Bait - Bait Ar-rahman

" Arrahman...   Allamal Qur'an...   Kholaqol insan...  Allamahul bayan...  Asysyamsu wal qomaro bi husban..."...



" Arrahman...
  Allamal Qur'an...
  Kholaqol insan...
 Allamahul bayan...
 Asysyamsu wal qomaro bi husban..."
Bait-bait surat cinta itu terdengar di ruang pendengaranku. Memaksa pelupuk mataku yang terlelap membuka sedikit demi sedikit.
" Wan najmu was syajaru yas judan...
Bait-bait itu terdengar lagi lebih lantang dari sebelumnya. Udara yang menusuk di puncak Gunung Gede itu tak membuatku surut untuk mencari sumber suara itu. Aku keluar dari sleeping bag ku dan mencoba merangsek keluar tenda.
"fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan"
Suara itu bergetar menahan tangis yang meledak. Ayat-ayat itu lemah dibacakan. Gemuruh dada menahan tangis dari yang membaca serasa melekat di hatiku.
" Maka Nikmat Tuhan Kamu manalagi yang kamu dustakan?
  Maka Nikmat Tuhan Kamu manalagi yang kamu dustakan?
  Maka Nikmat Tuhan kamu manalagi yang kamu dustakan?"
Aku berdiri di depan tenda. Tubuhku bergetar menahan haru dan takjub. Di depannya tampak punggung Billy yang sedang tegak berdiri di atas sajadah sambil mensedekapkan tangannya dan menahan tangis sambil terus membaca surat Ar-Rahman.
" Subhanallah...." aku jatuh berlutut. Aku menahan tangis dan mengulang-ulang kata yang sama di dalam dadanya.
"Maka Nikmat Tuhan Kamu manalagi yang kamu dustakan?
 Maka Nikmat Tuhan Kamu manalagi yang kamu dustakan?
***
" Kau ikut bergabung Ra?" 
Seorang lelaki tinggi memakai topi kupluk tiba-tiba duduk di hadapanku. Dia Billy, teman satu fakultasku di Fakultas Ilmu Budaya. 
" Aku belum merencanakan Bil. Masih banyak urusan yang belum aku selesaikan. Tapi rasa kangenku melihat pucuk-pucuk daun itu serta gunung yang mentereng itu....Masya Allah...," aku mengenang tanpa melihat Billy yang tiba-tiba sudah meminum es teh manisku.
" Ah, pasti karena urusan mu yang setumpuk di Lembaga Dakwah Fakultas kan Ra? Sudahlah, ngapain sih kau merepotkan dirimu di kegiatan-kegiatan seperti itu?" protes Billy sambil mengambil kerupuk di piring ketoprakku.
Pertemuanku dengan Billy kala itu terjadi pada saat aku dan dia sama-sama menjadi mahasiswa baru di Universitas ini. Diterima di Fakultas yang sama dan jurusan yang sama. Hobi kami yang sama-sama mendaki gunung selanjutnya menakdirkan kami di klub pecinta alam. Tapi satu semester berikutnya, menjelang kenaikan tingkat, Allah memberiku hidayah lewat Bang Adil, mentorku di kegiatan Asistensi Agama Islam, suatu kegiatan mentoring yang wajib diikuti anak-anak baru macam aku dan Billy. Hidayah itu yang akhirnya menjadi hal yang selalu dipertanyakan Billy.
" Kenapa Ra? Kenapa? Apakah dengan kau bergabung dengan lembaga dakwah itu lalu kau begitu saja meninggalkan aku dan teman-temanmu di pecinta alam? Asal kau tahu Ra, aku sudah tidak percaya lagi Tuhan semenjak Dia tidak bisa menyelamatkan mamaku dari penyakit kankernya! " protes Billy pada saat aku memutuskan untuk pindah kost.
Segala sesuatunya pasti ada alasan. Aku hanya ingin mengamankan imanku yang saat itu masih belum baik. Aku takut bila masih bersama Billy dan kawan-kawanku, maka sedikit demi sedikit hidayah itu akan semakin tergores. Di lain pihak Billy justru masih membutuhkanku untuk mengingatkannya. Ya, sama-sama berada di lingkungan yang baru di sebuah daerah yang baru pada awalnya mengakrabkan kami berdua.
" Kau harus kembali menemani Billy, dek..." usai mentoring siang itu Bang Adil menemuiku.
" Tapi Bang, aku takut kehilangan hidayah yang telah diberikan," belaku mencoba berargumentasi.
Bang Adil tersenyum. "Ara, kau masih punya banyak teman disini yang Insya Allah akan selalu mengingatkanmu bila jalanmu tak lagi lurus. Ada Handoyo, Radit, Dito dan yang lainnya. Tapi Billy? Adakah teman yang akan mengingatkan jika dia terjatuh? Atau paling tidak sekedar tempat bertanya saja," Bang Adil menatapku lekat.
Ah, rasa malas menerpaku. Berdiskusi dengan Billy bagaikan berdiskusi dengan batu karang. Baginya semua pendapat adalah salah dan dialah yang mempunyai pendapat paling benar.
" Tidakkah kau tahu dek? Batu tidak akan bisa mengalahkan batu, tapi air yang terlihat begitu lembut sanggup membuat lobang di atas batu yang terlihat keras itu. Inti dari semuanya adalah bersabar dek," Bang Adil mengingatkan suatu ketika.
