Beginilah Cara Imam Malik Rahimahullah Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Islamedia - Mengingat perkataan Ibnu Abdil Hakim tentang kebiasaan Imam Malik, guru dari Imam Syafi’i, selama bulan Ramadhan. Alangkah jauh bedanya. Ibnu Abdil Hakim berkata, ”Jika tiba bulan Ramadhan, Imam Malik menghindar dari membacakan hadits dan bertukar pikiran dengan ahli ilmu."


Perhatikan! Bukankah majelis hadits sangat mulia? Tapi Imam Malik rahimahullah meninggalkannya bersebab ingin meraih keutamaan lebih besar. Bukankah berdiskusi dengan para ahli ilmu sangat baik? Tetapi Imam Malik rahimahullah meninggalkannya karena ingin meraih yang lebih utama. Lalu apa yang dikerjakan Imam Malik? Ibnu Abdil Hakim berkata, ”Beliau berkonsentrasi membaca Al-Qur’an dari mushaf.”


Jangan salah. Imam Malik rahimahullah bukan tidak hafal Al-Qur’an. Tetapi inilah cara beliau memuliakan Al-Qur’an dan meraih keutamaan.


Imam Az-Zuhri, seorang 'alim ahli hadits menerangkan, “Ramadhan itu adalah membaca Al-Qur`an dan memberi makan (fakir miskin).”


Tidak sedikit majelis yang tampaknya berbicara tentang agama, tetapi ia melalaikan bersebab dipenuhi canda dan kisah yang tak jelas asalnya. Alangkah jauh. Alangkah jauh... Tradisi para ulama dari kalangan salafush shalih dengan diriku di masa kini. Alangkah berbeda. Dulu para salafush shalih sibuk berdiam di bulan Ramadhan untuk meraih keutamaan. Hari ini Ramadhan seakan berubah menjadi bulan perjalanan.


Mohammad Fauzil Adhim