Hukum Lelang

Assalamu'alaykum ustadz, saya ingin menanyakan bagaimana hukum tentang lelang? Syukron (Dari Amir Udin) Jawaban:   Wa ‘Alaikum...

http://noem3d.files.wordpress.com/2009/05/lelang-motor1.jpg

Assalamu'alaykum ustadz, saya ingin menanyakan bagaimana hukum tentang lelang? Syukron (Dari Amir Udin)

Jawaban: 

Wa ‘Alaikum salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi wa ashhabihi wa man waalah, wa ba’d:

Lelang (Al Muzayadah), arti secara bahasa (lughah-etimologi)  adalah:
التَّنَافُسُ فِي زِيَادَةِ ثَمَنِ السِّلْعَةِ الْمَعْرُوضَةِ لِلْبَيْعِ
                Berlomba-lomba dalam menambah harga barang dagangan  yang dipamerkan untuk dijual.
                Makna secara istilah (terminologi):
أَنْ يُنَادَى عَلَى السِّلْعَةِ وَيَزِيدُ النَّاسُ فِيهَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ حَتَّى تَقِفَ عَلَى آخِرِ زَائِدٍ فِيهَا فَيَأْخُذَهَا
                Menyerukan barang dagangan dan  manusia satu sama lain saling  menambahkan harga terhadap barang itu sampai  berhenti penambahan itu pada penawar tertentu lalu dialah yang mengambilnya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 37/86)
                Atau juga:
بِأَنْ يَعْرِضَ الْبَائِعُ سِلْعَتَهُ فِي السُّوقِ وَيَتَزَايَدَ الْمُشْتَرُونَ فِيهَا ، فَتُبَاعُ لِمَنْ يَدْفَعُ الثَّمَنَ الأْكْثَرَ
                Seorang penjual yang menawarkan barang dagangannya ke pasar, lalu para pembeli saling menaikan harganya, lalu dia menjualnya kepada yang membayar harganya yang paling banyak. (Ibid, 9/9)
                Jual beli lelang (Al Muzayadah), kadang dinamakan Ad Dalaalah, atau Al Munaadah, atau bai’u man yaziid, atau menurut istilah ahli fiqih, Bai’ul Fuqaraa. (Ibid, 37/85-86)
Tentang jual beli dengan cara lelang, ada beberapa hadits yang membicarakannya, sebagaian  menyebutkan larangannya, sebagian lain menunjukkan kebolehannya. Berikut ini rinciannya: 
  1. Hadits-hadits yang melarang lelang (Al Muzayadah)

Pertama.  Riwayat Imam Ahmad dan Imam Ath Thabarani
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ
سَمِعْتُ رَجُلًا سَأَلَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ عَنْ بَيْعِ الْمُزَايَدَةِ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ أَحَدُكُمْ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ إِلَّا الْغَنَائِمَ وَالْمَوَارِيثَ

Berkata kepada kami  Hasan, berkata kepada kami Ibnu Luhai’ah, berkata kepada kami Ubaidillah bin Abi Ja’far, dari Zaid bin Aslam, dia berkata: Aku mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin Umar tentang membeli dengan cara lelang. Dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang kalian membeli  barang belian saudaranya kecuali pada harta rampasan perang dan warisan.” (HR. Ahmad No. 5398, Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 8391)
Tentang Ubaidullah bin Abi Ja’far mayoritas ulama memujinya. Imam Adz Dzahabi mengatakan: shaduuq mautsuuq (jujur dan dapat dipercaya). Abu Hatim, An Nasa’i, dan lainnya mengatakan: tsiqah. Ibnu Yunus mengatakan: dia seorang alim, zuhud, dan ahli ibadah. Sedangkan Ahmad mengatakan: laisa biqawwi (tidak kuat). (Mizanul I’tidal, 3/4, No. 5351 ). Imam Bukhari meriwayatkan darinya tentang Al Ghusl dan At Ta’bir. (At Ta’dil wat Tajrih, 2/944, No. 994). Al ‘Ijli mengatakan: laa ba’sa bihi – tidak apa-apa. (Ma’rifah Ats Tsiqat, 2/109, No. 1152)
Tentang Zaid bin Aslam, dia adalah pelayan Umar bin Al Khathab. Imam Ahmad dan Abu Zur’ah mengatakan: tsiqah. (Al Jarh Wat Ta’dil, 3/555, No. 2511). Ibnu ‘Adi mengatakan: tsiqah hujjah – terpercaya dan hujjah. (Mizanul I’tidal, 2/98, No. 2989). Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan tsiqah dan orang berilmu. (Taqribut Tahdzib, 1/350, No.  2117)
Tentang kedhaifan Ibnu Luhai’ah – nama aslinya Abdullah bin Luhai’ah bin ‘Uqbah Al Hadhrami- sudah sangat terkenal.

Abu Ishaq Ibrahim Al Jauzajaani mengatakan: jangan mengambil haditsnya, jangan menjadikan haditsnya sebagai hujjah, dan jangan terpedaya oleh riwayatnya. (Al Jauzajaani, Ahwal Ar Rijaal, Hal. 155, No. 274). Dahulu Ibnu Luhai’ah adalah seorang yang shaduq (jujur), namun hapalannya kacau setelah buku-bukunya terbakar. (Al Hafizh Ibnu Hajar, Taqrib At Tahdzib, Hal. 538, No. 3653) Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah.” Bahkan Ibnu Ma’in mengatakan, bahwa Ibnu Luhai’ah adalah lemah baik sebelum dan sesudah terbakar buku-bukunya.  Yahya bin Said memandang haditsnya bukan apa-apa. Ibnu Mahdi mengatakan: “Saya tidak membawa apa pun dari Ibnu Luhai’ah.” Yahya bin Bakir mengatakan: “Buku-buku dan rumahnya terbakar pada tahun 170H.”  Yahya bin Said berkata: “Berkata kepadaku Bisyr bin As Sirri, seandainya kau melihat Ibnu Luhai’ah, janganlah kau bawa haditsnya sehuruf pun.” An Nasa’i mengatakan: dhaif. (Mizanul I’tidal, 2/475-477)
Sedangkan Al Fallas mengatakan:  “Barang siapa yang menulis darinya sebelum buku-bukunya terbakar seperti Ibnul Mubarak dan Al Muqri’, maka mendengarkannya adalah lebih shahih.”
Abu Zur’ah mengatakan: “Meriwayatkan darinya baik yang awal dan akhir adalah sama saja, kecuali yang  dari Ibnul  Mubarak dan Ibnu Wahab karena keduanya mengikuti dasar-dasarnya, dan dia adalah orang yang tidak bisa dijadikan hujjah.” (Ibid)  
Jadi, ada pengecualian, yakni jika  hadits Ibnu Luhai’ah diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, ibnu Wahab, dan Al Muqri, itu masih bisa diterima, karena mereka menerima darinya saat buku-bukunya belum terbakar.
Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: semua perawinya tsiqat dan merupakan perawi Bukhari – Muslim, kecuali Ibnu Luhai’ah, dia adalah perawi dhaif, sehingga isnad hadits ini dhaif. (Lihat Syaikh Syu’aib Al Arnauth, Tahqiq Musnad Ahmad No. 5398)
Sedangkan Imam Al Haitsami mengatakan: “Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ath Thabarani, di dalamnya terdapat Ibnu Luhai’ah, haditsnya hasan, dan perawi lainnya adalah shahih.” (Majma’ Az Zawaid, 4/84)

Kedua. Riwayat Imam Al Baihaqi

أخبرنا أبو زكريا بن أبي إسحاق وأبو بكر بن الحسن قالا ثنا أبو العباس الأصم أنا محمد بن عبد الله بن عبد الحكم أنا بن وهب أخبرني عمرو بن مالك عن عبيد الله بن أبي جعفر عن زيد بن اسلم قال : سمعت رجلا يقال له شهر كان تاجرا وهو يسأل عبد الله بن عمر عن بيع المزايدة فقال
 Mengabarkan kepada kami Abu Zakaria bin Abi Ishaq dan Abu Bakr bin Al Hasan, mereka berdua berkata: berkata kepada kami Abu Al ‘Abbas Al Asham, bercerita kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam, bercerita kepada kami Ibnu Wahab, telah  mengabarkanku Amru bin Malik, dari Ubaidillah bin Abi Ja’far, dari Zaid bin Aslam, dia berkata: aku mendegar seorang laki-laki yang dipanggil  namanya “Syahr” ,   seorang pedagang, dia bertanya kepada Abdullah bin Umar tentang membeli dengan cara lelang. Lalu Ibnu Umar berkata: .................. (disebut ucapan Ibnu  Umar seperti hadits pertama). (Imam Al Baihaqi, Sunan Al Kubra No. 10669)
Tentang Abul Abbas Al Asham,  berkata Az Zirkili: Muhaddits (ahli hadits), orang Naisaburi. (Al I’lam, 7/145. Thabaqat As Shufiyah, Hal. 5. Mawqi’ Al Warraq)
Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: dengan ini sanadnya hasan, dan Amr bin Malik, haditsnya dijadikan penguat (mutaba’ah) oleh Imam Muslim. Abu Zur’ah mengatakan: shalihul hadits (haditsnya baik). Abu Hatim mengatakan: dia tidak apa-apa. Ibnu Hibban memasukkannya dalam kitab Ats Tsiqaat (orang-orang terpercaya), dan para perawi lainnya adalah perawi terpercaya. (Tahqiq Musnad Ahmad, 9/296)
Keempat. Riwayat Imam Ad Daruquthni dan Ibnu Jarud