Dan akhirnya pada suatu waktu di awal bulan, aku memutuskan untuk kos bersama Billy. Satu kamar yang terlihat kontras sekali. Di sisi kamarku terpampang tulisan-tulisan kaligrafi arab dan kata-kata penyemangat dari ulama-ulama Islam sedangkan di sisi Billy terpampang poster-poster metal-nya. Untuk urusan musik pun selera kami sudah berbeda. Aku sekarang lebih senang mendengarkan murottal Al-Qur'an atau nasyid-nasyid yang menyejukkan jiwa sedangkan dia masih tetap dengan lagu-lagu barat urakannya. 

Tapi Billy selalu menghormatiku. Ketika aku sedang mendengarkan murottal atau nasyid dia selalu mendengarkan atau keluar kamar. Dan dia selalu menyetel lagu urakannya itu ketika aku sedang tidak berada di kamar.
Aku tidak akan pernah tahu kapan hidayah itu akan hadir. Aku hanya mencoba dan mencoba tapi tak ada perubahan sedikitpun pada Billy. Bang Adil sendiri selalu bilang, "Ishbir dek...kita hanya berusaha sedangkan untuk urusan hasil bukan kita yang menentukan,".
Persaudaraanku dengan Billy yang akhirnya dijuluki oleh teman-teman bagaikan persaudaraan hitam dan putih.
***
" Arrahman...allamal quran...kholaqol insan..."
Suara murottal As-Sudais mengalun pelan dari laptopku. Malam usai Isya itu aku tengah berkutat dengan tugas writing III yang harus dikumpulkan lusa. 
Billy sedang beristirahat di tempat tidurnya sambil memainkan Blacberry Torch nya. Malam ini tidak seperti biasanya dia sudah berada di kos. Biasanya dia baru berada di kos sekitar menjelang tengah malam.
"Itu suara apa Ra?" tanya Billy memecah keheningan. "Suara yang berasal dari laptop-mu," Billy memperjelas.
Aku menghentikan ketikanku. "Oh, ini suara murottal," jawabku singkat.
"Murottal??" Billy keheranan.
" Iya murottal alias lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an," terangku.
" Oh Al-Qur'an, terakhir gue baca Qur'an waktu masih SD. Oh poor me...," Billy seolah-olah meratapi dirinya.
Aku hanya melanjutkan ketikanku. Apa sih Billy, gak jelas banget!
" Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban...." 
Aku begitu menikmati alunan murottal itu. Mendengarkan murottal sambil mengerjakan tugas seolah menambah semangat dalam bekerja.
"Ra, kenapa ayatnya diulang-ulang?" Billy yang kusangka tidur bertanya lagi.
Aku menghentikan ketikanku lagi. Kuambil mushab Asy-Syamil yang ada di atas mejaku dan beranjak ke tempat tidur Billy.
" Billiandri Giumart, ini aku kasih mushab. Sekarang tolong dibuka surat ke 55 dan silahkan baca sendiri artinya disitu ya!" aku menyerahkan Al-Qur'an itu kepada Billy. Aku merasa mulai terganggu dengan pertanyaan-pertanyaannya.
Billy menerima sekedarnya. Lalu dia meletakkan mushab itu di atas mejanya dan mengangkat Blackberry nya yang bernada panggilan masuk.
Aku kembali berkutat dengan tugasku yang nyaris selesai. Tinggal membuat daftar pustaka dan cover setelah itu tugas untuk lusa selesai.
"Ra, gue pergi dulu ya!" Billy beranjak dari tempat tidurnya dan menarik jaket serta topi kupluknya yang berada di belakang pintu. Dalam hitungan detik kemudian dia menghilang di balik pintu.
Untuk sementara aku merasa damai dan bisa melanjutkan tugasku tanpa gangguan-gangguan.
***
" Kenapa Tuhan tidak menyelamatkan mama-ku????"
Langkahku terhenti di depan pintu kamar kos. Aku mendengar Billy sedang berteriak. Sedikit celah pintu yang terbuka membuatku dapat melihatnya yang tampak sedang berbicara di Blackberry-nya.
" Sudahlah Pa, aku sudah tidak butuh Tuhan! Aku bisa hidup sendiri! Dan tak usah menasehati aku dan mengingatkan aku akan pentingnya Tuhan! Aku tak butuh Tuhan! " Billy terlihat marah dan menutup pembicaraannya.
Tiba-tiba aku sudah ditangkap oleh matanya di depan pintu. Aku bergegas masuk dan menutup pintu. Aku mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja dan segera duduk di karpet bawah tempat tidurku.
" Papa-ku tadi menelepon. Dia menyuruhku untuk selalu sholat. Untuk apa sholat jika apa yang kau sembah tidak pernah bisa menyelamatkan orang yang kita sayangi," Billy membuka percakapan.  
Aku hanya menatapnya saja. Aku merasa berat untuk berbicara tentang Tuhan dengan dia. Aku hanya ingat pesan Bang Adil, jangan kau lawan batu dengan batu.
"Aku kecewa pada Tuhan Ra! Kenapa harus mama-ku? Kenapa Dia tidak mendengarkan doaku? Aku yang selalu berdoa pada-Nya tiap hari, kenapa Dia tidak mengabulkan doaku untuk menyembuhkan mamaku?" Billy bertanya-tanya sendiri. Tersesat pada tanya yang tidak pernah berhenti.
Aku tak berani berargumen dengannya. Aku merasa dia hanya perlu waktu untuk berbicara dan melepaskan bebannya. Aku hanya mendiamkan saja. Ah, Billy andaikan kau merasakan apa yang telah aku rasakan, kau pasti menemukan indahnya bersama dengan Allah.
"Kau masih memegang Mushab yang kuberikan kepadamu kemarin?" tanyaku pada akhirnya.
Billy yang sedang berbaring di atas kasurnya tidak menjawab. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sepertinya dia sedang sekuat tenaga menahan tangisnya.
