Surat Ini adalah Sebuah Mandat Terbuka


Kepada engkau yang t'lah menghabiskan masa muda menantang maut demi keutuhan NKRI,
aku ingin ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Kepada engkau yang rela terpisah dari belahan jiwamu demi ketentraman negeri ini,
aku ingin ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Kepada engkau yang t'lah dan s'lalu berupaya keras meninggikan harga diri bangsa ini,
aku ingin ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Sekali lagi kini,
Kau penuhi panggilan ibu pertiwi yang berteriak kehendak merdeka dari penjajahan asing.

Sekali lagi kini,
Kau penuhi penggilan negeri yang masih diinjak-injak, yang

pernah dijual murah oleh yang dahulu.

Sekali lagi kini,
Kau penuhi panggilan tanah air tercinta yang t'lah lama akrab dengan darah pengorbananmu.

Sekali lagi, engkau berperang di medan laga demi bangsa

***

Duhai ia sang patriot,
Caranya bertarung sungguh indah dan elegan,
Tak heran pasukan pimpinannya dulu menjadi pasukan elit dunia nan disegani

Duhai ia sang patriot,
Betapa terbuka dan apa adanya
Ia yang bangga dengan jati dirinya sendiri tentulah kan mampu membuat rakyat bangga terhadap tanah air mereka sendiri

Duhai lelaki putra nusantara,
Tegap jasadmu, tegas suaramu,
Namun lembut hatimu begitu tulus terasa di lubuk-sukma para pecinta negeri

***

Duhai Bapak,
Rabb kita berfirman "bersabarlah, dan tingkatkan kesabaranmu"
Kesabaran itu sudah kau buktikan selama ini,
Ketika bapak memimpin negeri ini maka mari tingkatkan kesabaran

Duhai Bapak,
Kami semua tahu bahwa tak ada manusia yang sempurna, begitupun Bapak,
Namun setiap zaman memiliki
Lelakinya sendiri untuk mengatasi permasalahan zamannya
Dan saya yakin,
Dan saya yakin,
Dan saya yakin,
Lelaki itu adalah Bapak, Insya Allah

Duhai Bapak,
Putrimu ini, putri ibu pertiwimu ini, mungkin bukanlah apa-apa, bukanlah siapa-siapa.
Aku hanyalah seorang perempuan yang belajar mencintai negeri indah ini beserta rakyatnya yang beratus juta

Maka dari itu, Bapak,
Rakyat ini memberi mandat kepadamu untuk memimpin negeri tercinta

Lima tahun ke depan kan menjadi hari-hari yang berat Pak,
Dekat-dekatlah Allah karena itu kan jadikanmu dekat dengan pertolongan-Nya.
Teladani Rasulullah saw, insyaAllah Bapak kan dapatkan sebaik-baik teladan nan menyelamatkan.

Maafkan putrimu ini Bapak, putri ibu pertiwi ini, sudah berani lancang menasihatimu.

Kami yang belajar mencintai negeri ini dengan cinta sesungguhnya, kan berusaha tunaikan nasihat bapak:
"Jangan saling membenci, laksanakan demokrasi ini dengan damai, cintai negeri ini dengan cara-cara terhormat"

Bapak, semoga Bapak mampu memimpin bangsa ini dengan penyertaan keridhoan-Nya, sehingga berkah itu turun menghujani setiap atap rumah, tanah dan air yang ditempati rakyat negeri ini

Bapak, Rakyat ini memberi mandat kepadamu untuk memimpin negeri kita tercinta

Selamat berjuang Bapak
Doa kami rakyat Indonesia menyertai perjuanganmu, kami pun kan berjuang sebaik dan semampu kami.

Bandung, 9 Juli 2014

Putri ibu pertiwi,
Okti Farriha

close
Banner iklan disini