Setelah Dikecam Publik Dunia, McDonald Akhirnya Minta Maaf Telah Melarang Pembeli Berjilbab


Islamedia Juru bicara Mc Donald akhirnya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas insiden pelarangan Muslimah berjilbab yang akan membeli Mc Donald. 

"Kami menyambut pelanggan dari semua agama dan ingin meminta maaf kepada pelanggan karena situasi ini seharusnya tidak terjadi,” ujar juru bicara McDonald's seperti dilansir tarbiyah, Ahad (3/12/2017).

Lebih jauh, juru bicara McDonald's menyatakan bahwa insiden itu merupakan masalah sangat serius. Dan pihaknya akan menangani satpam tersebut.

Insiden tersebut terjadi saat seorang gadis berjibab yang akan membeli di restoran cepat saji itu justru dilarang masuk karena mengenakan jilbab. Ketika ia bertanya kepada satpam mengapa dilarang masuk, satpam menjawab ia boleh masuk setelah melepas jilbab.

Tempat kejadian di salah satu restoran McDonald's di London utara, Kamis (30/11/2017) malam waktu setempat.

Gadis berjilbab berusia 19 tahun itu menjelaskan, ia dihentikan oleh seorang satpam saat akan masuk ke McDonald's. Satpam itu berulang kali memintanya untuk melepas jilbab. Jika tidak mau, ia diminta untuk meninggalkan restoran tersebut.

Satpam itu mengatakan "ini hanya masalah melepas jilbab, dan kau akan diijinkan masuk."

Gadis itu pun membalas dengan tegas. "Ini bukan hanya masalah melepasnya. Saya memakai jilbab karena alasan agama!” 

Ia pun merekam pelarangan itu dengan kamera Smartphone-nya dan kemudian diunggah salah seorang teman di Twitter. Video menjadi viral dan menuai kecaman dari berbagai belahan dunia atas aksi Rasis satpam McDonald. [islamedia].