"Bila kau mau, bacalah surat Ar-Rahman. Insya Allah kau akan menemukan ketenangan sesudahnya," aku memberanikan diri untuk berbicara. Namun tak ada respon dari Billy.
Aku beranjak dari karpet. Bergegas untuk menuju kamar mandi. Berwudhu dan teringat bahwa tilawahku hari ini belum menggenapi satu juz. Ya Allah, semoga ada kebaikan pada diri sahabatku ini.
***
Billy kecil menahan air matanya. Sang mama yang sedari tadi berada di hadapannya sudah menutup mata sempurna. Pikiran kecilnya bertanya-tanya, kemana doa-doanya sedari tadi bermuara? Kenapa tak ada satupun doanya yang menjelma menjadi nyata. Kenapa pintanya agar sang mama tetap hidup menjadi hal yang tidak nyata. Kemana Tuhan yang selalu dia panjatkan doa dan pintanya.
Billy kecil mematung di depan jenazah mamanya. Dia hanya melihat seulas senyum di wajah beku mamanya. Orang-orang berkata bahwa mamanya telah tiada, diapnggil Tuhan. Tapi kenapa? Tuhan malah memanggil mamanya disaat doa yang dipanjatkan olehnya adalah agar jangan mengambil mamanya. Kenapa Tuhan? Billy tidak lagi nakal, Billy tidak lagi malas, Billy tidak lagi mengganggu orang lain....
Sejak itulah Billy menjadi malas beribadah dan mempertanyakan keberadaan Tuhan. Tuhan tidak pernah mendengar pintanya, tidak pernah ada untuknya, tidak ada....tidak ada....tidak ada....
"Tidaaaaakkkkkkkk!!!!"
Suara Billy berteriak keras. Dia terbangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah, dan buliran peluh keluar dari pori-pori tubuhnya.
Aku yang sedang menunaikan sholat tahajud segera beranjak ke tempat tidurnya.
"Ada apa Bil? Kau bermimpi sepertinya. Istighfar!" ujarku membimbingnya.
Nafas Billy terengah-engah. Entah dia mengikuti saranku atau tidak untuk beristighfar. Aku mencoba memegang keningnya yang penuh dengan peluh. Badannya panas. Dia sepertinya bermimpi buruk. Aku segera membimbingnya untuk tidur kembali.
" Bila kau bermimpi buruk, hadapkan wajahmu ke arah kiri dan buanglah ludah ke arah itu. Sesungguhnya mimpi buruk itu berasal dari setan," aku membantu menenangkan dirinya.
Tak lama Billy tertidur lagi dan aku melanjutkan sholat malamku yang terpotong tadi.
***
Aku tertatih menahan perih. Kupegangi lututku yang tadi terperosok di semak belukar. Suasana yang gelap membuat aku sedikit sulit untuk menapaki jalan setapak itu. Hingga akhirnya aku terperosok cukup dalam sebelum Billy menangkap tanganku dan menyelamatkan aku.
" Kau terluka cukup dalam Ra. Kakimu perlu kami balut dengan perban dulu sementara ini," Ardian, seorang tim P3K pendakian kali itu memberitahukan. 
Aku tak masalah. Kupersilahkan Ardian untuk menangani lukaku sebisanya.
Akhir minggu itu akhirnya aku memutuskan untuk ikut pendakian gunung gede, menerima ajakan Billy. Sekalian kembali ke Jakarta menemui sanak keluargaku. Namun, setelah sekian lama tidak mendaki gunung ternyata sangat susah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
Ardian selesai membalut lutut kiriku dengan perban. Di jalan itu tinggal aku, Ardian, Billy dan Eza, tim P3K lainnya. Sisanya sudah meneruskan perjalanan. 
Aku berusaha untuk berdiri. Namun luka dan rasa sakit itu masih menganga tajam. Ardian dan Eza membantuku perlahan. Namun aku masih terasa sakit untuk melangkah dan berjalan.
" Sini, biar kugendong kau Ra," Billy maju kedepan wajahku. Dia melepas tas backpacknya dan memberikan pada Eza.
Aku menatapnya terdiam. Sisa perjalanan tinggal 3 kilo meter lagi untuk mencapai puncak. Apakah aku harus membiarkan diriku tinggal disini saja?
Ardian membantuku. Dia mengangkat tas ranselku dan membawanya. Aku lalu naik ke punggung Billy. Dan tanpa anyak berkata lagi kemudian kami berjalan.
Kakiku masih terasa sakit. Aku merasa tidak enak menyusahkan Billy dan kawan-kawan yang lain. Namun Billy tetap pada langkahnya semula yang semangat dan lebar-lebar.
" Bacakan aku surat Ar-Rahman sebagai pengusir lelahku Ra," Billy berkata pelan pada kilometer kedua. Ardian dan Eza sudah jauh di depan.
Aku terkejut. Aku tak tahu bagaimana wajah Billy saat itu. Ingin aku mengucapkan takbir dan bersujud syukur. Namun tanpa banyak kata aku membaca ayat-ayat Allah itu.
" Arrahman...allamal quran....kholaqol insan...."
Satu yang tidak kuketahui, air mata Billy menderai jatuh satu per satu.
***
" Fabiayyi ala Irobbikuma Tukadziban... tabaarokasmu robbika dzil jalaali wal ikrom..."
Billy membaca ayat itu dengan terbata-bata. Aku duduk terpaku di depan tenda dengan berlinang air mata. Tak lama Billy rukuk dan tenggelam dalam sujudnya yang menderai-derai.
Aku menatapi moment itu detik demi detik. Setelah salam Billy berbalik badan dan mendapatiku sedang duduk di depan tenda.
