Bank Dunia: Israel dan Mesir Biang Keladi 'Krisis Fiskal' di Gaza


Islamedia -  Laporan yang disusun Bank Dunia menyatakan bahwa tingkat pengangguran di Gaza telah mencapai rekor sebagai yang tertinggi di dunia, demikian seperti diberitakan Quds Press pada Senin (25/5) kemarin.

Laporan tersebut menyatakan peningkatan pengangguran pada tahun 2014 "mencapai 44 persen--mungkin yang tertinggi di dunia," dengan tingkat kemiskinan di wilayah Palestina terjajah mencapai angka 39 persen, meskipun 4 dari 5 orang Gaza menerima "sejumlah bantuan."

"Angka pengangguran dan kemiskinan di Gaza sungguh menjadi masalah dan prospek ekonominya mengkhawatirkan," kata Bank Dunia mengutip pernyataan Direktur Wilayahnya Steen Lau Jorgensen.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pengangguran adalah kaum muda dan lulusan universitas.

Menurut laporan itu, negara penjajah Israel dan Mesir adalah yang bertanggungjawab terhadap situasi yang memburuk tersebut, karena menerapkan secara paksa pemblokadean ketat atas wilayah Gaza.

Menurut Bank Dunia, menghilangnya ekspor dari Gaza hanya dapat dijelaskan oleh satu variabel yakni "perang dan blokade."

"Dampak dari blokade yang diberlakukan pada tahun 2007 sangat merusak, mengakibatkan hilangnya GDP diperkirakan di atas 50 persen dan anjloknya kesejahteraan," ungkap laporan itu.

Bank Dunia mendesak pihak Otoritas Palestina, pihak penjajah Israel, dan komunitas donor untuk mengambil tindakan melalui reformasi dalam rangka "membalikkan perlambatan mengkhawatirkan dalam pertumbuhan ekonomi" dan "mengatasi krisis fiskal yang berbahaya." [memo/islamedia/zamrud-kh]