Dituduh Makar, Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Ditangkap


Islamedia Mantan Presiden Iran Ahmadinejad ditangkap oleh rezim yang berkuasa di Iran dengan tuduhan melakukan tindakan makar berupa penghasutan dalam pidatonya di Bushehr pada akhir Desember 2017 lalu. Pidato Ahmadinejad disinyalir memicu terjadinya gelombang demonstrasi besar-besaran. 

Atas persetujuan Ali Khamenei, Ahmadinejad menjadi tahanan rumah. Informasi tersebut dipublikasikan oleh surat kabar Al-Quds Al-Arabi yang mengatakan, “Dengan mengutip sumber terpercaya di Teheran.”

Sebelumnya pada saat berkunjung ke kota Bushehr pada akhir Desember 2017, Ahmadinejad berpidato didepan publik dengan mengatakan bahwa Iran saat ini dikelola dengan cara yang salah. Bahkan ia menyebutkan bahwa Presiden Iran saat ini, Hassan Rouhani percaya bahwa seluruh wilayah Iran adalah miliknya sedangkan masyarakatnya adalah masyarakat yang tidak tahu apa-apa.

Saya tidak memiliki anak-anak yang memata-matai Barat, saya tidak memiliki saudara laki-laki yang secara aktif menyelundupkan barang, dan saya tidak mencuri tanah untuk memelihara ternak saya,” tegas Ahmadinejad seperti dilansir Al-Quds Al-Arabi, ahad(7/1/2018).

Lebih lanjut Ahmadinejad mengungkapkan bahwa beberapa pemimpin Iran saat ini hidup telah berlepas dari masalah dan keprihatinan masyarakat, dan tidak tahu apa-apa tentang realitas masyarakat.

Sementara Kepala sistem peradilan kelima Iran, Amole Larijani, juga menyatakan bahwa Ahmadinejad telah menghasut masyarakat Iran untuk melakukan demonstrasi. Tuduhan yang sama ditujukan kepada tokoh Iran lainnya bernama Mehdi Karroubi dan mantan perdana menteri Mir-Hossein Mousavi yang juga menjadi tahanan rumah.

Gelombang Protes yang terjadi do Iran saat ini dianggap sebagai tantangan terbesar bagi rezim Iran sejak tahun 2009. Protes ini telah mengguncang Iran dan telah mencapai hari kesebelas berturut-turut. Pemerintah mengumumkan bahwa telah 22 orang meninggal dunia dalam aksi tersebut.[islamedia].