Ketika Warga Gaza Palestina Menyalurkan Bantuan kepada Warga Suriah


Islamedia - Relawan lapangan Misi medis Suriah pernah bertemu dengan relawan kemanusiaan yang berasal dari Gaza, Palestina. Salah satu tanah Syam yang tersudutkan oleh negara Zionis Israel.


Beliau hadir ke tanah Ahlusunnah Suriah untuk menyalurkan dana bantuan dari donatur luar negeri yang diberikan kepada Gaza. Diantara bantuan tersebut ada sebagian dana yang sifatnya fleksibel untuk dialokasikan kemana saja.


Sehingga relawan dari Gaza dkk ini memilih menyalurkan sebagian dana yang mereka terima ke Suriah! Maka kami bertanya, apa alasannya, bukankah di Gaza juga penduduknya banyak berkesusahan. Rumah-rumah yang hancur belum sepenuhnya kembali, seperti luka-luka yang belum sembuh atau tak akan sembuh!


Beliau menjelaskan, bahwa luka Suriah adalah kepedihan Palestina juga. Bahwa apa yang bertahun-tahun terjadi di Gaza, 5 tahun ke belakang rangkaian agresi Israel, itu bisa terjadi di Suriah hanya dalam waktu beberapa hari saja.


Baik dari jumlah korban jiwa, kerusakan, blokade wilayah, jumlah pengungsi dan lain-lain.


Di Suriah, itu semua terus berlangsung lebih dari 4 tahun ini! Tanpa libur!!


Karena itulah beliau dkk, salah satu wakil muslim Gaza yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Ahlusunnah Suriah.


Subhanallah, begitu besarnya rasa cinta penduduk Syam Palestina terhadap penduduk Syam Suriah. Dahulu negeri ini asalnya memang satu hingga dipecah-pecah oleh Eropa.


Memang benar, soal lama waktu penderitaan, kaum Muslimin Palestina sungguh begitu lama tertindas. Terusir dari kampungnya ke negara-negara tetangga. Lalu terjadi berbagai kekerasan sampai pembantaian terhadap mereka, pembantaian kamp Sabra dan Shatila misalnya. Baik oleh serdadu militer Israel atau oleh tangan ketiga (milisi lokal).


Namun soal segala bentuk kekejaman berat, Suriah adalah tempatnya. Karena di sini, pemerintah dengan militer berat memerangi rakyatnya sendiri.


Serangan udara atau serbuan darat militer Israel tidak terjadi secara terus menerus sepanjang tahun. Blokade terhadap Gaza masih memungkinkan akses terbatas dari Rafah (Mesir), serta suplai terbatas dari arah penjajah Israel. Nelayan Gaza juga memiliki beberapa km dari bibir pantai untuk melaut.


Berbeda dengan Basyar al-Assad, blokade yang dilakukannya jauh lebih rapat daripada penjara raksasa Zionis. Di Ghouta, Homs, Zabadani, Hama menjadi penjara kelaparan raksasa. Warga Homs, saking terdesaknya di akhir 2013 terpaksa memakan Kucing. Pengungsi Palestina sendiri mengalaminya, yaitu di kamp Yarmouk dekat ibukota Damaskus dikurung Assad selama 2 tahun, sebelum akhirnya oleh desakan PBB kamp ini mulai bertahap dikosongkan.


Bom-bom yang disebar jauh lebih banyak. Serangan Assad tidak memiliki akurasi, sementara Israel punya. Bahkan senjata kimia digunakan hingga membantai lebih dari 1.500 orang di Ghouta timur!


Karena itulah, para mujahidin Palestina (Gaza maupun al-Aqsa) pun menyatakan bahwa pembebasan Palestina suatu saat akan terjadi, diawali dahulu dengan pembebasan Suriah oleh kaum muslimin!



dikutip dari misimedis.com


-----------------------------
Bagi sahabat Islamedia memiliki keluangan rezeki, bisa salurkan donasi sahabat kepada Muslim Suriah melalui rekening berikut:


- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH