Bila Cinta Dalam Sebutir Telur


Islamedia.co -  Bila cinta jadilah seperti asam amino dalam sebutir telur yang begitu sempurna, jua ia menginspirasi sehingga ia sebagai standar dan pembanding cinta lainnya...

Maasyaa Allah sekitar 1000 trilliun telur ayam negeri dikonsumsi tiap tahunnya. Kalo di masukkan krat berapa krat ya? Yang jelas banyak deh hehe.

Kenapa konsumsi telur itu begitu tinggi? Jawaban simpelnya karena harga bersahabat(meski pasca BBM naik pasti juga ikut naik), enak dan mudah untuk disiapkan. Telur juga bernilai gizi tinggi, terutama sebagai sumber protein hewani. Telur bahkan mempunyai kandungan protein yang sempurna, sampai-sampai WHO menjadikannya acuan pembanding protein dengan bahan lain.

Adalah telur banyak menyumbangkan zat gizi, juga nilai cerna yang tinggi sampai 100 %, dimana ia diserap oleh usus secara keseluruhan.


Telur banyak menginspirasi dalam hal lainnya seperti halnya dalam bagaimana ia dipecahkan dan kemana muaranya. Apakah manfaat itu untuk banyak atau beberapa saja.

Ketika kita memecahkan telur dari luar, bisa dengan di pukul, di benturkan, terbanting dsb maka dia hanya akan berujung diatas tungku atau kompor saja, yah bisa jd cake, omelet, poach egg, dan berbagai hidangan telur lainnya. Itu artinya dia hanya terhenti manfaatnya sampai dikonsumsi.

Ada kondisi lain yang jarang kita pikirkan bahwa telur bisa juga pecah dari dalam, namun dengan perlakuan yang berbeda, yaitu di erami, dibiarkan dia mendapat panas dan tekanan hingga akan pecah dari dalam dan lahirlah kehidupan baru, entah itu burung, ayam, bebek, angsa dsb.


Itu berarti ketika dia pecah dari dalam maka akan lebih banyak memberikan banyak harapan baru, oleh adanya kehidupan baru yang nantinya akan menghasilkan telur-telur yang lain dan lebih banyak memberikan manfaat.

Demikianlah kita jika kita ingin memberikan sesuatu karena cinta, kita biarkan diri ini kuat dari dalam, dari diri sendiri sebelum orang lain, insyaa Allah akan lebih kuat, lebih menginspirasi.

Adalah cinta yang telah memberikan kekuatan, karena dia hanya akan berpikir untuk memberi tanpa berpikir apa yang akan di dapat.


Sebesar apa cinta?sebesar itulah pengorbanan yang kita berikan untuk menjadikan objek berubah.

Karena bagaimanapun kerja yang terlembaga itu akan membawa pengaruh yang lebih besar, maka kita perlu menyatukan banyak cinta untuk bisa mengubah dunia

Terus bertumbuh bersama, menyemikan cinta yang ada, takperlu menunggu orang lain tumbuh Walau sakit, meski keras, meski penat harus terus dilawan, untuk bergerak keluar dari zona nyaman ini, karena yakin akan lahir kehidupan baru, smangat baru, dan cinta-cinta yang baru.

Ia akan menyejarah dan jua berumur panjang, jangan berpikir ini hanya akan bertahan bahwa hari ini makan apa dan esok punya apa, atau pikiran pikiran sempit seputar 1x24 jam#eh,tapi yakinlah ini untuk peradaban beberapa dekade kedepan, bahkan mungkin berabad-abad kedepan.


Inilah impian yang harus disinergikan takhanya hardskill(kemahiran nyata dalam bekerja) tapi jua softskill(kejujuran, disiplin, sopan santun, lemah lembut dsb)itulah 'value' yang memegang peranan penting hingga 80%.

Yah itulah Cinta value terbesar yang Allah anugerahkan kepada kita...


Ustadzah Anindya Sugiyarto
FB: https://www.facebook.com/anindya.hendartono

maraaji' : 
Kultweet @edukasigizi
Makan Tepat Badan Sehat Prof Dr Ir Faisal Anwar & Prof Dr Ir Ali Khomsan
Materi Caching SAQ 221114 oleh Ir Haifani Ekayuswanti MT juga Ustadz Itang Rusmana Lc



close
Banner iklan disini