Lahir Dari Ayah Ibu Beragama Kristen, Fransisca Santa Clause Memilih Menjadi Muslimah


Islamedia - Calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Sleman Yogyakarta dari PKS, Fransisca Santa Clause mendadak viral setelah poster bergambar dirinya diunggah di akun media sosial PKS.

Muslimah asal Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman tersebut langsung menjadi sorotan publik karena menyandang nama yang dianggap identik dengan Kristen. Berbeda jauh dengan profil PKS yang selama ini dikenal sebagai partai Islam.

Fransisca menjelaskan bahwa sejak poster bergambar dirinya jadi sorotan di media sosial, ada yang memberinya dukungan meski ada pula yang meragukan hingga mencemooh. “Sejak poster itu viral, yang komentar meragukan banyak, ‘Ini bener enggak sih orang Islam, jangan-jangan...',” ujar Fransisca seperti dilansir Tempo, Jumat(1/3/2019).

Saya tetap maju ke depan saja, komentar tak penting tak mau saya pikirkan,” tegas Ibu 2 orang anak ini yang juga merupakan istri dari Ketua Ranting PKS Banyuraden Gamping, Ian Eko Setiawan itu. 

Alumnus Fakultas pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta 2009 itu mengungkapkan bahwa ia memang terlahir dari keluarga non-muslim. Sang ayah, Hendro Kasworo dan sang ibu Lusni, beragama Kristen.

Anak terakhir dari 5 bersaudara ini menceritakan bahwa kakak pertama sampai ketiga beragama islam. Hanya kakak yang keempat pemeluk Kristen. Sang kakak ini juga merupakan pengurus komunitas remaja Kristen di lingkungannya.

Saya memilih Islam sejak kecil, karena dulu ikut kakak-kakak yang muslim,” kata perempuan ikut kegiatan PKS sejak masih di bangku kuliah itu. Fransisca mengaku tertarik masuk PKS karena meski sebagai partai Islam, tidak bersifat eksklusif.

Menurut Fransisca, PKS partai terbuka dan tak memandang asal usul suku, ras, dan agama para kadernya. Rekan separtainya pun tak pernah ada yang mempermasalahkan namanya apalagi latar belakangnya lahir dari orang tua nonmuslim. 

Akhwat kelahiran 21 November 1986 itu menuturkan, tak masalah baginya menyandang nama Kristen. Ia pun belum memiliki rencana untuk mengubah nama pemberian orang tuanya yang ia kasihi.

Lebih lanjut Fransisca mengisahkan alasan mengapa Ayah ibunya memberinya nama itu. Menurutnya kedua orang tuanya mengharapkan putrinya saat besar menjadi orang yang dermawan dan terhormat. 

sumber : tempo

[islamedia].