Kaukus Pembela Habib Rizieq Dideklarasikan


Islamedia Dr. Abdul Chair Ramadhan mengumumkan berdirinya Kaukus pembela Habib Rizieq Shihab, Sabtu 24 Februari 2018. Deklarasi kaukus tersebut sebagai wadah koordinasi dalam membela ulama dan aktivis Islam.

“Kaukus Pembela Imam besar Indonesia Habib Rizieq itu tidak independen. Bersifat koordinasi yang bersinergi dengan berbagai elemen dan berbagai komponen ormas Islam maupun berbagai tim advokasi terhadap pembelaan terhadap ulama dan aktivis,” Ujar Doktor Abdul Chair di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat seperti dilansir kiblat, sabtu(24/2/2018).

Dalam Kaukus menurut Abdul Chair, akan fokus dalam perlawanan hukum, juga sebagai penggerak yang mengawasi dan mengkoordinir tim advokasi kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sekaligus mendorong pemerintah agar menghentikan kriminalisasi terhadap para ulama dan para aktivis.

“Pemerintah sesuai dengan konstitusi harus menjaga dan menjamin keselamatan para alim ulama, aktivis dan segenap masyarakat Indonesia,” Papar Dokotor Choir, sembari mengungkapkan bahwa kasus teror dan kriminalisasi ulama masih berlanjut.

Dokrtor Abdul Chair juga menjelaskan bahwa fungsi kaukus untuk mengkoordinir elemen ormas Islam dan advokat muslim agar bersatu membela ulama dan aktivis Islam. Sehingga ke depannya tidak ada perpecahan di tengah masyarakat.

Ia menekankan agar pemerintah mengambil suatu kebijakan politik untuk menghentikan proses kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis. Misalnya dalam bentuk amnesti terhadap Buni Yani dan Alfian Tanjung.

“Pemerintah harus mengambil kebijakan abolasi untuk penghentian perkara peradilan yang sedang berjalan, khususnya dalam kasus Alfian Tanjung yang sedang dalam masa persidangan,” ungkapnya.

Secara umum, Abdul Chair mengungkapkan tiga tuntutan utama kaukus kepada pemerintah, yang terangkum dalam Trituma (tiga tuntutan umat).

Pertama adalah menghentikan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis. Kedua, menjaga keselamatan alim ulama. Dan ketiga, rekonsialisasi kebhinekaan guna persatuan Indonesia.

“Tiga tuntutan ini merupakan satu kesatuan dan harus jadi perhatian pemerintah,” tegas Doktor Abdul Chair. [islamedia].