7 Tips Menggunakan Media Sosial Selama Bulan Ramadhan


Islamedia - Ramadhan selayaknya kita isi aktivitas ibadah yang berlipat kualitas dan kuantitasnya. Karena ini bulan berlomba dan berlipat pula ganjaran pahala.


Media sosial (medsos) yang ada di gadget kita, dan gadget itu sekarang melekat di jemari tangan, apakah kita harus menghindarinya?


Jangan larut disana, karena banyak amal utama yang perlu juga kita raih target-target nya. Tapi juga jangan ditinggalkan, karena smartphone dan media sosial adalah tool. Untuk raih pahala bisa, untuk celaka juga bisa.


Berikut ini 7 tips memanfaatkan media sosial untuk Anda, biar Ramadhan Bahagia :





    1. Kurangi banget lihat timeline atau wall. Stop stalking. Meski kamu telah pilih teman, sudah memfilter following dan friends, apapun bisa 'mampir', termasuk konten berisi maksiat, sumpah serapah, foto vulgar, atau wajah dan pose teman lawan jenis yang bisa mengganggu kehusyu'an ibadah

    2. Masukkan akun following, fanspage, friends akun-akun yg manfaat (misal akun ustadz, dakwah/tarbiyah Islam) dalam satu list khusus atau langsung tuju wall-nya. Kutip jika perlu, retweet, repath, share ke temanmu supaya jadi amal shalih.

    3. Ramadhan saatnya 'bebersih' - unfollow dan unfriend akun seseorang atau pseudonym yang tak membawa manfaat, apalagi isinya buruk dan membutmu lalai dari mengingat Allah. Misal tweet ramalan, tebak skor, spamming jualan barang dan lainnya.

    4. Jadwalkan, kelola waktu. Rencanakan 5 sampai dengan 7 kali posting yang berisi manfaat. Simply, tiap usai sholat fardhu misalnya. Misal pengingat waktu shalat, ajakan berzakat, infaq, doa dan dzikir, inspirasi dari para ulama, ayat Al-Quran, quotes pengingat diri.
      Contoh : usai Shalat Subuh, posting "Ramadhan ke Ramadhan penyuci dosa #RamadhanBahagia"Atau usai sholat Dhuha, posting "Dhuha, sedekah tiap persendian manusia. Habis sholat genjot lagi kerja dab berusaha" Dan seterusnya. Jadwalkan. Sederhanakan.

    5. Jangan coba-coba memposting di waktu-waktu utama terkabulnya doa, misal di akhir malam, usai sahur, jeda antara adzan dan iqamat, jelang berbuka. Ngapain juga? Mending istighfar, dzikir atau memanjatkan doa supaya terkabul hajat.

    6. Hindari 'berbalas mention' tak bermanfaat di medsos, kecuali meng-aminkan atau caption saling menguatkan dalam kebaikan. Lisan (tangan saat gunakan gadget) serta hati selama shaum perlu kita jaga dari yang sia-sia. Tapi beda bab jika ketemu musuh agama di dunia maya, jika ia menebar madharat, gunakan argumen yang kuat dan tetap berlisan yang baik. Yang seperti ini ladang amal jua.

    7. Mute chat app yang 'sudah diduga berisi chat tak manfaat' - misal grup kawan lama yang suka share konten gak penting. Grup dakwah dan ODOJ jangan dimute tapinyah.



Jika Ramadhan berantakan karena gadget dan medsos, jangan salahkan ia karena sekedar tool. Kendali ada di hati dan tanganmu


Endy Kurniawan
Book Author / Business Trainer / Digital Marketing Enthusiast & Consultant / Brand Builder / CEO Sygma Digital Connect with me www.endykurniawan.com and @endykurniawan (FB, Twitter, Instagram, Path)

close
Banner iklan disini