Ini kisah Penjual Gorengan di NTT yang Akhirnya bisa Berangkat Haji


Ilustrasi Manasik Haji (foto:wn.com)
Islamedia -  Menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun islam kelima bagi muslim ada sebuah keinginan dan impian. Tak terkecuali bagi seorang penjual gorengan di Ende,  Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dialah  Fathurahman Mapawa, calon jemaah haji yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual gorengan saat ditemui wartawan disela-sela mengikuti pra-manasik (tata cara) berhaji di Aula Masjid Raya, Kota Ende, Senin (20/4/2015).

Fatur demikian sapaan akrabnya mengatakan bahwa keinginan untuk menjadi seorang haji sudah dia pendam cukup lama.
Maka untuk merealisasikan keinginannya tersebut maka dia mulai menabung semenjak tahun 2007. Selama delapan tahun ia selalu menyisihkan uang hasil jerih payahnya.

"Saya sisihkan uang dari hasil gorengan setiap hari sebesar Rp50 ribu dan syukurlah uangnya akhirnya bisa saya kumpul serta di tahun 2011 saya mulai mendaftarkan diri dan pada akhirnya di tahun 2015 ini saya akhirnya mendapatkan giliran untuk menunaikan ibadah haji," kata Fatur yang juga adalah mantan kurir Koran di Ende.

Alasan yang mendasari dirinya berkeinginan mengikuti ibadah haji ujar Fatur dilandasi kemauan untuk pergi ke Baitullah.

Fatur mengatakan dirinya menyadari bahwa untuk pergi mengikuti ibadah haji dibutuhkan biaya yang cukup besar maka dia mulai rajin menabung dengan harapan agar kelak bisa menuaikan ibadah haji.

Dengan hasil gorengan yang dia jual serta usaha lain menjadi kurir koran ujar Fatur maka dia bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 25 Juta. Bekal uang tersebut dia jadikan sebagai modal untuk pergi menuaikan ibadah haji.

"Akhirnya penantian yang cukup panjang dapat terjawab setelah nama saya tercatat sebagai salah seorang calon jemaah haji yang akan menjalakan ibadah haji di tahun 2015,"kata Fatur. [poskupang/islamedia/YL]