Zionis Israel Tahan 800 Anak Palestina Sejak Awal 2017


Islamedia  Otoritas Penjajahan Israel telah menahan 800 anak Palestina sejak awal 2017, dimana kebanyakan dari mereka berasal dari Yerusalem, ungkap Klub Tahanan Palestina (PPC) pada Rabu (23/8).

Menurut laporan Quds Net, PPC mengatakan bahwa 300 anak diantaranya, termasuk 10 perempuan, telah kehilangan kemampuan untuk mulai sekolah dikarenakan mereka masih berada di dalam tahanan atau dalam tahanan rumah.

Diberitakan Middle East Monitor, lusinan anak-anak telah ditahan beberapa kali. Sebagian dari mereka, jelas PPC, tidak mampu pergi ke sekolah karena mengalami cacat permanen akibat perlakuan buruk saat mereka ditahan dan diselidiki, termasuk penyiksaan.
Pada 2015, Israel telah menahan 1.322 anak Palestina, jumlah tertinggi dalam satu tahun. PPC mengatakan ada bukti yang menyebutkan mereka dipukuli, disiksa, pelecehan secara lisan, tangan diikat dan kaki diborgol, dibiarkan tanpa makanan atau minuman selama berhari-hari dan diperlakukan agar mereka mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Perlakuan terhadap anak-anak tersebut, tegas PPC, adalah "pelanggaran mencolok" terhadap hukum kemanusiaan internasional. Merampas hak-hak anak atas pendidikan, misalnya, melanggar pasal 1/13 dari Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Juga merupakan pelanggaran pasal 1/26 dari Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia dan pasal 94 Konvensi Jenewa Keempat, yang memberi dan menjamin hak pendidikan bagi narapidana di dalam atau di luar penjara. [islamedia/abe]