" Bi...Bil...Billy....ka...kau....," suaraku tersendat menahan air yang mengalir lebih deras.
Billy mendekatiku dan dengan malu-malu dia berkata, "Surat ini telah membawaku tersungkur kembali Ra," ujarnya menunduk dan tersipu.
Aku lekat menatapnya. Ya Allah... Ya rahman... Ya Rahim... gelegak rindu yang kian membuncah itu kini Kau jawab sendiri dengan ayat-ayat-Mu. Kemudian aku memeluknya erat sambil menahan sakit di lututku. Teringat aku akan perkataan Bang Adil tempo hari,
" Tidakkah kau tahu dek? Batu tidak akan bisa mengalahkan batu, tapi air yang terlihat begitu lembut sanggup membuat lobang di atas batu yang terlihat keras itu. Inti dari semuanya adalah bersabar dek,".
Masya Allah...Subhanallah...aku tenggelam dalam tasbih dan hamdalahku.
" Ayat-ayat itu membuatku luruh Ra... menumbangkan semua sendi-sendi kesombongan diriku.... membuatku terjatuh pada lubang tak berdasar kemudian ada Allah yang merangkul dan membaku kembali ke jalan-Nya..." Billy menjelaskan masih dalam pelukanku.
Ya Allah...kata apa lagi yang pantas kuucapkan kepada-Mu selain syukur dan tasbih? Kau sendiri yang menyambut hamba-Mu yang kehilangan arah dan bertanya tentang keberadaan-Mu. Aku tak tahu skenario apa lagi yang akhirnya membawa Billy pada jalan-Mu ini.
Aku semakin tergugu ketika Billy mengulang-ulang lagi kata-kata itu, 
" Maka Nikmat Tuhan Kamu manalagi yang kamu dustakan?
  Maka Nikmat Tuhan Kamu manalagi yang kamu dustakan?
  Maka Nikmat Tuhan kamu manalagi yang kamu dustakan?"
Ya Allah, Engkaulah Rabbi sedangkan aku hanyalah hamba. Terpaku aku kembali pada untaian dan bait-bait indah ayat-ayat cinta-Mu. Bait-bait Arrahman.
Malam semakin pekat. Suara-suara hewan malam bersahut-sahutan. Gemericik air sungai terdengar riuh. Dan malam itu menjadi saksi betapa indahnya bait-bait Arrahman. Fabiaayi ala Irobbikuma Tukadziban. Maka nikmat Tuhan kamu manalagi yang kamu dustakan?***(yas)
Yass Sastro
My room, 3rd May 2012
23.53 pm accompany with Itchy
Salam teramat hangat untuk mereka yang selalu mendayukan arrahman di dalam hatiku
Nama

#2019GantiPresiden,5,#cabutpermendikbudno.30,1,#kejahatanseksual,4,#palestina #aqsa #smart171 #aaw #aqsaawarenessweek headline nasional,1,#permen,1,#Permendikbudno.30,1,#seksbebas,4,#zina,1,212mart,1,aa gym,4,aadk,1,Aaw,1,ACN,4,ada apa dengan konsen,1,adara,1,ahmat davutoglu,1,ahzami samiun jazuli,1,aid al-qarni,1,aidit,1,air zam zam,1,ajat syaikhu,2,ak parti,1,akhrawi,1,akmal sjafril,4,AKP,6,aksi 112,1,aksi 115,1,aksi 212,2,Aksi 64,2,Aksi Bela Baitul Maqdis,1,aksi bela palestina,6,aksi kemanusiaan,1,aksi peduli aleppo,1,aktivitasdakwah,146,Aku Kamu Adalah Kita,2,al aqsha,4,al irsyad,1,al zawari,1,al-aqsa,1,al-qarni,1,al-qassam,1,al-qur'an,5,al-quran,4,alamislami,926,alaqsa,4,alasan logis mengelilingi ka'bah,1,alasan nikah muda,1,aleppo,6,aleppoisburning,1,alexis,3,alkhusairi,1,Allah,3,Almuzzammil Yusuf,2,alquds,1,alqur'an,2,alquran,41,Alvin,1,ambulans,1,amerika,7,amerika serikat,1,amien,1,Amien rais,5,anak,2,anak dilarang ke masjid,1,Anak Inggris Hafal Al-Qur'an,1,anak kembar,1,anak masjid,2,anak masjid ribut,1,anak palestina,2,anak pendeta,1,anak TK CHina baca Al Quran,1,anak-anak masjid,1,analisa,24,anggota dewan PKS,2,anggota dewan sederhana,2,anggota dprd bekasi,1,anggota odoj meninggal dunia,1,anggota parlemen,1,anggota PKI,1,Anggota TNI,1,anggota TNI Hafal Al Qur'an,1,anggota TNI Hafal Qur'an,1,angsuran bank,1,ani yudhoyono,1,anies baswedan,57,Anies sandi,8,anjing,1,anti lgbt,2,anti vaksin,7,Anya,1,aqsha,2,arab,1,arab israel,1,arab saudi,7,arab saudi jamin kesehatan warga yaman,1,arabic,3,ari purbono,1,arie untung,1,arifin ilham,3,artefak,1,as-sisi,1,asma nadia,2,asyuro,1,ataturk,1,ateisme hanya kenakalan saja,1,atheis,1,Aung