Mantan Jurnalis Media Indonesia : Jangan Takut dengan Gaji Kecil, Yang Penting Halal


IslamediaDosen Komunikasi Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga mantan jurnalis Media Indonesia Edy A Effendi menuliskan pesan nasihat kepada generasi muda agar tidak takut dengan gaji kecil melalui akun facebook pribadinya..

Eddy menceritakan bahwa ada keluarga muda mengeluh karena gaji yang diperolehnya terbilang kecil dengan nominal 3,7 juta rupiah perbulan. 

"Saya tanya, berapa gaji pokokmu? Dia sebutkan Rp2.800.000. Jika ditambah tunjangan bisa mencapai Rp3.700.000" tulis Eddy.

Lebih lanjut Eddy mengungkapkan bahwa gaji yang diperoleh justru lebih kecil. "Saya timpali dia. Gaji pokokmu lebih besar dari gaji pokokku. Dan jika ditambah tunjangan, pun lebih besar kamu" papar Eddy.

Di status facebook lainya, Eddy menegaskan bahwa jangan menyesali menerima gaji kecil, asal diperoleh dengan cara halal. "Gaji kecil di bawah UMR, jangan disesali. Yang penting asupan ke darah kita, beranjak dari cara-cara halal" tulis Eddy.


Berikut ini tulisan lengkap Eddy A Effendi yang dipublikasikan melalui akun Facebook pribadinya ahad 9 Juli 2017.

------------------------------

Jangan Takut dengan Gaji Kecil

Ada keluarga muda. Mau beli rumah. DP dibantu bapaknya. Gaji dia dan suaminya, gak cukup. Dia bilang kalau dari tabungan, gak mungkin bisa beli tanah atau rumah.

Saya tanya, berapa gaji pokokmu? Dia sebutkan Rp2.800.000. Jika ditambah tunjangan bisa mencapai Rp3.700.000.
Saya timpali dia. Gaji pokokmu lebih besar dari gaji pokokku. Dan jika ditambah tunjangan, pun lebih besar kamu.

Paparan di atas, untuk menegaskan jangan takut dengan gaji kecil. Jangan bertimbang bahwa dengan gaji kecil, tak bisa membeli rumah. Jika cara berpikirnya seperti ini, kita meremhkan Allah, yang Maha Kaya Raya ini.

Kita sudah bekerja. Sudah usaha. Kerja dan usaha meski dengan gaji kecil, tetap harus disyukuri. Percayalah soal rezeki. Allah sudah atur.

Kepada para keluarga muda. Sudah bersyukur kalian masih dibantu orangtua yang masih hidup untuk kepentingan keluarga kalian. Ada lagi keluarga muda yang dibelikan rumah orangtuanya. Ini tak masuk hitungan saya. Terlalu naif kalau sudah berkeluarga masih dibantu orangtua.

Ayo ah bangun. Jangan berkeluh kesah dengan kondisi yang tak berlebihan. Tetap bersyukur, berusaha, berdoa dan bersalawat.

Celoteh pagi di dalam gerbong kereta, menuju Pare, 9 Juli 2017




[islamedia]