Kekuatan Terbesar Kita Adalah Ukhuwah





Islamedia -Dinamika dakwah yang penuh dengan kesulitan, hambatan dan tantangan, membuat tak semua orang dapat menjalaninya. Tak sedikit kemudian orang-orang yang memahami jalan ini tapi kemudian justru jatuh dalam lubang kefuturan, hal ini dikarenakan tak kuatnya pundak dalam menghadapi kerasnya perjalanan dakwah.

Dakwah yang kita jalani hari ini harus kita pahami bahwa tidak untuk ditopang sendirian. Kita membutuhkan teman dalam menjalani jalan ini. Teman- teman yang dapat mengingatkan ketika kita berada dalam kejatuhan dan teman-teman yang mengingatkan kita dalam kesyukuran.

Begitupulalah Rasulullah saw menjelaskan bahwa beruntungnya orang-orang yang berada dalam majelis karena sesungguhnya yang didapatkan di dalamnya bukanlah hanya isi kajian hadist, fiqih atau semacamnya, tapi lebih dari itu yang bernama ukhuwah.

Kefuturan tidak akan memandang setinggi apa ilmu hadist yang dimiliki, tidak akan memandang seberapa besar keilmuan fiqih yang didalami, dan seberapa banyak hafalan al quran dan hadist yang dipunyai tapi kefuturan akan pergi ketika seseorang dan seseorang lainnya saling menguatkan dan mengingatkan bahwa kefuturan akan selalu menghantui.

Itsar adalah proses ukhuwah yang tertinggi. Telah banyak hal ini dicontohkan dari Rasulullah saw sampai dengan hari ini. Menjemput itsar ini tentunya tidaklah mudah tapi kemudian ketika telah mendapatkannya maka akan memberanguskan segala dengki, iri dan penyakit hati lainnya dan inilah hebatnya kekuatan ukhuwah.

Bagaimana ukhuwah kita hari ini? Ukhuwah kita dengan saudara-saudara kita, dengan teman-teman semajelis kita? Sudah sampai dimanakah tingkatannya? Bisa jadi kurangnya pemahaman kita dalam berbagai hal terkait dengan dakwah ini adalah karena kurangnya ukhuwah kita pada orang-orang disekeliling kita, bisa jadi juga karena terlalu egonya kita sehingga melupakan bahwa apapun yang kita miliki hari ini tidak akan pernah berguna tanpa adanya nilai ukhuwah di antara kita.

Wallahualam
Faguza Abdullah