ثنا أبو محمد بن صاعد إملاء نا محمد بن عبد الله بن عبد الحكم حدثني بن وهب أخبرني عمر بن مالك عن عبيد الله بن أبي جعفر عن زيد بن أسلم قال  سمعت رجلا يقال له شهر كان تاجرا وهو يسأل عبد الله بن عمر عن بيع المزايدة فقال
Bercerita kepada kami Abu Muhammad bin Shaa’id Imla’, bercerita kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakkam, bercerita kepadaku Ibnu Wahab, mengabarkan kepadaku Umar bin Malik dari Ubaidillah bin Abi Ja’far, dari Zaid bin Aslam, katanya: aku mendengar seorang laki-laki  dipanggil Syahr – seorang pedagang- dia bertanya kepada Abdullah bin Umar tentang membeli dengan cara lelang, maka Ibnu Umar berkata: ....................... (disebut seperti riwayat pertama). (Riwayat Ad Daruquthni No. 32, Ibnu Jarud dalam Al Muntaqa No. 570)
Tentang Abu Muhammad bin Shaa’id Imla’, berkata Al khalili: “Terpercaya, seorang imam yang melebihi para huffazh di zamannya.” (Adz Dzahabi, Siyar A’lam An Nubala, 14/502)
Tentang Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakkam,  berkata Az Zirkili: “Orang Mesir, Abu Abdillah, seorang faqih, di Mesir kepemimpinan ilmu berakhir padanya. Dia bermadzhab Malik, pernah mengikuti Imam Asy Syafi’i, lalu dia rujuk kepada Malik.” (Az Zirkili, Al I’lam, 6/223) An Nasa’i mengatakan: tsiqah. Di tempat lain dia mengatakan: shaduq (jujur). (Abu Bakar Muhammad bin Abdul Ghani Al Baghdadi, At Taqyid, Hal. 74).  Ibnu Abi Hatim mengatakan: tsiqah shaduq. (Al Jarh wat Ta’dil, 7/300-301, No. 1630). Al hafizh Ibnu Hajar mengatakan: faqih tsiqah. (Taqribut Tahdzib, Hal. 862, No. 6028)
Sedangkan para perawi lainnya; Ibnu Wahab, Umar bin  Malik, Ubaidillah bin Abi Ja’far, dan Zaid bin Aslam, adalah tsiqah. Maka semua perawi hadits ini adalah tsiqah.
Kelima. Riwayat Imam Al Bazzar

من طريق ابن لهيعة : حدثنا يزيد بن أبي حبيب ، عن المغيرة بن زياد ، عن سفيان بن وهب قال : سمعت النبي - صلى الله عليه وسلم - ينهى عن المزايدة .
 Dari jalan Ibnu Luhai’ah, bercerita kepada kami Yazid bin Abi Habib, dari Al Mughirah bin Ziyad, dari Sufyan bin Wahb, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang lelang.” (HR. Al Bazzar No. 1276, Kasyf)
Imam Al Haitsami mengatakan: isnaduhu hasan-isnadnya hasan. (Majma’ Az Zawaid, 4/84)
Yang benar adalah dhaif. Sebab, jelas kelemahan Ibnu Luhai’ah karena jelek hapalannya setelah buku-bukunya terbakar.
 Lalu Al Mughirah bin Ziyad, telah terjadi perselisihan ulama tentangnya. Imam Ahmad mengatakan:  “dhaif, semua hadits yang dimarfu’kan olehnya adalah munkar.”  An Nasa’i mengatakan: laisa biqawwi (tidak kuat). (Siyar A’lamn An Nubala, 7/197)
Sementara Al ‘Uqaili menyebutkan dari Ahmad: mudhtharibul hadits – haditsnya guncang. (Al ‘Uqaili, Adh Dhuafa, 4/176)  Al Hafizh Ibnu hajar mengatakan: “Shaduq lahu awham – jujur tapi memiliki kebimbangan.” (Taqrib At Tahdzib, Hal. 964, No. 6834)
Yahya bin ma’in mengatakan: laisa   bihi  ba’san (dia tidak apa-apa) . (Dzikru Min Ikhtalafal Ulama, Hal. 95)
Sementara Abu Daud mengatakan: “haditsnya baik, dan ditsiqahkan oleh jamaah ahli hadits.” (As Siyar, 7/197)
Al ‘Ijli, Ibnu ‘Ammar, Ya’qub bin Sufyan mengatakan: tsiqah. Ibnu Abi Hatim berkata: “Aku bertanya ayahku dan Abu Zur’ah, mereka berdua menjawab: “Seorang syaikh,” apakah boleh berhujjah dengannya? Mereka menajwab: “Tidak boleh berhujjah dengannya.” Ayahku (Imam Abu hatim) mengatakan: “Dia orang shalih dan jujur, tapi tidak kuat.” (Al Hafizh Ibnu Hajar, Tahdzibut Tahdzib, 10/232)
Imam Umar bin Ahmad Al Baghdadi mengatakan dari Abu Hafsh bahwa pendapat Imam Ahmad lebih diikuti dibanding Yahya bin Ma’in dalam hal ini. (Dzikru Min Ikhtalafal Ulama, Hal. 95)
Oleh karenanya, ada dua orang  bermasalah pada hadits ini, maka dari itu Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini dan menyanggah penghasanan Imam Al Haitsami. (As Silsilah Adh Dhaifah No. 3981)
Dan  Al Hafizh Ibnu Hajar juga mengisyaratkan kelemahannya, katanya:  “Dalam isnadnya ada Ibnu Luhai’ah, dan dia dhaif (lemah).” (Fathul Bari, 4/ 354). Begitu pula Imam Asy Syaukani mengisyaratkan kelemahan hadits ini dengan mengatakan: “Tetapi dalam isnadnya terdapat Ibnu Luhai’ah, dia dhaif.” (Nailul Authar, 5/169)
Keenam. Riwayat Ishaq bin Rahawaih
أخبرنا الوليد بن مسلم حدثني من سمع عطاء الخراساني يحدث عن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم  أنه نهى عن المزايدة إلا في ثلاث الميراث والشركة وبيع الغنائم

