Muslimah Perancis yang Menjadi Imam Penjara


Islamedia - Seorang wanita Muslim Perancis, Samia el-Alaoui Talibi yang telah bekerja sebagai imam penjara selama 13 tahun berbagi pengalamannya dari balik penjara. Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi imam penjara di Perancis.

"Lima belas tahun yang lalu, Irene, seorang pendeta Katolik, datang meminta bantuan ke suami saya," tutur Samia el-Alaoui Talibi, dilansir dari Onislam.net, Kamis (21/5).

Orang itu meminta Talibi membantu para Muslim dalam tahanan. "Beberapa narapidana Muslim ingin berdoa untuk orang tua mereka, tetapi dengan cara mereka sendiri, bukan cara Katolik. Saya mengingat ibu saya yang telah meninggal beberapa tahun lampau, dan akhirnya memutuskan akan membantu mereka."

Lahir di Maroko, Talibi dibesarkan dalam sebuah keluarga religius. Kakeknya adalah seorang imam, sedang ibunya telah menghafal Al-Qur'an ketika berusia sembilan tahun. Ia pindah ke Prancis pada tahun 1982 untuk melanjutkan studinya di Lille.

Talibi kemudian menikah dengan seorang guru matematika, Imam Moulay el-Hassan el-Alaoui Talibi, yang kini telah pensiun setelah menjabat sebagai kepala imam penjara Dewan Muslim Perancis.

Sebagai seorang imam penjara, Talibi mengunjungi penjara perempuan di Perancis Utara tiga hingga empat kali dalam seminggu. Perempuan itu mendengarkan kisah-kisah para tahanan perempuan dan membantu mereka mendapatkan harga diri mereka kembali.

Meski telah menjadi imam selama lebih dari satu dekade, gaji Talibi terbilang kecil, yaitu 287 euro sebulan. Jumlah itu nyaris tidak menutupi pengeluarannya, bahkan dengan bonus tambahan sebagai koordinator. "Tidak masalah, saya membayar dari saku saya sendiri. Kami hidup dengan belas kasihan Allah," katanya.

Bekerja selama bertahun-tahun dengan tahanan, Talibi percaya bahwa penjara memiliki efek merusak pada kehidupan tahanan. Tidak ada yang mendorong rasa tanggung jawab, atau membantu mereka menjadi lebih matang.

Penjara Perancis memiliki 183 ulama Muslim, yang mewakili 13 persen dari imam penjara di seluruh negeri. Januari lalu, Menteri Manuel Valls mengumumkan rencana untuk menyewa lebih dari 60 ulama Muslim untuk melawan radikalisme di penjara. [rol/islamedia]


close
Banner iklan disini