Pemillu Myanmar Tak Dapat Akhiri Penderitaan Muslim Rohingya


Pemilihan umum Myanmar tahun ini tidak dapat diikuti Muslim Rohingya karena kewarganegaraan mereka yang ditolak.

Selain itu, pemilihan umum yang diselenggarakan pada Minggu (8/11) tersebut diyakini tidak dapat mengakhiri penderitaan Muslim Rohingya.

Hal ini diungkapkan oleh Mohamed Ibrahim, sekretaris jenderal Dewan Rohingya Eropa. Ia menyebutkan jika kekerasan fisik, pembunuhan, dan pemerkosaan mungkin menurun setelah pemilu, tapi "tidak mungkin menyingkirkan kekerasan (pada Rohingya) secara keseluruhan".

Diberitakan inilah, Ibrahim juga meramalkan pemilu hanya berdampak kecil pada hubungan bilateral Myanmar-Bangladesh. Pemilu juga penting bagi Bangladesh, karena Myanmar adalah gerbang ke Asia Tenggara.

Baik Aung San Suu Kyi dari Liga Nasional Demokrasi (NLD) atau Partai Uni Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang mewakili rezim militer yang memenangkan pemilu, tidak akan merubah keadaan Muslim Rohingya. [inilah/islamedia]