Telah mengabarkan kami Al Walid bin Muslim, berkata kepada saya orang yang mendengar  dari ‘Atha Al Khurasani, dia berkata dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa Beliau melarang lelang kecuali pada tiga hal: warisan, syirkah, dan harta rampasan perang. (HR. Ishaq bin Rahawaih dalam Musnadnya No. 438)
Riwayat ini lemah, karena ada perawi yang majhul (tidak diketahui) identitasnya.
 Selain itu Al Walid bin Muslim adalah seorang imam dan ulamanya penduduk Syam,  Imam Ahmad dan Ali Al Madini memujinya, tetapi Abu Mashar menyebutnya sebagai mudallis (orang yang suka menggelapkan sanad atau matan hadits). (Mizanul I’tidal, 4/347)
Imam As Suyuthi memasukkannya adalam kitab Asma’ul Mudallisin – nama-nama para mudallis. (Lihat No. 63)
Sedangkan  ‘Atha Al khurasani, telah ditsiqahkan oleh Ibnu Ma’in dan Ahmad, hanya saja An Nasa’i mengatakan pada dasarnya dia tsiqah, tetapi suka men-tadlis. Abu Hatim mengatakan: laa ba’sa bihi -  tidak apa-apa. Ya’qub bin Syaibah mengatakan: “Terpercaya, terkenal dengan fatwa dan jihad.” (Siyar A’lamin Nubala, 6/140-141)
                                                              * * * * *
Para Salaf Yang Memakruhkannya
Demikian hadits-hadits dengan berbagai jalurnya yang menunjukkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang jual beli dengan cara lelang. Sebagian hadits ada yang lemah, ada yang diperselisihkan kelemahannya, ada pula yang hasan.  Larangan itu pun tidak berlaku untuk harta rampasan perang, warisan, dan  syirkah (kongsi). Oleh karenanya, riwayat tentang  larangan jual beli dengan cara lelang (Al Muzayadah) adalah sah. Namun apakah larangan itu bermakna haram menurut ulama? Ataukah bermakna lain?
Imam Ibnu Abi Syaibah mengatakan bahwa Mak-hul memakruhkan membeli dengan cara lelang kecuali bagi orang-orang yang ikut perkongsian. (Al Mushannaf No. 33640)
Imam Ishaq bin Rahawaih pernah ditanya tentang lelang, dia menjawab:
أكرهه إلا في الميراث، والغنيمة، والشركة
Aku membencinya (makruh), kecuali dalam warisan, ghanimah, dan perkongsian.” (Lihat Masail Al Imam Ahmad bin Hambal wa Ishaq bin Rahawaih, 6/2573. Cet. 1,  2002M-1425H. ‘Imadatul Bahts Al ‘Ilmi)
Imam Ibrahim An Nakha’i juga memakruhkannya. (Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 5/188), bahkan beliau memakruhkan semua bentuk lelang tanpa pengecualian. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 37/87)
 Selain itu, juga Imam Al Hasan Al Bashri, Imam Ibnu Sirin, Imam Al Auza’i, Imam Ishaq, memakruhkan lelang kecuali pada harta warisan dan ghanimah. (Al Mausu’ah, 37/87)
Demikianlah larangan ini, sebagian ulama salaf memaknai sebagai makruh, bukan haram.

  1. Hadits Yang Membolehkan lelang
Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya:
أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ فَقَالَ لَكَ فِي بَيْتِكَ شَيْءٌ قَالَ بَلَى حِلْسٌ نَلْبَسُ بَعْضَهُ وَنَبْسُطُ بَعْضَهُ وَقَدَحٌ نَشْرَبُ فِيهِ الْمَاءَ قَالَ ائْتِنِي بِهِمَا قَالَ فَأَتَاهُ بِهِمَا فَأَخَذَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَشْتَرِي هَذَيْنِ فَقَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمٍ قَالَ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا إِيَّاهُ وَأَخَذَ الدِّرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا الْأَنْصَارِيَّ
Ada seorang laki-laki dari Anshar datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia bertanya kepadanya: “Apakah kamu punya sesuatu di rumahmu?” Laki-laki itu menjawab, “Ya, sebuah kain sarung yang sebagian kami pakai buat selimut tidur sebagiannya buat alasnya, dan sebuah cangkir yang saya pakai buat minum.”  Beliau bersabda: “Bawakan kepadaku keduanya.” Lalu saya membawakan kedua barang itu kepadanya, dan dia mengambil dengan tangannya, dan bersabda: “ Siapa yang mau beli dua benda ini?” Berkata seorang laki-laki: “Saya akan membeli keduanya dengan satu dirham.” Beliau bersabda: “Siapa yang menambahkan satu dirham ini?” Beliau mengulangnya dua atau tiga kali. Berkata seorang laki-laki: “Saya akan membelinya dengan dua dirham.” Maka Nabi memberikan kedua benda itu kepadanya dan mengambil dua dirham itu dan memberikannya kepada laki-laki Anshar tersebut. (HR. Ibnu Majah No.  2198, At Tirmidzi No. 1218, Abu Daud No. 1641, Ahmad No. 12134, Ibnul Jaarud dalam Al Muntaqa’  No. 569, dan lain-lain, dan ini adalah lafaznya Ibnu Majah)
Mari kita lihat sanadnya satu persatu .............
Sanad dari Imam Ibnu Majah:
Berkata kepada kami Hisyam bin ‘Ammar, berkata kepada kami Isa bin Yunus, berkata kepada kami  Al Akhdhar bin Al ‘Ajlan, berkata kepada kami Abu Bakar Al Hanafi, dari Anas bin Malik: ............ (disebutlah hadits di atas)
 Tentang Abu Bakar Al Hanafi, nama aslinya adalah Abdullah.  Imam Adz Dzahabi mengatakan: “tidak dikenal.” (Al Mughni Fi Adh Dhua’afa, No. 3440)
Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah mengatakan:
وقال البخاري لا يصح حديثه وقال ابن القطان الفاسي عدالته لم تثبت فحاله مجهولة.

Berkata Al Bukhari: tidak shahih haditsnya. Ibnul Qaththan berkata: ke-’adalahan-nya tidak kokoh, dan keadaannya tidak diketahui. (Tahdzibut Tahdzib, 6/80)

Sanad dari Imam At Tirmidzi:
Berkata kepada kami Humaid bin Mas’adah, mengabarkan kami ‘Ubaidillah bin Syumaith bin   ‘Ajlan, mengabarkan kami Al Akhdhar bin Al ‘Ajlan, mengabarkan kami Abdullah Al Hanafi, dari Anas bin Malik, katanya: ................ (disebut haditsnya)
Sanad ini pun terdapat Abdullah, yakni Abu Bakar Al Hanafi yang majhul sebagaimana keterangan sebelumnya.
Tentang Humaid bin Mas’adah, berkata Al Hafizh Ibnu Abi Hatim: “Dia shaduuq (jujur). (Al Jarh wat Ta’dil, 3/229. Juga Al Hafizh Adz Dzahabi, Al Kaasyif, 1/355. Juga Al Hafizh Ibnu Hajar,  Taqribut Tahdzib, Hal. 279, No. 1559)
Imam Abu Bakar Al Baghdadi mengatakan bahwa Al Bukhari, At Tirmidzi, Abdullah bin Ahmad bin Hambal, Al Baghawi, telah meriwayatkan hadits darinya. (Takmilah Al Ikmal, 3/281)
Tentang Ubaidillah bin Syumaith bin ‘Ajlan, Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “Tsiqah - terpercaya.” (Al Jarh wat Ta’dil, 5/319), begitu pula yang dikatakan Imam Abu Daud. (Al Kaasyif, 1/681), juga Al Hafizh Ibnu Hajar. (Taqribut Tahdzib, Hal. 639, No. 4301)
Tentang Al Akhdhar bin ‘Ajlan, Imam Ibnu Ma’in mengatakan: “tsiqah.” (Tarikh Ibnu Ma’in- Riwayah Ad Dauri, 4/306), Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Shaduuq - jujur.” (Taqribut Tahdzib, Hal. 121, Hal. 291)  ‘Abbas mengatakan: “Dia tidak apa-apa.” Al Azdi mendhaifkannya. (Imam Abu Muhammad Badruddin Al ‘Aini, Mughani Al Akhyar, 1/32)
Demikian para perawi At Tirmidzi, semuanya tsiqah kecuali Abu Bakar Al Hanafi yang majhul, dan Al Akhdhar bin ‘Ajlan yang didhaifkan Al Azdi, dan ditsiqahkan yang lainnya.

Sanad dari Imam Abu Daud:
Berkata kepada kami Abdullah bin Maslamah, mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus, dari Al Akhdhar bin ‘Ajlan, dari Abu Bakar Al Hanafi, dari Anas bin Malik, katanya: ............(disebut hadits di atas)
Sanad ini juga terdapat Abu Bakar Al Hanafi yang majhul. Sedangkan perawi lain seperti Al Akhdhar bin ‘Ajlan sudah dibahas sebelumnya.
Tentang Abdullah bin Maslamah, Imam Abu Hatim mengatakan: tsiqah hujjah  - bisa dipercaya dan sebagai hujjah. (Imam Abul Walid Sulaiman bin Khalaf Al Baji, At Ta’dil wat Tajrih, 2/926. Al Hafizh Ibnu Abi Hatim, Al Jarh wat Ta’dil, 5/181), Imam Al’Ijli juga mentsiqahkan. (Ats Tsiqat, 2/61). Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: tsiqah. (Taqribut Tahdzib, Hal. 547, No. 3620)
Tentang Isa bin Yunus, Imam Abu Zur’ah mengatakan: “Haafizh –seorang hafizh.” Imam Abu Hatim mengatakan: “tsiqah.” (At Ta’dil wat Tajrih, 3/1146). Imam Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqaat. (7/238, No. 9857). Al Hafizh Al ‘Ijli juga menyebutnya: tsiqah. (Ma’rifah Atsiqaat, 2/200)

Sanad dari Imam Ahmad:
Bercerita kepada kami Yahya bin Sa’id, dari Al Akhdhar bin ‘Ajlan, dari Abu Bakar Al Hanafi, dari Anas bin Malik, katanya: .................... (lalu disebut hadits seperti di atas)
Semua perawi sudah dijelaskan sebelumnya di atas, kecuali Yahya bin Sa’id, beliau adalah Yahya bin Said Al Qaththan seorang imam hadits terkenal.

Sanad Imam Ibnul Jaarud:
Bercerita kepada kami Muhammad bin Ismail  Ash Shaaigh, bahwa Ruh bin ‘Ubaadah menceritakannya, berkata kepada kami Al Akhdhar bin ‘Ajlan At Taimi, dari seorang Syaikh Bani hanafiyah bernama Abu Bakar Al Hanafi, dari Anas bin Malik, katanya : ................... (seperti sebelumnya) 
Muhammad bin Ismail Ash Shaaigh adalah ahli hadits kota Mekkah. (Al Mu’ayyan No. 1121)
Sedangkan Ruh bin ‘Ubaadah, ditsiqahkan oleh Imam Ibnu Hibban. Para imam mengambil hadits darinya seperti Imam Ahmad, Imam Ali Al Madini, Imam Ibnu Ma’in, Imam Ishaq bin Ibrahim. (Ats Tsiqaat, 8/243),  Al Ijli mengatakan tsiqah. (Ma’rifah Ats Tsiqat, 1/365)
Dan, sanad ini juga terdapat Abu Bakar Al Hanafi yang majhul.
                                                             * * * * *
Demikian. Lalu bagaimanakah status hadits ini?
Berkata Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah:
وأعله بن القطان بجهل حال أبي بكر الحنفي ونقل عن البخاري أنه قال لا يصح حديثه كذا في التلخيص

Imam Ibnul Qaththan menilai cacat hadits ini, karena adanya ke-majhul-an pada Abu Bakar Al Hanafi. Dikutip dari Imam Al Bukhari bahwa dia berkata: “Tidak shahih haditsnya.” Demikian disebutkan dalam At Talkhish. (Tuhfah Al Ahwadzi, 4/409)
Artinya, semua sanad   hadits dhaif (lemah) lantaran majhul-nya Abu Bakar Al Hanafi, apalagi menurut standar Imam Al Bukhari dia tidak shahih haditsnya. Tidak shahih menurut ucapan Imam Bukhari, tidak bisa diartikan hasan, sebab istilah hadits hasan belum ada pada masa Imam Bukhari. Jadi, hadits ini adalah dhaif.
Begitu pula  menurut Syaikh Syu’aib Al Arnauth, beliau mendhaifkan sanadnya Imam Ahmad. (Tahqiq Musnad Ahmad No. 12134), dan Syaikh Al Albani mendhaifkan semuanya. (Takhrij Musykilah Al Faqr No. 41, Tahqiq Misykah Al Mashabih No. 1851, Shahih wadh Dhaif Sunan Ibni Majah No. 2198, Shahih wadh Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1218, Shahih wadh Dhaif Sunan Abi Daud No. 1641,  dan lainnya).

Sedangkan sanad Abu Daud, Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah tidak tegas mendhaifkannya, Beliau mengatakan: 
والحديث في إسناده أبو بكر الحنفي وهو مجهول لا يعرف، فهو إذاً غير صحيح.
Pada hadits ini, isnadnya terdapat Abu Bakar Al Hanafi, dia seorang yang majhul (tidak diketahui) dan tidak dikenal, jadi hadits ini tidak shahih. (Syarh Sunan Abi Daud, 9/61)
Namun para ulama lain tidak mendhaifkan hadits ini.   Imam Az Zaila’i mengatakan shahih. (Imam Az Zaila’i,  Nashbur Rayah Li Ahadits Al Hidayah, 4/22. Cet. 1, 1997M-1418H. Muasasah Ar Rayyan)
Imam At Tirmidzi menghasankannya, dan  mengatakan: “Saya tidak mengetahuinya kecuali melalui hadits Al Akhdhar bin Al ‘Ajlan dan Abdullah Al Hanafi yang meriwayatkan dari Anas, dan dia adalah Abu Bakar Al Hanafi.” (Sunan At Tirmidzi No. 1218)
Imam Al Haitsami mengikuti penghasanan Imam At Tirmidzi. Beliau mengatakan: “Diriwayatkan oleh Ahmad dan At Tirmidzi menghasankan sanadnya. (Majma’ Az Zawaid, 4/84)
Begitu pula Al Hafizh Ibnu Hajar mengikuti penghasanan Imam At Tirmidzi. (Fathul Bari, 4/354)
Umumnya mereka mengekor pada penghasanan Imam At Tirmidzi. Wallahu A’lam
Selain hadits ini, ada riwayat lain yang menunjukkan kebolehan jual beli dengan cara lelang, yakni dalam Shahih Bukhari pada Kitab Al Buyuu’ Bab Bai’ Al Muzayadah (Kitab Jual Beli Bab Jual Beli Lelang). Penjudulan yang dibuat oleh Imam Bukhari sudah menunjukkan eksistensinya jual beli dengan cara  lelang.


Para Salaf Yang Membolehkan Lelang
Imam Ibnu Abi Syaibah menyebutkan beberapa salaf yang membolehkan lelang, seperti Ibnu Sirin (Al Mushannaf No. 33639), Hammad (No. 33641), ‘Atha,  dan Mujahid (No. 33642).
Imam Al Baihaqi Rahimahullah mengatakan:
وروينا عن عطاء بن أبي رباح أنه قال أدركت الناس لا يرون بأسا ببيع المغانم فيمن يزيد
Kami meriwayatkan dari ‘Atha bin Abi Rabbah, bahwa dia berkata: “Saya menjumpai manusia, mereka memandang tidak masalah  terhadap jual beli ghanimah pada orang yang menambahkan harganya.” (Al Baihaqi, Sunan Al Kubra No.10669. Lihat pula dalam Shahih Al Bukhari, pada Kitab Al Buyu’ Bab Bai’ Al Muzayadah)

Kebolehan Lelang adalah Pendapat Mayoritas Ulama
Tertulis dalam Al Mausu’ah:
ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى إِبَاحَةِ بَيْعِ الْمُزَايَدَةِ   ، وَاسْتَدَلُّوا لِذَلِكَ بِفِعْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ....
Pendapat mayoritas fuqaha adalah membolehkan jual beli dengan cara lelang, mereka berdalil dengan perbuatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ... (lalu disebut hadits Anas bin Malik di atas). (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 37/87)
Sementara itu, Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah  -bermadzhab Hambali- mengklaim telah terjadi ijma’ atas kebolehannya. Katanya:
وهذا أيضا اجماع فان المسلمين يبيعون في أسواقهم بالمزايدة
Ini juga ijma, sesungguhnya kaum muslimin menjual di pasar-pasar mereka dengan cara lelang. (Imam Ibnu Qudamah, Asy Syarh Al Kabir, 4/42. Darul Kitab Al ‘Arabi, juga dalam kitabnya yang lain, Al Mughni, 8/395. Mawqi’ Al Islam. Juga Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim, Manarus Sabil, 1/311. Cet. 7, 1989M-1409H. Maktab Al Islami)
Imam Al Bahuti Rahimahullah – juga dari kalangan Hambali –  pun mengatakan ijma’, katanya:
( فَأَمَّا الْمُزَايَدَةُ فِي الْمُنَادَاةِ فَجَائِزَةٌ ) إجْمَاعًا فَإِنَّ الْمُسْلِمِينَ لَمْ يَزَالُوا يَتَبَايَعُونَ فِي أَسْوَاقِهِمْ بِالْمُزَايَدَةِ .

 (Adapun lelang dalam jual beli Al Munaadah (jual beli dengan cara memanggil) adalah    boleh) secara ijma’, karena kaum muslimin senantiasa jual beli di pasar-pasar mereka dengan cara lelang. (Al Kasysyaf Al Qinaa’,  9/13)
Namun, klaim adanya ijma’ oleh kalangan Hambaliyah dalam hal ini tidak sesuai kenyataan, sebab  telah terjadi perselisihan para ulama sejak masa ulama salaf, sebagaimana yang kami sebutkan di awal. Kalau pun mau dikatakan ijma’, itu adalah ijma’ setelah masa-masa salaf.
Imam Al Kisani Rahimahullah –bermadzhab Hanafi- mengatakan:
هُوَ بَيْعُ مَنْ يَزِيدُ وَأَنَّهُ لَيْسَ بِمَكْرُوهٍ ؛ لِمَا رُوِيَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { بَاعَ قَدَحًا وَحِلْسًا لَهُ بِبَيْعِ مَنْ يَزِيدُ } وَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَبِيعَ بَيْعًا مَكْرُوهًا
Itu adalah jual beli lelang, itu bukan makruh, sebab telah diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjual cangkir dan kain dengan penjualan lelang (bai’u man yaziid), dan tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memakruhkan jual beli seperti itu. (Imam Abu Bakar Al Kisani, Bada’i Ash Shana’i, 11/490. Mawqi’ Al Islam)
Imam At Tirmidzi Rahimahullah menyebutkan dalam Sunan-nya tentang hadits Anas bin Malik:
والعمل على هذا عند بعض أهل العلم ولم يروا بأسا ببيع من يزيد في الغنائم والمواريث
Sebagian ulama mengamalkan hadits ini, mereka memandang tidak masalah menjual secara lelang dalam harta ghanimah dan warisan. (Sunan At Tirmidzi No. 1218)
Imam Ibnul ‘Arabi Rahimahullah –bermadzhab Maliki- mengomentari ucapan Imam At Tirmidzi ini,  beliau menyanggah kalau yang dibolehkan hanya pada harta ghanimah dan harta warisan. Beliau membolehkan secara mutlak pada harta apa saja, katanya:
لا معنى لاختصاص الجواز بالغنيمة والميراث، فإن الباب واحد والمعنى مشترك.
Pembolehan tersebut tidaklah bermakna khusus bagi ghanimah dan warisan, karena sesungguhnya penyebutannya memang  satu namun maknanya banyak (musytarak). (Al Hafizh Ibnu Hajar, Fathul Bari, 4/354. Lihat juga Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 5/169. Lihat juga Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 5/187)
Imam Abul Hasan Al Mawardi Rahimahullah –bermadzhab Syafi’i – mengatakan:
وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَسُومَ الرَّجُلُ عَلَى سَوْمِ أَخِيهِ " . وَصُورَةُ سَوْمِ الرَّجُلِ عَلَى سَوْمِ أَخِيهِ أَنْ يَبْذُلَ الرَّجُلُ فِي السِّلْعَةِ ثَمَنًا ، فَيَأْتِي آخَرُ فَيَزِيدُ عَلَيْهِ فِي ذَلِكَ الثَّمَنِ قَبْلَ أَنْ يَتَوَاجَبَا الْبَيْعَ ، فَإِنْ كَانَ هَذَا فِي بَيْعِ الْمُزَايَدَةِ جَازَ : لِأَنَّ بَيْعَ الْمُزَايَدَةِ مَوْضُوعٌ لِطَلَبِ الزِّيَادَةِ ، وَأَنَّ السَّوْمَ لَا يَمْنَعُ النَّاسَ مِنَ الطَّلَب
Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa Beliau melarang seorang laki-laki menawar atas tawaran saudaranya. Gambaran tawaran seseorang atas tawaran saudaranya adalah seorang yang memberikan harga pada barang dagangan, lalu datang orang lain yang menambahkan harga tersebut sebelum keduanya  transaksi, jika ini terjadi pada jual beli lelang, maka boleh, karena memang  jual beli lelang  menuntut adanya tambahan, dan sesungguhnya sebuah tawaran tidaklah mencegah manusia dari tuntutan itu. (Al Hawi fi Fiqhi Asy Syafi’i, 5/344) 



Imam Asy Syaukani Rahimahullah –awalnya bermadzhab Zaidi namun para ulama mengakuinya  telah mencapai posisi sebagai mujtahid mutlak- beliau mengatakan:
فيه دليل على على جواز بيع المزايدة وهو البيع على الصفة التي فعلها النبي صلى الله عليه وآله وسلم كما سلف وحكى البخاري عن عطاء أنه قال أدركت الناس لا يرون بأسا في بيع المغانم فيمن يزيد ووصله ابن أبي شيبة ن عطاء ومجاهد وروى هو وسعيد بن منصور عن مجاهد قال لا بأس بيع من يزيد
                Dalam hadits ini terdapat dalil atas kebolehan jual beli dengan cara lelang, yaitu jual beli yang bentuknya telah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana telah lalu. Imam Al Bukhari telah menceritakan dari ‘Atha bahwa Beliau menjumpai manusia memandang tidak mengapa menjual ghanimah kepada orang yang menambah nilai harganya (lelang). Ibnu Abi Syaibah menyambungkan kepada ‘Atha dan Mujahid, dan diriwayatkan oleh Said bin Manshur dari Mujahid, dia berkata: “Tidak apa-apa menjual dengan cara lelang.” (Nailul Authar, 5/169)  
Yang terlarang adalah jika penjual sudah ridha dengan satu harga dan sudah menahan dengan harga itu, lalu datang orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi,  maka ini haram, sebab dia telah membatalkan secara sepihak dengan pihak pertama dan telah membohonginya. Berbeda dengan lelang, tidak ada kesepakatan apa pun sebelumnya dengan para penawar, kesepakatan baru terjadi dengan pihak penawar dengan harga tertinggi, sehingga tak ada kesepakatan apa pun yang dilanggar dan tidak ada yang dicurangi. Wallahu A’lam

Pendapat Ulama Kontemporer

1.       Syaikh Wahbah Az Zuhaili Hafizhahullah mengatakan:
وهو أن ينادي على السلعة، ويزيد الناس فيها بعضهم على بعض حتى تقف على آخر زائد فيها فيأخذها، فهو بيع صحيح جائز لا ضرر فيه.
                Lelang adalah menawarkan dengan seruan  terhadap sebuah barang, dan manusia satu sama lain  menambahkan harganya sampai berhenti, maka yang akhir yang berhak mengambilnya. Ini adalah jual beli yang sah dan boleh, dan tidak ada masalah di dalamnya. (Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 4/592)

2.        Syaikh Abdul Muhsin  Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah  
Beliau mengatakan:
وهذا الحديث يدل على جواز البيع بالمزايدة، وأنه لا يدخل في النهي عن البيع على البيع، لأن النهي عن البيع على البيع يكون إذا وجد الاستقرار وتمام البيع، ويكون في مدة خيار، وأما أن يقول: من يشتري هذا؟ فيقول رجل: أنا بكذا، ثم يزيد آخر فهذا لا بأس به
Hadits ini menunjukkan kebolehan membeli dengan cara lelang, dan itu tidak termasuk dalam lingkup larangan membeli sesuatu terhadap barang yang sudah pesan  orang lain, karena larangan membeli terhadap barang yang sudah dibeli baru terjadi jika sudah ada ketetapan sempurna terhadap barang belian tersebut, yang dengan itu membuatnya mengambil pilihan. Ada pun orang mengatakan: “Siapa yang mau membeli ini?” ada orang menjawab: “Saya membeli sekian,” lalu yang lainnya menambahkan harga, maka itu tidak apa-apa. (Syarh Sunan Abi Daud, 9/61)
3.       Syaikh Muhammad Shalih Al Munajid Hafizhahullah
Beliau mengatakan:
الحمد لله : عقد المزايدة عقد صحيح إذا تمّ بالشّروط الشّرعية وهذا مذهب جمهور أهل العلم ومما استدلوا به حديث أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ .....
Alhamdulillah .. akad lelang adalah akad yang sah, jika terpenuhi syarat-syarat syar’iyah-nya. Ini adalah madzhab mayoritas ulama. Di antara alasan mereka adalah hadits Anas bin malik ... (lalu disebut hadits yang telah kami bahas di atas) ... dst. (Fatawa Islam Su’al wa Jawab, Pertanyaan No. 2150. Penanggung jawab: Syaikh Muhammad Shalih Al Munajid)
4.       Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih Hafizhahullah
Beliau mengatakan:
وهذا بيع جائز بإجماع المسلمين، كما صرح به الحنابلة فصححوه ولم يكرهوه، وقيده الشافعية بأمرين: أن لا يكون فيه قصد الإضرار بأحد، وبإرادة الشراء وإلا حرمت الزيادة لإنها من النجش.

Ini adalah jual beli yang dibolehkan berdasarkan ijma’ kaum muslimin, sebagaimana yang dijelaskan kalangan Hanabilah (Hambali) mereka men-sah-kannya dan tidak memakruhkannya. Kalangan Syafi’iyah memberikan dua syarat: Tidak boleh ada maksud melakukan dharar (kerusakan) kepada seseorang, dan hendaknya dia berkehendak membelinya, jika tidak maka itu tambahan (harga) yang diharamkan, karena itu termasuk  An Najasy (semata-mata untuk menyingkirkan orang lain). (Fatawa Asy Syabkah Al Islamiyah, No fatwa. 17455)
5.       Syaikh Hisamuddin bin Musa ‘Afanah
Beliau mengatakan:
وبيع المزايدة مشروع وجائز ويدخل في عموم قوله تعالى :( وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ ) ومما يدل على مشروعيته ما يلي...
Jula beli dengan lelang adalah masyruu’ (dibenarkan syariat) dan boleh, itu termasuk dalam keumuman firmanNya Ta’ala: (Allah menghalalkan jual beli). Dan, yang menunjukkan pensyariatannya adalah sebagai berikut .... (lalu Beliau menyebutkan beberapa dalil). (Fatawa Yas’alunaka, 4/113. Syamilah)

Dan lain-lainnya. Sekian.
 
Farid Nu’man

Wallahu A’lam
Nama

#2019GantiPresiden,5,#cabutpermendikbudno.30,1,#kejahatanseksual,4,#palestina #aqsa #smart171 #aaw #aqsaawarenessweek headline nasional,1,#permen,1,#Permendikbudno.30,1,#seksbebas,4,#zina,1,212mart,1,aa gym,4,aadk,1,Aaw,1,ACN,4,ada apa dengan konsen,1,adara,1,ahmat davutoglu,1,ahzami samiun jazuli,1,aid al-qarni,1,aidit,1,air zam zam,1,ajat syaikhu,2,ak parti,1,akhrawi,1,akmal sjafril,4,AKP,6,aksi 112,1,aksi 115,1,aksi 212,2,Aksi 64,2,Aksi Bela Baitul Maqdis,1,aksi bela palestina,7,aksi kemanusiaan,1,aksi palestina,1,aksi peduli aleppo,1,aktivitasdakwah,146,Aku Kamu Adalah Kita,2,al aqsha,4,al irsyad,1,al zawari,1,al-aqsa,1,al-qarni,1,al-qassam,1,al-qur'an,5,al-quran,4,alamislami,926,alaqsa,4,alasan logis mengelilingi ka'bah,1,alasan nikah muda,1,aleppo,6,aleppoisburning,1,alexis,3,aljazeera,1,alkhusairi,1,Allah,3,Almuzzammil Yusuf,2,alquds,1,alqur'an,2,alquran,41,Alvin,1,ambulance,1,ambulans,1,amerika,7,amerika serikat,1,amien,1,Amien rais,5,anak,2,anak dilarang ke masjid,1,Anak Inggris Hafal Al-Qur'an,1,anak kembar,1,anak masjid,2,anak masjid ribut,1,anak palestina,2,anak pendeta,1,anak TK CHina baca Al Quran,1,anak-anak masjid,1,analisa,24,anggota dewan PKS,2,anggota dewan sederhana,2,anggota dprd bekasi,1,anggota odoj meninggal dunia,1,anggota parlemen,1,anggota PKI,1,Anggota TNI,1,anggota TNI Hafal Al Qur'an,1,anggota TNI Hafal Qur'an,1,angsuran bank,1,ani yudhoyono,1,anies baswedan,57,Anies sandi,8,anjing,1,anti lgbt,2,anti vaksin,7,Anya,1,aqsha,2,arab,1,arab israel,1,arab saudi,7,arab saudi jamin kesehatan warga yaman,1,arabic,3,ari purbono,1,arie untung,1,arifin ilham,3,artefak,1,as-sisi,1,asma nadia,2,asyuro,1,ataturk,1,ateisme hanya kenakalan saja,1,atheis,1,Aung San Suu Kyi,2,australia,1,Awkarin,1,ayah,8,ayat ayat cinta,2,azan,1,azan pengeras suara,1,azan turki,1,bachtiar nashir,1,bachtiar nasir,2,bahasa arab,1,baliho KB,1,bandara paris,1,bandung,7,bangkok,1,banjir,2,banjir Jakarta,1,bank riba,2,bantuan,1,bantuan kemanusiaan,1,bantuan turki,1,bantuan turki gaza,1,barat,1,barokah,1,basar asad,1,bashar asad,1,batik trusmi,1,bayan,4,bayar puasa,1,baznas,1,bds,1,bebas hutang,1,Begin Again,1,Belanda,1,belum hamil?,1,Bencana Purworejo,1,bendera,1,Bendri Jaisyurrahman,1,beras maknyus,2,berau,2,berita,4932,berita duka muhammad ali,1,berita nasional,4,beritafoto,51,bermain di masjid,1,bhiksu budha,1,bid'ah,1,bila ingin disebut Allah,1,bin,1,binali,1,birokrasi,1,bisnis,2,board of peace,1,boikot,1,boikot starbuck,2,bom,1,bom depok,1,brasil,2,Britain,1,brunei,5,budha,2,bukan negero dongeng,1,buku,19,bunda yoyoh,15,burqa,2,buruh,2,busana,1,buya hamka,5,cadar,5,caesar,1,cagub jabar,1,cahyadi takariawan,1,caisar,1,cara mendidik anak,1,charles darwin,1,Charlie Hebdo,1,chelsea,1,China,4,cicak,1,cincin,1,cinta masjid,1,cirebon,1,corona,9,covid19,2,crane,2,cupink topan,2,daerah,7,dahlan iskan,4,dakwah,147,dakwahkantor,1,davutoglu,1,ddii,1,Deen Mohammad Shaikh,1,dembaba,2,demokrasi,1,demokratis,1,denny indrayana,1,denny JA,1,depok,4,derajat,1,dewan dakwah,2,Dibutuhkan Masjid Ramah Anak,1,Didin Hafidhuddin,1,dina lorenza,1,diskriminasi,1,Dk pbb,1,doa,1,doa gempa,1,dokter,1,dokter pembersih sepatu,1,dokter Tirta,1,Domingus Roudolsifa,1,Donal Trump,1,donald trump,3,Dosen Amerika Masuk Islam,1,dosen FMIPA UNY,1,dosen katolik masuk islam,1,dprd semarang,1,Dr Zakir Naik,5,dropship dalam Islam,1,Dropship halal,1,dropship haram,1,dsp pks,1,dunia,60,dunia islam,235,duniaislam,13,duta besar israel,1,duterte,1,e-ktp,1,egi john,4,Egyptair,1,ekonomi syariah,1,ekonomisyariah,90,ektp kepercayaan,2,elang gumilang,1,embunpagi,29,Entertainment,2,erdogan,57,Erez,1,eropa,3,Esebius Pomats,1,etika membutuhkan agennya,1,Eurasia,1,event,50,facebook,3,fahmi salim,1,farid nu'man,1,Fariq Zakir Naik,1,fatih,1,fds,1,felix siau,1,felix siauw,9,Feminisme,2,feriza,1,fethullah gulen,1,film 212,6,film islami,1,film pendek,3,fiqih,1,firanda adireja,1,FISIP Universitas Indonesia,1,flp,1,forum,1,foto,1,fpi,5,FPI Gaza,1,FPI Palestina,1,FPI peduli Palestina,1,FPKS,2,fpks dprd jakarta,2,fpks Jakarta,1,freemansory,1,gadis gereja masuk islam,1,gaji halal,1,gaji kecil,1,gardu listri,1,garuda,1,gatot,3,gay,1,gaza,29,gema keadilan,1,gempa,4,gerakan,14,gereja,1,gereja katolik,1,gerhana bulan,2,gerhana bulan total,1,ghazwul fikri,6,ghilad salit,1,gnpf mui,3,gnpf ulama,1,gojek,1,good governance,1,gpmp,1,Grand Metropolitan Mall Bekasi,1,gulen,2,gus nur,1,habib rizieq,10,habib salim,2,hadits,12,hafal al-qur'an,2,Hafalan Surat Yasin,1,hafidz anah,1,hafidz anak,1,hafidz quran,1,hafiz indonesia,1,Hafiz Indonesia RCTI,1,hagia sophia,2,haji,22,hak allah,1,halal haram dropship,1,hamas,7,hamil,3,hamka,2,handhphone ViTELL,1,hary tanoesoedibjo,1,hasan al banna,1,hasyim asyari,1,headline,8084,headline nasional,4,Helvy Tiana Rosa,1,hidayah,4,hidayatullah,1,hidup,1,hidup sederhana,1,hijab,2,hijrah,20,hikmah,27,Hindu Masuk Islam,2,Hizbut Tahrir,5,Hizbut Tahrir Indonesia,1,hmi,1,hoax,4,hti,11,hti dibubarkan,1,hukum dropship,1,hukum sropshipping,1,hukuman mati,1,hutang,1,ibadah haji,1,IBF 2918,1,ibnu mubarak,1,Ibnu Riyanto,1,ibu,2,ibu walikota padang,1,icc,1,idul adha,5,idul fitri,3,idul Fitri,6,idul Fitri Muhammadiyah,1,idulfitri,2,ikhwanul muslimin,3,iklan,15,ikrar syahadat,2,ikrar syahadat di yogyakarta,1,ikrimah,1,ilmu syar'i,1,ilmuan,1,IM,2,imam,1,imam malik,1,imunisasi,1,Indahnya Masjid MALL,1,indonesia,50,indonesia abstain suriah,1,Indonesia PBB,1,Indonesia salah PKI,1,indonesia tanpa jil,2,indosat,1,infoumat,20,injil barnabas,1,innalillahi muhammad