Terungkap, Pemukim Israel di Tepi Barat Lebih Di-anakemas-kan


Islamedia.co -  Anggota parlemen Israel Knesset mengungkap fakta, bahwa para pemukim Israel yang menduduki kawasan Tepi Barat, ternyata mendapat kucuran dana dari pemerintah Israel, dalam jumlah jauh lebih besar dibanding yang diterima warga Israel lainnya.

Anggota Knesset itu memaparkannya dalam artikel terbitan suratkabar Israel Haaretz, sebagai respon atas tulisan Gershon Mesika yang menjabat Kepala Badan Regional Shomron di Tepi Barat. Sebelumnya Mesika mengklaim bahwa para pemukim di Tepi Barat merupakan warga negara kelas tiga. Merespon hal itu, dalam artikelnya, anggota Knesset Stav Shaffir mengatakan: "Pendanaan yang diperoleh Mesika bagi warganya bernilai besar yang (besarnya) tak bakal terbayangkan oleh warga (Israel) di kawasan Selatan dan Utara"

Menurut Shaffir, pada awal tahun, otoritas permukiman Israel menganggarkan hingga 58 juta shekels (18 juta dollar) dan sejak itu, jumlahnya terus meningkat hingga sekitar 700 juta shekels (200 juta dollar), mengindikasikan bahwa 75 persen anggaran telah ditransfer untuk permukiman Tepi Barat, karena tidak ada penambahan permukiman lain di Negev, Galilee, dan Dataran Tinggi Golan.

Dia menambahkan, "Dengan dalih aturan demi keamanan, jutaan telah ditransfer dari luar anggaran, meskipun tidak ada hubungannya antara (penambahan) anggaran itu dengan soal keamanan."

"Fakta-fakta yang ada menyelisihi klaim-klaim Mesika, sebagaimana terbukti, ada sejumlah pemangku kepentingan yang memeras anggaran negara, serta meludeskannya seolah-olah itu duit pribadi mereka sendiri."

Shafirr juga menguak fakta bahwa 87 persen mata anggaran secara diam-diam diubah setelah diratifikasi di Knesset. Pengubahan itu dilakukan oleh Komite Finansial yang dikepalai Nissan Slomiansky dari Partai Rumah Yahudi. (memo/sbf)