San Suu Kyi,2,australia,1,Awkarin,1,ayah,8,ayat ayat cinta,2,azan,1,azan pengeras suara,1,azan turki,1,bachtiar nashir,1,bachtiar nasir,2,bahasa arab,1,baliho KB,1,bandara paris,1,bandung,4,bangkok,1,banjir,2,banjir Jakarta,1,bank riba,2,bantuan,1,bantuan kemanusiaan,1,bantuan turki,1,bantuan turki gaza,1,barat,1,barokah,1,basar asad,1,bashar asad,1,batik trusmi,1,bayan,4,bayar puasa,1,bds,1,bebas hutang,1,Begin Again,1,Belanda,1,belum hamil?,1,Bencana Purworejo,1,bendera,1,Bendri Jaisyurrahman,1,beras maknyus,2,berau,2,berita,4933,berita duka muhammad ali,1,berita nasional,4,beritafoto,51,bermain di masjid,1,bhiksu budha,1,bid'ah,1,bila ingin disebut Allah,1,bin,1,binali,1,birokrasi,1,bisnis,2,boikot,1,boikot starbuck,2,bom,1,bom depok,1,brasil,2,Britain,1,brunei,5,budha,2,bukan negero dongeng,1,buku,19,bunda yoyoh,15,burqa,2,buruh,1,busana,1,buya hamka,5,cadar,5,caesar,1,cagub jabar,1,cahyadi takariawan,1,caisar,1,cara mendidik anak,1,charles darwin,1,Charlie Hebdo,1,chelsea,1,China,4,cicak,1,cincin,1,cinta masjid,1,cirebon,1,corona,9,covid19,2,crane,2,cupink topan,2,daerah,7,dahlan iskan,4,dakwah,147,dakwahkantor,1,davutoglu,1,Deen Mohammad Shaikh,1,dembaba,2,demokrasi,1,demokratis,1,denny indrayana,1,denny JA,1,depok,2,derajat,1,dewan dakwah,1,Dibutuhkan Masjid Ramah Anak,1,Didin Hafidhuddin,1,dina lorenza,1,diskriminasi,1,Dk pbb,1,doa,1,doa gempa,1,dokter pembersih sepatu,1,dokter Tirta,1,Domingus Roudolsifa,1,Donal Trump,1,donald trump,3,Dosen Amerika Masuk Islam,1,dosen FMIPA UNY,1,dosen katolik masuk islam,1,dprd semarang,1,Dr Zakir Naik,5,dropship dalam Islam,1,Dropship halal,1,dropship haram,1,dsp pks,1,dunia,60,dunia islam,235,duniaislam,13,duta besar israel,1,duterte,1,e-ktp,1,egi john,4,Egyptair,1,ekonomi syariah,1,ekonomisyariah,90,ektp kepercayaan,2,elang gumilang,1,embunpagi,29,Entertainment,2,erdogan,57,Erez,1,eropa,3,Esebius Pomats,1,etika membutuhkan agennya,1,Eurasia,1,event,50,facebook,3,fahmi salim,1,farid nu'man,1,Fariq Zakir Naik,1,fatih,1,fds,1,felix siau,1,felix siauw,9,Feminisme,2,feriza,1,fethullah gulen,1,film 212,6,film islami,1,film pendek,3,fiqih,1,firanda adireja,1,FISIP Universitas Indonesia,1,flp,1,forum,1,foto,1,fpi,5,FPI Gaza,1,FPI Palestina,1,FPI peduli Palestina,1,FPKS,2,fpks dprd jakarta,2,fpks Jakarta,1,freemansory,1,gadis gereja masuk islam,1,gaji halal,1,gaji kecil,1,gardu listri,1,garuda,1,gatot,3,gay,1,gaza,26,gema keadilan,1,gempa,4,gerakan,14,gereja,1,gereja katolik,1,gerhana bulan,2,gerhana bulan total,1,ghazwul fikri,6,ghilad salit,1,gnpf mui,3,gnpf ulama,1,gojek,1,good governance,1,gpmp,1,Grand Metropolitan Mall Bekasi,1,gulen,2,gus nur,1,habib rizieq,10,habib salim,2,hadits,12,hafal al-qur'an,2,Hafalan Surat Yasin,1,hafidz anah,1,hafidz anak,1,hafidz quran,1,hafiz indonesia,1,Hafiz Indonesia RCTI,1,hagia sophia,2,haji,22,hak allah,1,halal haram dropship,1,hamas,7,hamil,3,hamka,2,handhphone ViTELL,1,hary tanoesoedibjo,1,hasan al banna,1,hasyim asyari,1,headline,8049,headline nasional,4,Helvy Tiana Rosa,1,hidayah,4,hidayatullah,1,hidup,1,hidup sederhana,1,hijab,2,hijrah,20,hikmah,27,Hindu Masuk Islam,2,Hizbut Tahrir,5,Hizbut Tahrir Indonesia,1,hmi,1,hoax,4,hti,11,hti dibubarkan,1,hukum dropship,1,hukum sropshipping,1,hukuman mati,1,hutang,1,ibadah haji,1,IBF 2918,1,ibnu mubarak,1,Ibnu Riyanto,1,ibu,2,ibu walikota padang,1,icc,1,idul adha,5,idul fitri,3,idul Fitri,4,idul Fitri Muhammadiyah,1,idulfitri,2,ikhwanul muslimin,2,iklan,15,ikrar syahadat,2,ikrar syahadat di yogyakarta,1,ikrimah,1,ilmu syar'i,1,ilmuan,1,IM,2,imam,1,imam malik,1,imunisasi,1,Indahnya Masjid MALL,1,indonesia,50,indonesia abstain suriah,1,Indonesia PBB,1,Indonesia salah PKI,1,indonesia tanpa jil,2,indosat,1,infoumat,20,injil