Israel akan Larang Muslim Palestina Shalat di Masjid Ibrahimi


Islamedia.co -  Untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu, pemerintah Israel akan melarang jamaah Muslim memasuki Masjid Ibrahimi di Hebron pada hari Selasa, 30 September dalam persiapan hari libur Yahudi Yom Kippur pada 4 Oktober.

Seorang pengurus masjid mengatakan kepada Ma’an melalui email bahwa masjid akan benar-benar tertutup untuk jamaah Muslim, sementara “pemukim Yahudi” akan diizinkan masuk secara bebas.

Pihak berwenang Israel menutup masjid untuk jamaah Muslim pada Kamis dan Jumat lalu untuk memperingati Tahun Baru Yahudi.

Pembatasan gerakan warga Palestina di Tepi Barat sering diberlakukan selama liburan untuk para Yahudi, mereka beralasan untuk menjaga keamanan.

Hebron secara khusus adalah sebuah tempat dimana sering terjadi ketegangan karena adanya 500 pemukim Israel yang tinggal di Kota Tua, banyak di antaranya telah secara ilegal menduduki rumah-rumah Palestina dan mengusir para penduduk asli. Mereka dilindungi oleh ribuan pasukan Israel.

Pada tahun 1994, seorang pemukim Israel menembaki jamaah Muslim di Masjid Ibrahimi, menewaskan 29 orang dan melukai lebih dari 100 warga Palestina.

Lebih dari 500.000 pemukim Israel tinggal di pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, hal ini sangat bertentangan dengan hukum internasional, namun tidak pernah ditindak malah semakin menjamur.[beritapalestina.com/islamedia]