Ratusan Muslim Tatar Krimea Peringati 71 Tahun Deportasi Massal 1944


Islamedia - Ratusan Muslim Tatar Krimea berkumpul di luar gedung Konsulat Rusia di Turki untuk memperingati saudara-saudara mereka yang meninggal pada deportasi tahun 1944. Peringatan itu menandai 71 tahun deportasi massal etnia Tatar Krimea di bawah pemerintahan Soviet.

"Siapapun yang memiliki hati nurani tidak akan pernah melupakan rasa sakit dan kekejaman yang disebabkan oleh pembuangan itu," kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pernyataan pada Senin (18/5), dilaporkan oleh Anadolu Agency, onislam.net, Selasa (19/5).

Erdogan menambahkan jika Turki akan terus mendukung perjuangan etnis Tatar Krimea untuk hidup sejahtera dan aman di tanah air mereka.

"Praktis tidak ada kompensasi atas kerusakan moral dan material yang telah diberikan kepada etnis Tatar Krimea sehubungan dengan genosida tahun 1944, termasuk pemulihan hak nasional di tanah air mereka," kata salah satu anggota Crimean Tatar Association of Culture and Mutual Aid, saat membacakan pernyataan dalam kesempatan tersebut.

Etnis Tatar Krimea telah mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk pembunuhan, pemukulan, penangkapan, dan larangan aktivis masuk ke semenanjung Krimea. Forbes melaporkan, peringatan ini menandai salah satu kejahatan paling berat yang dilakukan oleh rezim Soviet.

Pada tahun 1944, dengan tuduhan palsu melakukan pengkhianatan negara, pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin memerintahkan 238.500 etnis Tatar secara paksa dideportasi dari tanah air mereka di Krimea. Stalin menganggapnya sebagai bentuk hukuman kolektif untuk dugaan kolaborasi mereka dengan Nazi.

Seluruh populasi etnis Tatar Krimea, sekitar seperlima dari total penduduk Semenanjung Krimea, serta sejumlah kecil etnis Yunani dan Bulgaria, diambil paksa dari rumah mereka. Sebagian besar diangkut ke Uzbekistan.

Antara Juli 1944 sampai Januari 1947, hampir 110 ribu atau 46 persen etnis Tatar Krimea yang dideportasi, meninggal akibat kelaparan dan penyakit. Soviet menyita rumah mereka, menghancurkan masjid-masjid, dan mengubahnya menjadi gudang. [rol/islamedia]


close
Banner iklan disini