Ahmad Ayesh Al-Najjar: Tanpa Bantuan Anda, Gaza Tidak Selamat!


Islamedia.co -  Puluhan ribu orang masih rasakan penderitaan luar biasa pasca 51 hari serangan masif tentara Zionis Israel atas Kota Gaza, Palestina. Mereka masih membutuhkan uluran tangan sesama dari seluruh penjuru dunia.
Sebuah paparan tentang kondisi terkini  itu terkuak dalam konferensi pers bertajuk “Recovering Gaza” yang digelar Aksi Cepat Tanggap (ACT). Konpers berlangsung Kamis (16/10/2014), di Gedung Menara 165, Lantai 11, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pembicara utama dalam konferensi pers itu adalah Ahmad Ayesh Al-Najjar, Deputy Director General of International and Public Relations Departement, Ministry of Education and Higher Education, Gaza. Ahmad didampingi Presiden ACT Ahyudin serta Akhwat Bergerak Peggy Melati Sukma.

 
Paparan Ahmad yang sangat detil dan runtut, dimana sebagian menyajikan dengan video kondisi Gaza, menggiring audiens pada situasi emosional. Hal itu dipicu oleh Ahmad, yang pada satu titik, harus berhenti berkata-kata, karena emosi yang tak tertahan. Seperti saat memaparkan 85 anggota kerabatnya yang menjadi korban keganasan serangan Israel.
 
Ahmad memaparkan, serangan brutal dan biadab selama bulan suci Ramadhan lalu telah mengakibatkan pembunuhan 2.147 orang Palestina.  Sebagian adalah 530 anak-anak, 16 wartawan, 23 tenaga kesehatan dan 11 karyawan UNRWA.
Sementara itu, 10.870 warga Palestina terluka, termasuk 3.303 anak-anak dan 2.101 perempuan. Yang menyedihkan, menurut Departemen Kesehatan sepertiga dari anak-anak terluka akan menderita cacat permanen.

 
Efek lain serangan adalah ratusan ribu warga Palestina dievakuasi dari rumah mereka baik karena ancaman Zionis atau karena rumah mereka dibom dan hancur total atau rusak berat.  Adapun jumlah rumah langsung terpengaruh oleh serangan Zionis, 17.132 rumah yang baik sebagian atau seluruhnya hancur.  Sementara ada 2465 rumah hancur total dan 13.644 rumah rusak parah. Puluhan ribu rumah rusak sedang.
 
Ada 29 rumah sakit dan klinik pelayanan kesehatan primer yang rusak, bersama dengan 36 ambulan yang sengaja ditargetkan dan dihancurkan. 171 masjid sengaja dibom,  62 di antaranya hancur total, 10 gereja rusak, 217 sekolah hancur, termasuk 141 pemerintah, 76 UNRWA.
 
Enam universitas dan perguruan tinggi berkelanjutan parah rusak setelah mereka langsung dibom, 55 kapal nelayan juga dibom dan hancur total.
 
“Ini sangat terpengaruh 3.000 individu yang benar-benar tergantung pada perikanan sebagai satu-satunya sumber mereka sendiri pendapatan” kata Ahmad.  Tercatat ada 48 LSM yang memberikan bantuan ke orang-orang miskin, Rahma Charity  yang benar-benar hancur. 372 usaha, pabrik dan operasi industri atau komersial lainnya rusak, serta 19 lembaga keuangan.  Kerugian ekonomi langsung dan tidak langsung dari serangan ofensif Israel diperkirakan sekitar 7 miliar dolar AS.
 
Ahmad juga meyakinkan tanpa peran LSM pro Palestina dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, sangat membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza.
 
“Tanpa campur tangan LSM dalam serangan terakhir terhadap jalur Gaza, Palestina tidak akan selamat,” cetus Ahmad.

“Kami ingin menarik perhatian dari seluruh dunia dan khususnya saudara-saudara kami di Indonesia atas  ancaman yang sangat serius terhadap suci Al Aqsha yang sedang dinodai setiap hari oleh mereka (Zionis),” urai Ahmad.

“Akhirnya, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada semua saudara-saudara kami di Indonesia dan umat Islam seluruh dunia yang peduli terhadap kami. Khusus terima kasih kepada para pejabat Indonesia dan Saudara kami di ACT Foundation.  Bersama-sama, Palestina dan Indonesia serta dunia Islam akan mengukir harapan masa depan yang berakhir dengan kemenangan. Insya Allah!” [ACT/Islamedia/YL]