barnabas,1,innalillahi muhammad ali,1,inspirasi,737,internasional,1836,intifadhah,1,Intifaha 3,1,intoleransi,1,irak,1,iran,1,Irfan Hakim Hafiz Indonesia,1,Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri,1,irwan prayitno,3,irwansyah,1,isbal,1,isil,1,isis,1,islam,11,Islam Bersatu,1,islam bukan agama arab,1,islam liberal,1,islam papua,1,islam-download.net,1,islamediaredaksi,38,islamophobia,1,Ismail Yusanto,1,israel,26,Israel hentikam bantuan luar negeri,1,Israel pasang kamera pengintai,1,istambul,1,istiqlal,2,istiqomah,1,istri,2,Italia,3,itikaf,3,itj,3,itj bandung,1,ITJ Jakarta,1,jamaah,1,Jamaah Tabligh,1,jamin kesehatan,1,jangan ada tebang pilih dalam kasus penistaan agam,1,jangan lakukan ini,1,janji kampanye,1,janji pemerintah,1,jepang,1,jidat hitam,1,jihad,2,jihad islam,1,jilbab,3,jilbab diskriminasi,1,jilbab pramugari,1,JK,1,jodoh,1,jomblo,1,jordania,1,jual cincin,1,jurnal ramadhan,1,jurnalistik,3,jurnalistik dakwah,1,Jusuf Kalla,2,Juventus,1,ka'bah,3,kairo,1,kajian,29,kalender arab saudi masehi,1,kalender hijriah,2,kalender masehi,1,kanada,1,kangen band,1,Kapan Muhammadiyah Lebaran,1,kapan nikah,2,Kapolda Sumsel,1,karikatur,8,kaset,1,kashmir,1,kasunanan surakarta,1,Katharina Sutarni Sutanty,1,Katharina Sutarni Sutanty masuk islam,1,katolik,1,katolik masuk islam,2,katolik merapi,1,katolik papua,1,kawin,1,kdm,1,kebakaran,1,Kebangkitan,2,kedaulatan rakyat,1,kejam,1,kekejaman PKI,1,keluarga,183,kemenag,1,kenaikan upah,1,kepala suku papua,1,Kepanduan,1,kepenulisan,1,kesehatan,44,kesultanan yogyakarta,1,ketahanan keluarga,1,Kevin James,1,KH Arifin Ilham,1,khalid,1,khalid misy'al,1,Khilafiyah,1,khitbah,1,khusuf,1,khutbah,3,khutbah idul adha,1,khutbah idul fitri,1,khutbah jumat,1,Kiai Idham Chalid,1,kiamat,1,kiblat,1,kislap,1,kitab suci,1,kitabisa,1,kiyai slamet,1,KMGP,1,knrp,20,knrp jawa timur,2,kodam,1,koin,1,komnas,1,komunis,3,komunis china,2,Komunitas aci,1,konsep diin,1,konsep kebahagiaan dalam islam,1,konstantinopel,2,korban tragedi mina asal indonesia,1,korea,1,korupsi,3,korupsi e-KTP,1,KPK,3,krl,2,kronologis penembakan al-qarni,1,kudeta,2,kudeta gagal,1,kudeta militer turki,1,kudeta turki,4,kultwit,226,kurban,2,Kuwait,1,larangan mendidik anak,1,Letkol I Wayan Arta,1,Letkol I Wayan Arta Hafal Al-Qur'an,1,LGBT,14,LGTB,1,Libya,2,Lifestyle,1,logo HTI,1,logo palu arit,2,logo pki,1,london,2,lowongan,1,LPOI,1,lukis wajah nabi,1,lukman hakim saifudin,2,ma,1,Maariya Aslam,1,mabit,2,Madinah,2,madrasah,1,mahathir,4,maher zain,1,mahmud,1,mahram,1,Mahyeldi Ansyarullah,1,Makanan,1,makkah,2,malaysia,3,malik,1,Mall Pasar Raya Manggarai,1,Malta,1,mandi wajib,1,mandul,1,manggarai,1,manhaj,16,manusia dan kebahagiaan,1,marah,1,marbot masjid,1,maroko,1,Mas Gagah,1,masjid,4,Masjid Ahmet Akseki Camii,1,masjid al aqsa,2,Masjid Al Latief,1,Masjid Al Latief Pasar Raya manggarai,1,masjid blom m square,1,masjid di turki,1,masjid gede kauman,2,masjid kokas,1,masjid nabawi,1,Masjid Pasar Raya Manggarai,1,masjid turki,2,masjidil haram,3,masuk islam,4,mata uang,1,mavi marmara,1,MCI,2,membawa anak ke masjid,1,Memeluk Islam,1,menang,1,menangis,1,mendagri tjahjo kumolo,1,mendidik anak,2,mengelilingi ka'bah,1,menghormati yang tidak berpuasa,1,menikah muda,1,meninggal dunia,3,menteri agama,3,mentoring,1,menulis,2,menuntut ilmu,1,menyebabkan stroke,1,merasa benar,1,merdeka,1,mesir,161,messi,2,Mesut ozil,1,mie babi,1,mie instant korea,1,migran,1,milad fpi,2,militer turki,1,mimpi,1,mimpi bertemu Rasulullah,1,mina,4,minta maaf PKI,1,minta maaf ramadhan,1,misyal,1,MLM haram,1,MLM itu haram,1,modern,1,mogok,1,Mossad,1,mtq,1,mts walisongo,1,MTT,2,mualaf,46,mualaf Budha,1,mualaf center indonesia,1,mualaf hindu,1,Mualaf Hindu Masuk Islam,2,mualaf kristen,1,Mualaf