Inilah 9 PR yang Harus Dikerjakan Orang Tua dalam Mendidik Anak


Islamedia.co -  Program Kelas Pengasuhan Anak yang dibawakan oleh Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari selaku Dorector of Auladi-Parenting School di Hotel Citarum, 8-9 November 2014 lalu menyajikankan sebuah materi yang menarik. Ada 4 pertanyaan mendasar dan Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan orang tua
1. Kenapa kita harus belajar tentang pengasuhan anak :
1). Àllah memerintahkan kita utk terus belajar
2).  Zaman : zaman telah berubah. Dulu akses informasi terbatas. Sekarang akses informasi tersebar luas.
3). Agar anak bahagia

2. Kenapa orang tua sering emosi menghadapi anak ?
Jawab : karena orang tua tidak punya ilmu yang memadai.

3. Kenapa anak berperilaku buruk ?
Jawaban : karena beda pola asuh.

4. Kenapa anak menjadi beban?
Jawab :  karena kita tidak bersama anak, kita hanya didekat anak. Orang tua sibuk dengan gadget.

Sedangkan 9 PR yang harus dikerjakan para orangtua adalah:
 

1. PR ke-1 : InsyaAllah mulai hari ini saya akan bersungguh jadi orang tua betulan, bukan kebetulan. Saya bersungguh-sungguh memulainya dari hal yang sederhana yaitu menyediakan waktu bersama anak setiap hari, setidaknya 30 menit setiap hari sebelum 12 tahun dan 3 jam setidaknya setiap bulan setelahnya.

2. PR ke-2 : InsyaAllah mulai hari ini, saya akan MEMBEBASKAN hidup anak saya demi kebahagiaan mereka sepanjang tidak berlebihan, yaitu :
  -Tidak membahayakan dirinya
-Tidak merugikan orang lain
-Tidak melanggar hukum agama, negara dan norma setempat

3. PR ke-3 : InsyaAllah mulai hari ini, Saya bersungguh sungguh sekuat tenaga untuk MENDAMPINGI anak setiap hari jika bertemu dengan anak setidaknya pada 4 kegiatan, yaitu :
-Bangun tidur
-Mau tidur
-Makan
-Sholat

4. PR ke-4: Saya akan mengutamakan KEBENARAN, bukan usia, untuk membesarkan anak saya, dan pantang bagi saya membandingkan anak saya dengan saudaranya apalagi dengan orang lain.

5. PR ke-5: InsyaAllah mulai hr ini, sy tidak akan mengatakan kalimat negatif tentang anak saya didepan anak, sebaik apapun tujuannya. Saya tidak ridho konsep diri anak saya menjadi negatif gara-gara mulut saya yang tidak terjaga.
Hati-hati karena itu akan menjadi label. Kita melabeli anak kita nakal, maka ia menjadi nakal. Isi toples sesuai labelnya.

6. PR ke-6: mulai hari ini saya akan bersungguh-sungguh melakukan apa yang saya katakan kepada anak, mulai hari ini saya akan bersungguh-sungguh tidak pernah berbohong dan ingkar janji pada anak sebaik apapun tujuannya. Saya tidak ridho anak-anak saya tidak mempercayai saya orang tuanyam
-  Orang tua tegas tapi tidak kasar
-  Orang tua harus konsisten

7. PR ke-7 : mulai hr ini saya bersungguh sungguh, ketika anak saya berlebihan, saya akan sedikit bicara dan banyak bertindak. Yaitu dengan membuat batasan-batasan yang jelas dan kknsekuensi yang jelas. Ketika saya terpaksa menindak anak, saya sekuat tenaga melaksanakannya dan tidak mudah goyah oleh perlawanan anak berupa : tangisan, kemarahan, amukan, dan serangan kata-kata atau fisik. Sy tau tidak akan mudah, tp saya juga tahu jika tidak melaksanakannya sekarang, maka akan jadi kesulitan yang berkepanjangan
- anak nangis minta sesuatu, cuekin aja
- anak ngamuk, ortu tinggalkan ia, tapi tetap dalam pengawasan
- orang tua jangan lembek dengan segera memberi apa yg diminta anak

8. PR ke-8: mulai hari ini saya akan bersungguh sungguh saya akan mendekati anak saya pd saat berbuat baik lebih sering dr pada saat berbuat buruk dan setelah itu tidak akan jaga image untuk :
- mengungkapkan perasaan positif yg kita rasakan
- mendoakan anak sesekali yg sengaja terdengar anak
- menceritakan kebaikan anak kepada orang lain

9. PR ke-9 : Mulai hari ini saya bersungguh-sungguh saya akan melatih diri saya agar menjadi tempat curhat terbaik yang dipilih anak saya dengan mebiasakan diri :
- mengajak anak bicara soal sepele sebelum yang serius.
- Mengajak anak berbicara pada saat tidak bermasalah sebelum yg bermaslah
- Tidak akan pernah memasukan nasehat sebelum mengeluarkan isi pikiran dan perasaan anak , berikan nasehat setelah anak colling down.
[islamedia/munawir]