ali,1,inspirasi,737,internasional,1836,intifadhah,1,Intifaha 3,1,intoleransi,1,irak,1,iran,1,Irfan Hakim Hafiz Indonesia,1,Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri,1,irwan prayitno,3,irwansyah,1,isbal,1,isil,1,isis,1,islam,11,Islam Bersatu,1,islam bukan agama arab,1,islam liberal,1,islam papua,1,islam-download.net,1,islamediaredaksi,38,islamophobia,1,ismail haniya,1,Ismail Yusanto,1,israel,26,Israel hentikam bantuan luar negeri,1,Israel pasang kamera pengintai,1,istambul,1,istiqlal,2,istiqomah,1,istri,2,Italia,3,itikaf,3,itj,3,itj bandung,1,ITJ Jakarta,1,jamaah,1,Jamaah Tabligh,1,jamin kesehatan,1,jangan ada tebang pilih dalam kasus penistaan agam,1,jangan lakukan ini,1,janji kampanye,1,janji pemerintah,1,jepang,1,jidat hitam,1,jihad,2,jihad islam,1,jilbab,3,jilbab diskriminasi,1,jilbab pramugari,1,JK,1,jodoh,1,jomblo,1,jordania,1,jual cincin,1,jurnal ramadhan,1,jurnalistik,3,jurnalistik dakwah,1,Jusuf Kalla,2,Juventus,1,ka'bah,3,kairo,1,kajian,29,kalender arab saudi masehi,1,kalender hijriah,2,kalender masehi,1,kanada,1,kangen band,1,Kapan Muhammadiyah Lebaran,1,kapan nikah,2,Kapolda Sumsel,1,karikatur,8,kaset,1,kashmir,1,kasunanan surakarta,1,Katharina Sutarni Sutanty,1,Katharina Sutarni Sutanty masuk islam,1,katolik,1,katolik masuk islam,2,katolik merapi,1,katolik papua,1,kawin,1,kdm,1,kebakaran,1,Kebangkitan,2,kedaulatan rakyat,1,kejam,1,kekejaman PKI,1,keluarga,183,kemenag,1,kenaikan upah,1,kepala suku papua,1,Kepanduan,1,kepenulisan,1,kesehatan,44,kesultanan yogyakarta,1,ketahanan keluarga,1,Kevin James,1,KH Arifin Ilham,1,khalid,1,khalid misy'al,1,Khilafiyah,1,khitbah,1,khusuf,1,khutbah,4,khutbah idul adha,1,khutbah idul fitri,1,khutbah jumat,2,Kiai Idham Chalid,1,kiamat,1,kiblat,1,kislap,1,kitab suci,1,kitabisa,1,kiyai slamet,1,KMGP,1,knrp,20,knrp jawa timur,2,kodam,1,koin,1,komnas,1,komunis,3,komunis china,2,Komunitas aci,1,konsep diin,1,konsep kebahagiaan dalam islam,1,konstantinopel,2,korban tragedi mina asal indonesia,1,korea,1,korupsi,3,korupsi e-KTP,1,KPK,3,krl,2,kronologis penembakan al-qarni,1,kudeta,2,kudeta gagal,1,kudeta militer turki,1,kudeta turki,4,kultwit,226,kurban,2,Kuwait,1,larangan mendidik anak,1,Letkol I Wayan Arta,1,Letkol I Wayan Arta Hafal Al-Qur'an,1,LGBT,14,LGTB,1,Libya,2,Lifestyle,1,logo HTI,1,logo palu arit,2,logo pki,1,london,2,lowongan,1,LPOI,1,lukis wajah nabi,1,lukman hakim saifudin,2,ma,1,Maariya Aslam,1,mabit,2,Madinah,2,madrasah,1,mahathir,4,maher zain,1,mahmud,1,mahram,1,Mahyeldi Ansyarullah,1,Makanan,1,makkah,2,malaysia,3,malik,1,Mall Pasar Raya Manggarai,1,Malta,1,mandi wajib,1,mandul,1,manggarai,1,manhaj,16,manusia dan kebahagiaan,1,marah,1,marbot masjid,1,maroko,1,Mas Gagah,1,masjid,5,Masjid Ahmet Akseki Camii,1,masjid al aqsa,2,Masjid Al Latief,1,Masjid Al Latief Pasar Raya manggarai,1,masjid blom m square,1,masjid di turki,1,masjid gede kauman,2,masjid kokas,1,masjid nabawi,1,Masjid Pasar Raya Manggarai,1,masjid turki,2,masjidil haram,3,masuk islam,4,mata uang,1,mavi marmara,1,MCI,2,membawa anak ke masjid,1,Memeluk Islam,1,menang,1,menangis,1,mendagri tjahjo kumolo,1,mendidik anak,2,mengelilingi ka'bah,1,menghormati yang tidak berpuasa,1,menikah muda,1,meninggal dunia,3,menteri agama,3,mentoring,1,menulis,2,menuntut ilmu,1,menyebabkan stroke,1,merasa benar,1,merdeka,1,mesir,161,messi,2,Mesut ozil,1,mie babi,1,mie instant korea,1,migran,1,milad fpi,2,militer turki,1,mimpi,1,mimpi bertemu Rasulullah,1,mina,4,minta maaf PKI,1,minta maaf ramadhan,1,misyal,1,MLM haram,1,MLM itu haram,1,modern,1,mogok,1,monas,1,Mossad,1,mtq,1,mts walisongo,1,MTT,2,mualaf,46,mualaf Budha,1,mualaf center indonesia,1,mualaf hindu,1,Mualaf Hindu Masuk Islam,2,mualaf kristen,1,Mualaf Pakistan,1,muallaf,15,mudik,1,Muhamad Ali meninggal dunia,1,Muhammad Abduh Tuasikal,1,Muhammad Al Fatih,1,muhammad ali,5,muhammad ali bicara kematian,1,muhammad ali masuk islam,1,muhammad ali mati,2,muhammad ali meninggal dunia,2,muhammad ali wafat,2,Muhammad badie,1,Muhammad Najeeb Abdur Razzaq,1,Muhammadilah Idul Fitri,1,muhammadiyah,9,muhammadiyah idul fitri 2016,1,Muhammadiyah Idul Fitri 6 Juli,1,Muhammadiyah Lebaran Rabu,1,muharam,1,MUI,5,munajat 212,1,murabithun,1,mursi,7,mursyid am,1,museum,1,museum nasional,1,Muslim,11,muslim bosnia,1,muslim myanmar,2,Muslim Paris,1,muslim perancis,2,muslim rohingya,3,muslimah,48,mustafa kemal pasha,1,mutabaah harian ramadhan,1,muzammil hasballah,6,myanmar,6,Nabawi,1,nabi,2,nakes,3,nama foundation,2,nandang burhanudin,1,nasihat,96,nasioanal,1,nasional,776,nasional. palestina,1,nasional. pilgub jabar 2018,1,nasional. pks,1,nasional. spi Jakarta,3,nasonal,2,nasyid,74,nativisasi,2,nato,1,Nazia Ali,1,nenek ikrar syahadat,1,Nenek Katharina Sutarni Sutanty,1,nenek katolik masuk islam,1,nenek masuk islam,1,neno warisman,1,netanyahu,2,new york times,1,ngo,1,Nico Ardiansyah,1,nikah,109,nikah 17 tahun,1,Nikah massal gaza,1,nikah muda,1,nikah murah,1,nikah tanpa pacaran,1,nimr al nimr,1,No Other Land,1,novel baswedan,8,november,1,NU,3,nusantara,1,obama,2,odoj,18,oemar mita,1,OJOL,3,ok oce,1,oki setiana dewi,2,Okoso Zukin,1,opini,269,orang benar,1,orang merasa paling benar,1,ormas seragam tni,1,oslo,1,ottoman,3,pahlawan,1,palestin,1,palestina,1077,palestina suruah,1,palestinaterkini,64,pangeran saudi,1,pantai padang,1,panti wreda,1,papua,3,parenting,12,paris,1,parlemen,1,partai 212,3,partai berkuasa,1,partner,2,Pasar Raya Manggarai,1,PBB,3,PBB Suriah,1,pedang,1,peduli,208,pemakaman muhammad ali,1,pembunuhan ahli drone,1,pemeluk katolik masuk islam,1,Pemerintah