Terima Kasih Ibu (Puisi Joyo Adi)


Islamedia.co -  

Terima Kasih Ibu (1)

Ibu bukan yang sempurna untukmu. Namun diantara segala kekurangan itu. Ibu adalah yang terbaik, yang Allah pilihkan, untukmu nak. Yakinlah!

Mari kita kenang bersama masa indah itu. Sembilan bulan dalam perjalanan hidup dan mati, saat kau dalam kandungan.

Perih di atas perih, luka di atas luka. Bahkan nyawa taruhannya. Tidak ibu saja, bahkan kita berdua bisa mati bersama.

Beratmu kian bertambah. Tinju dan tendanganmu semakin keras. Kemanapun pergi kau selalu membersamai langkah ibu.

Sampai tiba masanya ibu melahirkanmu
Sakit
Sakit
Dan, sakiiiiit nak
Meski teramat sakit
Ibu menolak untuk cesar
Selama tidak ada alasan medis yang sangat kuat, untuk cesar

Jika kau ingin menambahkan keyakinan tentang rasa sakit itu
Bertanyalah pada ayahmu
Karena ayah selalu di sisi ibu
Setiap ibu melahirkan semua anaknya

Anakku
Kini kau telah menjadi
Satpam
Ahli komputer
Guru
Penulis
Perancang busana
Presiden
Tukang parkir
Olah ragawan
Politikus
Dan, berjuta profesi lainnya
Ibu tak pernah khawatir
Jika profesimu ada di jalan kebenaran
Selama profesimu membuat kau semakin taat pada Allah

Jauh jalan yang kau tempuh tak akan samar apalagi gelap, karena ibu disisimu
Membersamai tiap detik langkah suksesmu, dalam doa


Terima Kasih Ibu (2)


Ibu...
Kau adalah anugerah terindah
yang hadir dihidupku
Ibu...
Aku tak bisa memilih dengan siapa terlahir
Ibu...percayalah, aku bangga padamu

Ibu...kita pernah berada dalam satu tubuh
Ibu...sembilan bulan kehangatan yang tak pernah tergantikan
Dan, tak sanggup membalas segala jasamu

Ketika usia kandungan ibu semakin berat
Ibu tetap sujud dan lantunkan doa-doa harap
Agar aku menjadi anak yang baik
Kedekatan cinta yang ibu bangun
Ibu bawa dalam doa
Ibu bawa dalam sujud
Ibu bawa dalam zikir-zikir malam
Getar doa dinadimu
Getar doa dihatimu
Bergerak mengalir dalam darahku
Semakin banyak ibu menyebut Asma Allah, hatiku semakin tenang dan cintaku terus bertumbuh padamu
Meski saat itu aku belum mampu berkata, Ibu, aku cinta ibu!

Susah payah ibu mengandungku
Bahkan rasa sakit saat melahirkan
Tak akan pernah tergantikan dan terbalaskan

Ibu...
Hari-hari kita tak hanya di sembilan bulan saja
Setelah aku lahir
Wajahmu yang teduh mulai kuraba dalam tangan mungilku

Ibu...penuh cinta kau bimbing aku
Tuk mengenal dunia
Tuk mengenal pahit getir kehidupan
Tuk mengenal dan dekat dengan Tuhan

Ibu...terima kasih
Atas segala yang ibu beri
Cinta dan seluruh kasih
yang hadir dalam tiap detak nadi kehidupanku
Adalah asa yang selalu terangi jalanku

Ada ibu yang tega membuang anaknya
Namun ibu memilih merawatku dalam suka dan duka
Syukurku kian bertambah
Pelukku makin hangat pada ibu

Ibu...
Ibu adalah yang terbaik, yang Allah hadirkan, untuk aku
Aku bertambah yakin
Terima kasih ibu

-Bang Joy-