Satuan Tugas Saintis Muslim Dunia Dibentuk, Ngapain?


Islamedia.co -  Kabar gembira datang dari negeri jiran, ada gebrakan baru dari ilmuwan muslim untuk dunia Islam. Tan Sri Zakri Abdul Hamid selaku Penasihat Bidang Sains bagi Perdana Menteri Malaysia, mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Task Force) bidang Sains Universitas-universitas Dunia Muslim. Satuan tugas itu akan bekerja dengan penekanan utama pada isu-isu pendidikan, demikian dilaporkan kantor berita Bernama, seperti dikutip IINA pekan lalu.

Inisiatif yang diusung Muslim-Science.com tersebut, berusaha untuk menggerakkan dan menyelenggarakan diskusi serius atas isu-isu kritis dan pertanyaan-pertanyaan besar menyangkut pertalian antara sains dan agama di Dunia Islam.

Satuan Tugas itu berfokus pada pendidikan sains, dengan menggandeng 13 ahli terkemuka dunia dari penjuru dunia Islam dan lainnya. Kajian akan mencakup persoalan mengenai, apakah universitas-universitas berkontribusi terhadap rendahnya perkembangan sains di dunia Islam. Para peserta juga akan mengeksplor peran serta positif yang mesti diambil oleh universitas.

Tan Sri Zaki Abdul Hamid, selaku Kepala Satgas, mengulangi kembali arti penting inisiatif Satgas tersebut, dengan mengatakan, "Kami mengharapkan satuan tugas ini akan menghadirkan suatu konsensus bersama menuju adanya tindak kebijakan (terkait sains) di berbagai penjuru dunia Islam."

Satgas tersebut bekerja dalam naungan Kelompok Industri dan Pemerintah Malaysia untuk Teknologi Tinggi (MIGHT). Bertindak selaku Kepala Koordinator Satgas ialah Prof. Nidhal Guessoum dari the American University of Sharjah (Uni Emirat Arab). Adapun Presiden sekaligus CEO MIGHT, Datuk Dr. Mohd Yusoff Sulaiman, berperan sebagai Co-convenor Satgas.

Dijadwalkan pada Juni 2015 nanti, Satgas Saintis Muslim itu akan secara resmi merilis laporan kerjanya. Satgas masih terus mencari mitra yang siapbekerjasama untuk implementasi rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan. (iina/ilustrasi:thekeytoislam)