Al-Aqsha itu Bagian dari Aqidah Islam, Tak Ada Kata Perundingan


Islamedia.co -  Khatib Masjid al Aqsha, syeikh Yusuf Islim menyerukan kepada kaum muslimin untuk mengintensifkan kunjungan ke Masjid al Aqsha, shalat di dalamnya wajib bagi setiap muslim yang mampu dari warga al Quds dan kaum muslimin di Palestina.

Khatib mengatakan, “Kewajiban ini harus dijaga dengan bersiaga setiap hari di al Aqsha, shalat berdzikir, membaca al Qur’an dan mencari ilmu.

Khatib menyebutkan, UU internasional modern mencatat kewajiban melindungi tempat suci, tempat ibadah dan warisan sejarah setiap bangsa. DK PBB dtelah menerbitkan keputusan nomor 15 September 99 bahwa penghancuran dan penodaan tempat suci dan situs keagamaan di kota al Quds sebagai kejahatan, provokasi hal serupa mangancam keamanan dan perdamaian internasional.

Pada tahun 1967, perwakilan Amerika menyebutkan bahwa al Quds merupakan salah satu kota tertua yang harus dipertahankan. Konvensi Jenewa ke 4 melarang pengerusakan terhadap warisan bersejarah dan tempat ibadah setiap bangsa.

Syeikh Islim menuntut pihak terkait untuk mencegah penodaan dan pelanggaran terhadap tempat suci dan warisan bangsa Arab di kota al Quds.

Khatib mengutuk keras klaim rabi zionis bahwa Masjid al Aqsha adanya di Makkah, dan al Quran tak menyebutkan al Quds dan Masjid al Aqsha.

Ditegaskan khatib bahwa tempat suci umat Islam ada tiga: Masjid al Haram, Masjid Nabawi dan Masjid al Aqsha.

Persoalan al Quds bagi kaum muslimin baik di Timur maupun di Barat adalah persoalan aqidah, tak bisa ditawar untuk selamanya, tak bisa dipolitisasi, yang bisa dijadikan bahan perundingan, karena telah menjadi bagian dari aqidah yang tertanam di hati setiap muslim, pungkas beliau.

Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhamad bahwa masjid Al-Aqsha merupakan kiblat pertama umat Islam, sebelum Allah perintahkan untuk menghadap ka'bah (Masjidil Haram)
Didalam Al-Qur'an juga disebutkan bahwasanya Rasulullah Muhamad pada waktu isra mi'raj melakukan perjalanan dari makkah ke masjid Al-Aqsha dan kemudian dari masjid Al-Aqsha menuju Allah swt untuk menerima perintah sholat 5 waktu.

Jadi sudah sangat jelas bahwa masjid Al-Aqsha merupakan bagian aqidah umat Islam.[infopalestina/islamedia]