Turki,1,pemilu,2,pemilu 2019,1,pemilu turki,1,pemimpin serbia,1,pemkot,1,pemuda papua ikrar syahadat,1,pemuda papua masuk islam,1,pemukim ilegal,1,pemukim yahudi,1,penakhlukan konstantinopel,1,Penaklukan Konstantinopel,1,penembakan,1,penemu,1,Pengadilan Surambi,1,pengajian,1,pengeras suara,2,Penghafal Al-Quran,1,pengungsi,2,pengungsi suriah,1,pengusaha golf masuk islam,1,pengusaha muslim,1,penista agama,1,penjahat peranng,1,penjajah israel,1,penyimpangan asyuro,1,peradaban,1,perancis,3,perasaan,1,perempuan peradaban,1,Peringatan Milad ke 563 Tahun Penaklukan Konstantinopel,1,pernikahan,2,perppu ormas,2,Persahabatan,1,persatuan islam,1,Persatuan Ulama Muslim Internasional,1,persis,2,philipina,1,pilgub jabar,2,pilkadadki,5,pilpres,1,Piprim Basarah Yanuarso,2,pki,4,PKI menyerang Gontor,1,pks,75,PKS Kota Tegal,1,pksmuda,1,PLN,2,plularitas,1,poligami,2,polisi sholeh,1,polisi tilawah al quran,1,politik,19,potong kuku,1,PPP,1,prabowo,1,prabowohatta,1,prancis,1,prasasti,1,Prasetyo Budi .W,1,presiden,2,presiden mesir,1,presiden pks,1,presiden Turki,1,pria suriah,1,proklamasi,1,puasa,2,puasa senin kamis,1,puasa syawal,1,pui,1,puisi,3,pulung sampah padang,1,purwokerto,1,putin,3,Putra Arifin Ilham,1,putri yusuf mansur,1,putri Yusuf Mansur Mimpi Bertemu Rasulullah,1,qatar,8,qunut,2,Qunut Shubuh,2,qur'an,3,qurban,6,r4biah,8,rabia,1,rabiah,1,Rabithah Alawiyah,1,radio,1,Radovan Karadzic,1,raja arab,1,raja faisal,1,raja salman,5,rakyat,1,ramadan,1,ramadhan,101,ramadhan 1437,1,Ramadhan di Paris,1,ramah anak,1,referendum,1,referendum turki,2,rekaman kajian,1,rekaman kajian ilmiah,1,Relawan PKS,1,remaja,46,resensi,3,resepsi mahal,1,resepsi pernikahan,1,resolusi,2,resolusi dk pbb,1,reuni 212,14,Revolusi,1,reyhan,1,reza noah,1,rezeki,1,rezeki milik siapa,1,riba,3,ridley,1,ridwan kamil,13,ridwan tulus,1,Rimpu Bima NTB,1,Rimpu Colo,1,Rimpu Mpida,1,rindu sang murabbi,1,Rodrigo Duterte,1,rohingya,14,rohis,2,rokok,1,ronaldo,1,rumah makan,1,Rumah Tangga Sakinah,1,rumah zakat,2,rusia,4,Ruu kk,1,ruu pks,4,ruutpks,2,RZ,1,sabana,1,sadiq khan,4,sakinag,1,salah alarouri,1,salaman,1,salim a fillah,4,salim segaf,1,Sally Giovani,1,Sally Giovanni,1,samuel etoo,1,sandiaga uno,8,saptuari,5,saptuari sugiharto,1,sari roti,2,sarjana,1,sastra,163,saudi,2,sayyid quthb,1,sby,2,SDIT,1,sedekah,1,sedih,1,sejarah,12,sejarah islam,4,sejarah palestina,1,sekolah,5,sekolah pemikiran islam,7,selfie,1,semarang,1,seni,9,senyum,1,setya novanto,1,shalit,1,shamsi ali,1,shaum,1,SHIELD,3,shoes and care,1,shola idul fitri,1,sholat,2,sholat ashar,1,sholat berjamaah,2,silatnas 2017,1,sim gratis,1,sirah,1,siroh,52,smart171,1,Smartphones,1,soeharto,1,soekarno,1,sohibul iman,4,solo,2,somalia,2,Sonia Ristanti,1,sosial,2,spanduk,1,SPEED,1,spi,12,spi bandung,11,Spi fatahillah,1,spi jakarta,38,SPI Tangerang,1,spj,1,sri lanka,1,steven indra wibowo,1,suami sholeh,1,suara ibu,1,suara pembaca,1,suarapembaca,107,sudah hamil?,1,Sudan,2,sudrajat syaikhu,2,sukmawati,18,sukmawatii,1,suku pedalaman,1,suku wana,1,sulawesi tenggara,1,suleiman,1,sultan murad,1,sumbar,1,sundar,1,surah,1,surahman hidayat,1,suriah,26,suster katolik,1,swedia,1,swiss,2,syafii antonio,2,syahadat,3,syahid,1,syaikh yusuf al-qaradawi,2,syam,1,Syamsul Falah,1,syariah,145,syariat,1,syawal,1,syeik al-qarni,1,Syeikh Al-Qarni,1,syekh,1,syiah,7,Syiekh Sholah al Budair,1,taaruf,2,taat suami,1,Tabloid Indonesia Barokah,1,tabrakan mobil di saudi,1,tahuidullah,1,takdir,1,tanpa riba,3,tanyajawab,75,tarbawi,45,tarhib,1,tato,1,taujih,2,taujih online,53,Tausyiah,17,Tech,6,tedc,1,teheran,1,teknologi,4,teladan,91,Telkomsel,2,tenggelam,1,tentang dahlan iskan,1,Tentang Oki Setiana Dewi,1,Tentara,1,tentara israel,1,Tentara Korea,1,tepi barat,1,tere liye,2,teror,2,teuku wisnu,4,thulabiy,133,tidur,1,tidur sahur stroke,1,tidur setelah sahur,1,tikam,1,tilawah,3,time,1,timur tengah,1,tinggalkan riba,1,tips,9,tips menulis,1,tips trik menulis,1,Tirta Mandira Hudhi,1,TNI,4,togutil,1,tokoh,16,tol bawah laut,1,toleransi,1,tolikara,1,tqd,11,tradisi bid'ah,1,tragedi,2,trump,7,Tsabit bin Ibrahim,1,tsaqofah,142,tsunami,2,tukang sayur,1,tuna rungu mualaf,1,tunahan kuzu,1,tunisia,1,turki,72,tvone,1,ubn,1,uganda,1,ui,1,uighur,3,ukhuwah,11,ukmi,1,ulama,1,ulil,1,Ulil Abshar Abdala,1,umahat,62,umar,1,umar bin abdul azis,1,umat,14,Ummi Pipik,1,Unesco,2,uni eropa,1,Univsersitas Islam Gaza Palestina,1,upah minimum,1,usradz Firanda adirja,1,ustadz,66,ustadz abdul somad,20,ustadz adi hidayat,8,Ustadz Arifin Ilham,4,ustadz Felix,4,ustadz hanan attaki,1,Ustadz Hasan Lubis,1,ustadz hilmy,1,ustadz zulkifli,1,utang,1,utsmani,1,vaksin,8,van damme,1,video,18,vitell logo pki,1,wahabi,1,wahyu dan kenabian,1,wali kota padang,1,walid,1,Walikota Bogor Bima Arya,2,walikota muslim london,1,walikota padang,1,walimah murah,1,wanita amerika,1,warga amerika ikrar syahadat,2,warga gaza,1,warga palestina,1,warga suriah,1,warga yaman,1,wawancara,37,White helmet,1,wilders,2,wirausaha,17,Wirda Salamah Ulya,1,Wirda Yusuf Mansur,1,worldview islam,2,xinjiang,1,Yaminah Elsyaib,1,Yasser arafat,1,Yerussalem,3,yudas iskariot,1,yunani,1,yusuf alqaradawi,1,yusuf mansur,1,Yusuf Qaradawi,1,yvonne,1,zakat,6,Zakir Naik,8,
ltr
item
Islamedia - Media Islam Online: Hukum Lelang
Hukum Lelang
http://noem3d.files.wordpress.com/2009/05/lelang-motor1.jpg
Islamedia - Media Islam Online
https://www.islamedia.id/2011/01/hukum-lelang.html
https://www.islamedia.id/
https://www.islamedia.id/
https://www.islamedia.id/2011/01/hukum-lelang.html
false
4462325520328585611
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content