaan diberikan kepada Irfan atas aksi bela dirinya yang berhasil melumpuhkan perampok saat coba merampas telepon genggamnya saat tengah menikmati pemandangan Kota Bekasi dari Flyover Summarecon bersama sepupunya Ach Rofiki.

Saat itu keduanya ditodong oleh Aric Saifuloh (17) dan IY, menggunakan celurit. Ach Rofiki yang pasrah lantas memberikan gawainya sesuai permintaan pelaku. Sementara Irfan memilih melawan setelah lebih dulu mendapat sabetan celurit.

Duel itu pun dimenangkan Irfan. Bahkan pelaku Aric Saifuloh tewas. Sedangkan IY, kritis. Sejumlah luka juga didapat Irfan akibat duel dengan kedua pelaku. Perlawanan itu diberikan karena Irfan ingin membela diri.

"Soalnya kalau enggak ngelawan itu bisa saya yang mati. Ya saya bela diri terpaksa. Karena itu merenggut kematian kan," kata Irfan usai menerima penghargaan di Mapolres Bekasi Kota, Jawa Barat, seperti dilansir merdeka, Kamis (31/5/2018).

Irfan semula khawatir kasusnya itu berujung pada ketidakadilan. Dia pasrah menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Setelah awalnya polisi menyebut Irfan menjadi tersangka. Namun belakangan Kapolres Bekasi Kombes Indarto mengklarifikasi ucapan anak buahnya dan menyatakan Irfan masih menjadi saksi.

"Berkat doa ibu, bapak, sama guru di pondok, semuanya, dan dukungan semuanya akhirnya bisa beres sampai selesai. Bersyukur bisa dapat penghargaan dari Pak Polisi," ujar Irfan.[islamedia].