Rombongan Santri 'Serbu' Kajian MABIT di Bekasi




Islamedia - Sabtu, 6 Januari 2018, kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) digelar di Masjid Al-Azhar Jakapermai, Bekasi. Acara yang diselenggarakan atas kerjasama GEMMA Jakapermai dan #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) Chapter Bekasi ini dihadiri oleh ratusan orang yang didominasi oleh para pemuda. 

MABIT kali ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Akmal Sjafril, M.Pd.I, Koordinator Pusat (Korpus) ITJ dan Dr. Henri Shalahuddin, Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). MABIT yang dimulai pada pukul 18.30 (Sabtu) ini dilanjutkan hingga keesok anharinya dengan Shalat Qiyamul Lail yang diimami oleh Irfan Dzulhij, Koordinator Chapter (Korchap) ITJ Bogor, dan kajian subuh yang diisi oleh Adi Hidayat, Lc., MA.

Sesi kajian pertama, yang dinarasumberi oleh Akmal Sjafril, membahas soal beberapa hal penting pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan judicial review atas sejumlah pasal kesusilaan dalam KUHP, yang dalam hal ini diinisiasi oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia.

Saat kajian tengah berlangsung, datang serombongan santri dari daerah Cileungsi, Jawa Barat. Dandi Rais (18), salah seorang santri yang bersedia diwawancarai, mengaku sengaja datang bersama teman-teman pesantrennya untuk menghadiri kegiatan MABIT ini.

"Kami memang sengaja datang untuk MABIT. Kajiannya bagus, modern dan mudah dipahami. Apalagi membahas terkait LGBT tadi," ungkap Dandi yang berasal dari Pesantren Al-Fitiyan Cileungsi, Mekarsari. Dandi berharap kajian seperti ini bisa diadakan juga di Cileungsi, "Agar (informasi tentang fenomena LGBT ini - pen.) bisa menyebar." [islamedia/ajeng/abe]