Hadits Masuk Surga dengan Rahmat-Nya


Islamedia.co -  Assalaamu’alikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh Ustadz

Hadits: (Dalam beramal) Tepatilah kebenaran dan dekatilah kesempurnaan serta bergembiralah. Sesungguhnya amal seseorang tdk memasukkannya ke surga”. Sahabat bertanya:”Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga aku, hanya saja Allah akan melimpahkan ampunan dan rahmat kepadaku.” (Muttafaqun ‘alaih).
Pertanyaan:1. Apa makna perkataan “Tepatilah kebenaran dan dekatilah kesempurnaan “sebagaimana hadits di atas?  2. Bagaimana cara mendapatkan rahmat dan ampunan Allah jika tdk dgn amal? Jazakumullaahu khoiron katsiiro.

Assalamu alaikum  wa rahmatullaahi wa barakaatuh. 

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:
Hadits yang Anda maksud matannya dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

سددوا وقاربوا وأبشروا، فإنه لن يدخل الجنة أحداً عمله، قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: ولا أنا، إلا أن يتغمدني الله منه برحمة، واعلموا أن أحب العمل إلى الله أدومه وإن قلَّ.

Makna Saddidu wa qaaribuu (yang Anda terjemahkan dengan tepatilah kebenaran dan dekatilah kesempurnaan) menurut an-Nawawi dan al-Mubarakfuri adalah, “Carilah yang benar dan amalkan ia. Jika engkau tidak mampu melakukannya, maka berusahalah untuk mendekati yang benar tersebut.”

Sementara menurut al-Hafidz Ibnu Hajar, maksudnya adalah, “Hendaknya kalian beramal dengan cara yang benar. Yaitu dengan mengikuti sunnah dan dengan niat yang ikhlas agar amal kalian diterima. Serta jangan berlebihan dalam beramal agar tidak jatuh pada sikap bosan dan jenuh yang membuat kalian akhirnya meninggalkan amal.”

Lalu terkait dengan lanjutan hadits yang menegaskan bahwa seseorang tidak masuk sorga kecuali dengan rahmat Allah, hal itu menunjuk kepada sebab hakiki dan juga kepada adab yang semestinya ditunjukkan seorang muslim kepada Allah. Di satu sisi seseorang disuruh untuk beramal dan dimasukkan ke dalam sorga lewat amalnya seperti ditunjukkan oleh surat al-Ahqaf ayat 14 dan az-Zukhruf 72. Namun sesudah beramal ia tidak boleh membanggakan dan mengandalkan amalnya. Sebab pada dasarnya seseorang bisa beramal karena rahmat dan karunia Allah. Dia yang memberikan kekuatan dan taufik untuk beramal.

Kemudian bagaimana cara mendapatkan rahmat Allah? Allah befirman,  “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah: 218).

Jadi masuk sorga adalah dengan rahmat-Nya. Namun cara untuk mendapatkan rahmat-Nya adalah dengan beramal secara benar.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

referensi : kumpulan fatwa pusat konsultasi syariah



close
Banner iklan disini