Pakistan,1,muallaf,14,mudik,1,Muhamad Ali meninggal dunia,1,Muhammad Abduh Tuasikal,1,Muhammad Al Fatih,1,muhammad ali,5,muhammad ali bicara kematian,1,muhammad ali masuk islam,1,muhammad ali mati,2,muhammad ali meninggal dunia,2,muhammad ali wafat,2,Muhammad badie,1,Muhammad Najeeb Abdur Razzaq,1,Muhammadilah Idul Fitri,1,muhammadiyah,8,muhammadiyah idul fitri 2016,1,Muhammadiyah Idul Fitri 6 Juli,1,Muhammadiyah Lebaran Rabu,1,muharam,1,MUI,5,munajat 212,1,murabithun,1,mursi,7,mursyid am,1,museum,1,museum nasional,1,Muslim,11,muslim bosnia,1,muslim myanmar,2,Muslim Paris,1,muslim perancis,2,muslim rohingya,3,muslimah,48,mustafa kemal pasha,1,mutabaah harian ramadhan,1,muzammil hasballah,6,myanmar,6,Nabawi,1,nabi,2,nama foundation,2,nandang burhanudin,1,nasihat,96,nasioanal,1,nasional,774,nasional. palestina,1,nasional. pilgub jabar 2018,1,nasional. pks,1,nasional. spi Jakarta,3,nasonal,2,nasyid,74,nativisasi,2,nato,1,Nazia Ali,1,nenek ikrar syahadat,1,Nenek Katharina Sutarni Sutanty,1,nenek katolik masuk islam,1,nenek masuk islam,1,neno warisman,1,netanyahu,2,new york times,1,ngo,1,Nico Ardiansyah,1,nikah,109,nikah 17 tahun,1,Nikah massal gaza,1,nikah muda,1,nikah murah,1,nikah tanpa pacaran,1,nimr al nimr,1,novel baswedan,8,november,1,NU,3,nusantara,1,obama,2,odoj,18,oemar mita,1,ok oce,1,oki setiana dewi,2,Okoso Zukin,1,opini,269,orang benar,1,orang merasa paling benar,1,ormas seragam tni,1,oslo,1,ottoman,3,pahlawan,1,palestin,1,palestina,1047,palestina suruah,1,palestinaterkini,64,pangeran saudi,1,pantai padang,1,panti wreda,1,papua,3,parenting,12,paris,1,parlemen,1,partai 212,3,partai berkuasa,1,partner,2,Pasar Raya Manggarai,1,PBB,3,PBB Suriah,1,pedang,1,peduli,208,pemakaman muhammad ali,1,pembunuhan ahli drone,1,pemeluk katolik masuk islam,1,Pemerintah Turki,1,pemilu,2,pemilu 2019,1,pemilu turki,1,pemimpin serbia,1,pemkot,1,pemuda papua ikrar syahadat,1,pemuda papua masuk islam,1,pemukim ilegal,1,pemukim yahudi,1,penakhlukan konstantinopel,1,Penaklukan Konstantinopel,1,penembakan,1,penemu,1,Pengadilan Surambi,1,pengajian,1,pengeras suara,2,Penghafal Al-Quran,1,pengungsi,2,pengungsi suriah,1,pengusaha golf masuk islam,1,pengusaha muslim,1,penista agama,1,penjahat peranng,1,penjajah israel,1,penyimpangan asyuro,1,peradaban,1,perancis,3,perasaan,1,perempuan peradaban,1,Peringatan Milad ke 563 Tahun Penaklukan Konstantinopel,1,pernikahan,2,perppu ormas,2,Persahabatan,1,persatuan islam,1,Persatuan Ulama Muslim Internasional,1,persis,2,philipina,1,pilgub jabar,2,pilkadadki,5,pilpres,1,Piprim Basarah Yanuarso,2,pki,4,PKI menyerang Gontor,1,pks,75,PKS Kota Tegal,1,pksmuda,1,PLN,2,plularitas,1,poligami,2,polisi sholeh,1,polisi tilawah al quran,1,politik,19,potong kuku,1,PPP,1,prabowo,1,prabowohatta,1,prancis,1,prasasti,1,Prasetyo Budi .W,1,presiden,2,presiden mesir,1,presiden pks,1,presiden Turki,1,pria suriah,1,proklamasi,1,puasa,2,puasa senin kamis,1,puasa syawal,1,puisi,3,pulung sampah padang,1,purwokerto,1,putin,3,Putra Arifin Ilham,1,putri yusuf mansur,1,putri Yusuf Mansur Mimpi Bertemu Rasulullah,1,qatar,8,qunut,2,Qunut Shubuh,2,qur'an,3,qurban,6,r4biah,8,rabia,1,rabiah,1,Rabithah Alawiyah,1,radio,1,Radovan Karadzic,1,raja arab,1,raja faisal,1,raja salman,5,rakyat,1,ramadan,1,ramadhan,99,ramadhan 1437,1,Ramadhan di Paris,1,ramah anak,1,referendum,1,referendum turki,2,rekaman kajian,1,rekaman kajian ilmiah,1,Relawan PKS,1,remaja,46,resensi,3,resepsi mahal,1,resepsi pernikahan,1,resolusi,2,resolusi dk pbb,1,reuni 212,14,Revolusi,1,reyhan,1,reza noah,1,rezeki,1,rezeki milik siapa,1,riba,3,ridley,1,ridwan kamil,13,ridwan tulus,1,Rimpu Bima NTB,1,Rimpu Colo,1,Rimpu Mpida,1,rindu sang murabbi,1,Rodrigo Duterte,1,rohingya,14,rohis,2,rokok,1,ronaldo,1,rumah