Menghindari Stress Berumah Tangga




Islamedia - Realitas kehidupan telah mengajarkan kepada kita akan banyaknya sisi-sisi ketidakpastian. Berbagai kemungkinan bisa terjadi dalam hidup berumah tangga. Tidak semuanya berupa kisah indah.

Untuk itulah kita harus bisa bersikap tepat terhadap ketidakpastian tersebut. Paling tidak ada dua sikap yang seharusnya anda bangun bersama pasangan dalam kehidupan keluarga, agar kehidupan anda terbebas dari stres dan ketidaknyamanan.

Pertama, kuatkan kebersamaan anda dengan pasangan.

Kebersamaan ini dimaksudkan agar terjadi suasana saling menjaga dalam kebaikan, saling menguatkan, saling berproses untuk memperbaiki diri, meningkatkan potensi positif dalam diri, sehingga ada perbaikan dari hari ke hari.

Hal ini penting untuk membuat suasana interaksi yang terbuka, nyaman dan melegakan. “Jangan ada dusta di antara kita”, demikian kata syair lagu.

Suami dan istri hendaknya selalu bersama dalam suka dan duka, dalam bahagia dan derita.

Suasana kehidupan suami istri harus saling percaya, saling menghormati, saling menghargai.

Jika tidak muncul suasana itu, yang terjadi adalah ketegangan dan kekhawatiran yang berlebihan. Tidak ada kedekatan hubungan, tidak ada kebersamaan yang menyenangkan antara suami istri.

Yang ada adalah saling curiga dan saling syak wasangka. Inilah yang menyebabkan stres, karena dilanda kecurigaan dan kekhawatiran berlebihan dan tanpa alasan.

Stres terjadi karena anda melewati hidup berumah tangga dengan cara sendiri-sendiri. Tidak melewati secara bersama-sama. Tidak berada dalam kebersamaan yang kuat antara suami dan istri.

Kedua, berdamailah terhadap ketidakpastian.

Walaupun sudah berusaha untuk saling menjaga, namun manusia adalah makhluk yang sangat dinamis.

Kondisinya sangat mudah berubah karena ada berbagai faktor yang melingkupinya setiap hari. Hendaknya mempersiapkan diri untuk situasi yang tidak ideal, yang tidak dikehendaki, sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebihan saat situasi buruk itu benar-benar terjadi.

Hidup di dunia selalu ada ujian dan cobaan. Semua dari kita mungkin saja mengalami kesengsaraan, kemalangan, kenelangsaan yang tidak diharapkan. Itulah yang dimaksud dengan ketidakpastian.

Hidup ini tidak selalu menemui kemujuran, keberhasilan, kemenangan, dan hal-hal yang sesuai harapan. Bisa jadi kondisinya sangat ekstrem, masyarakat Indonesia menyebutnya sebagai “sudah jatuh ditimpa tangga”. Artinya ada kemalangan yang bertumpuk-tumpuk.

Sudah bangkrut usaha, rumah disita, anak terkena narkoba, dan suami selingkuh dengan banyak wanita.

Situasi kemalangan tentu saja tidak diharapkan, dan harus ada usaha untuk menghindari dan menjauhinya. Namun sebesar apa usaha dilakukan, tetap saja kehidupan ini memiliki sisi ketidakpastian.

Walaupun sudah berusaha menghindari kecelakaan dengan sikap hati-hati di jalan raya dan melengkapi peralatan safety berkendaraan, namun tetap masih bisa ditimpa kecelakaan. Karena ada banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan di jalan.

Anda akan cepat mengalami stres jika tidak mau berdamai dengan kondisi-kondisi tidak ideal dari pasangan. Selama masih bernama manusia, pasangan anda pasti banyak memiliki kekurangan dan kelemahan. Juga mungkin melakukan kekhilafan dan kesalahan.

Anda tidak mungkin menuntut kesempurnaan dari pasangan, karena diri anda juga tidak sempurna di hadapan pasangan anda.


Ustadz Cahyadi Takariawan