Koordinator ACN: Kebebasan Perempuan Untuk Berjilbab Mulai Terancam

Koordinator ACN: Kebebasan Perempuan Untuk Berjilbab Mulai Terancam

Senin, 30 Desember 2019
Islamedia - Sabtu (28/12/2019), Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) melakukan pertemuan dengan komunitas Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ), dan disambut hangat oleh Sekretaris Jenderal SPJ Pusat, Angela, di bilangan Menteng Jakarta Pusat.

Koordinator ACN, Erik mengungkapkan bahwa tujuan pertemuan ini tak hanya untuk menyamakan visi terhadap banyak isu terkait Kesusilaan, Feminisme dan Gender yang sedang menjadi perbincangan, melainkan juga mengajak SPJ untuk berperan menghadapi tantangan kebebasan berpakaian yang kini mulai mengintervensi keluarga Indonesia.

Di salah satu festival bertemakan feminisme yang diselenggarakan pada November 2019 di Jakarta, pegiat feminisme menghadirkan pembicara dari Malaysia yang memiliki pengalaman melepas jilbabnya untuk kemudian memberikan inspirasi bagi perempuan agar tidak merasa tertekan bila suatu saat ingin melepas jilbabnya. Bahkan di kasus lain, feminisme mengkategorikan jilbab sebagai bentuk dari konstruksi sosial, artinya penggunaan jilbab tidak dibedakan berdasarkan pada jenis kelamin, melainkan berdasarkan pada gender. Sehingga menurut feminis, tidak ada masalah jika laki-laki feminim ingin mengenakan jilbab,” jelas Erik.

Di beberapa daerah juga gencar mendapatkan intervensi tentang pelarangan penggunaan jilbab untuk anak-anak perempuan, kebebasan anak-anak perempuan untuk berjilbab kini terancam.” pungkas Erik.

Pada sesi akhir pertemuan, Sekjen Peduli Jilbab, Angela menutup, “Kami bersedia berkomitmen berjuang bersama ACN untuk mengawal isu-isu ini, InsyaaAllah kami akan mengoptimalkan pengurus kami di seluruh regional.” [islamedia/abe]