makan,1,Rumah Tangga Sakinah,1,rumah zakat,2,rusia,4,Ruu kk,1,ruu pks,4,ruutpks,2,RZ,1,sabana,1,sadiq khan,4,sakinag,1,salah alarouri,1,salaman,1,salim a fillah,4,salim segaf,1,Sally Giovani,1,Sally Giovanni,1,samuel etoo,1,sandiaga uno,8,saptuari,5,saptuari sugiharto,1,sari roti,2,sarjana,1,sastra,163,saudi,2,sby,2,SDIT,1,sedekah,1,sedih,1,sejarah,12,sejarah islam,4,sejarah palestina,1,sekolah,5,sekolah pemikiran islam,7,selfie,1,semarang,1,seni,9,senyum,1,setya novanto,1,shalit,1,shamsi ali,1,shaum,1,SHIELD,3,shoes and care,1,shola idul fitri,1,sholat,2,sholat ashar,1,sholat berjamaah,2,silatnas 2017,1,sim gratis,1,sirah,1,siroh,52,smart171,1,Smartphones,1,soeharto,1,soekarno,1,sohibul iman,4,solo,2,somalia,2,Sonia Ristanti,1,sosial,2,spanduk,1,spi,12,spi bandung,11,Spi fatahillah,1,spi jakarta,38,SPI Tangerang,1,spj,1,sri lanka,1,steven indra wibowo,1,suami sholeh,1,suara ibu,1,suara pembaca,1,suarapembaca,107,sudah hamil?,1,Sudan,2,sudrajat syaikhu,2,sukmawati,18,sukmawatii,1,suku pedalaman,1,suku wana,1,sulawesi tenggara,1,suleiman,1,sultan murad,1,sumbar,1,sundar,1,surah,1,surahman hidayat,1,suriah,26,suster katolik,1,swedia,1,swiss,2,syafii antonio,2,syahadat,3,syahid,1,syaikh yusuf al-qaradawi,2,syam,1,Syamsul Falah,1,syariah,146,syariat,1,syawal,1,syeik al-qarni,1,Syeikh Al-Qarni,1,syekh,1,syiah,7,Syiekh Sholah al Budair,1,taaruf,2,taat suami,1,Tabloid Indonesia Barokah,1,tabrakan mobil di saudi,1,tahuidullah,1,takdir,1,tanpa riba,3,tanyajawab,75,tarbawi,45,tarhib,1,tato,1,taujih,2,taujih online,53,Tausyiah,17,Tech,6,tedc,1,teheran,1,teknologi,4,teladan,91,Telkomsel,2,tenggelam,1,tentang dahlan iskan,1,Tentang Oki Setiana Dewi,1,Tentara,1,tentara israel,1,Tentara Korea,1,tepi barat,1,tere liye,2,teror,2,teuku wisnu,4,thulabiy,133,tidur,1,tidur sahur stroke,1,tidur setelah sahur,1,tikam,1,tilawah,3,time,1,timur tengah,1,tinggalkan riba,1,tips,9,tips menulis,1,tips trik menulis,1,Tirta Mandira Hudhi,1,TNI,4,togutil,1,tokoh,15,tol bawah laut,1,toleransi,1,tolikara,1,tqd,11,tradisi bid'ah,1,tragedi,2,trump,7,Tsabit bin Ibrahim,1,tsaqofah,140,tsunami,2,tukang sayur,1,tuna rungu mualaf,1,tunahan kuzu,1,tunisia,1,turki,72,tvone,1,ubn,1,uganda,1,uighur,3,ukhuwah,11,ukmi,1,ulama,1,ulil,1,Ulil Abshar Abdala,1,umahat,62,umar,1,umar bin abdul azis,1,umat,14,Ummi Pipik,1,Unesco,2,uni eropa,1,Univsersitas Islam Gaza Palestina,1,upah minimum,1,usradz Firanda adirja,1,ustadz,66,ustadz abdul somad,20,ustadz adi hidayat,8,Ustadz Arifin Ilham,4,ustadz Felix,4,ustadz hanan attaki,1,Ustadz Hasan Lubis,1,ustadz hilmy,1,ustadz zulkifli,1,utang,1,utsmani,1,vaksin,8,van damme,1,video,18,vitell logo pki,1,wahabi,1,wahyu dan kenabian,1,wali kota padang,1,walid,1,Walikota Bogor Bima Arya,2,walikota muslim london,1,walikota padang,1,walimah murah,1,wanita amerika,1,warga amerika ikrar syahadat,2,warga gaza,1,warga palestina,1,warga suriah,1,warga yaman,1,wawancara,37,White helmet,1,wilders,2,wirausaha,17,Wirda Salamah Ulya,1,Wirda Yusuf Mansur,1,worldview islam,2,xinjiang,1,Yaminah Elsyaib,1,Yasser arafat,1,Yerussalem,3,yudas iskariot,1,yunani,1,yusuf alqaradawi,1,yusuf mansur,1,Yusuf Qaradawi,1,yvonne,1,zakat,6,Zakir Naik,7,
ltr
item
Islamedia - Media Islam Online: Bait - Bait Ar-rahman
Bait - Bait Ar-rahman
http://1.bp.blogspot.com/-RNivmTQmRwM/UTAd-QLIqtI/AAAAAAAALKw/0bKzJpeEuT8/s320/arahman.png
http://1.bp.blogspot.com/-RNivmTQmRwM/UTAd-QLIqtI/AAAAAAAALKw/0bKzJpeEuT8/s72-c/arahman.png
Islamedia - Media Islam Online
https://www.islamedia.id/2013/03/bait-bait-ar-rahman.html
https://www.islamedia.id/
https://www.islamedia.id/
https://www.islamedia.id/2013/03/bait-bait-ar-rahman.html
false
4462325520328585611
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content