Gerak Cepat Bantu Gaza, KNRP Datangi Kemlu RI


Islamedia.co - Keseriusan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dalam membantu derita kemanusiaan bangsa Palestina saat ini, ditunjukkan dengan mendatangi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, di Pejambon Jakarta, Rabu (16/7) siang. KNRP juga menggandeng lembaga kemanusiaan lainnya Aksi Cepat Tanggap (ACT), PKPU dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

KNRP yang langsung dipimpin Ketua Umumnya Soeripto menemui Direktur Jenderal (Dirjen) Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Yuri Octavian Thamrin yang didampingi Direktur Timur Tengah Febrian A. Ruddyard. Soeripto menyampaikan beberapa hal terkait dengan pemberian bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina yang akan melalui pintu Rafah, yang sebagiannya masuk wilayah Mesir.

“KNRP mendesak Pemerintah RI, untuk menyampaikan kepada Pemerintah Mesir agar membuka pintu Rafah seluas-luasnya, untuk mengirimkan bantuan obat-obatan dan bahan makanan, sebagai wujud solidaritas kemanusiaan, dan pertanggung jawaban atas donasi yang sudah kami kumpulkan. Korban berjatuhan setiap hari dan kita harus bergerak cepat,” tegas Soeripto.

Selanjutnya, mantan Anggota DPR RI Komisi Hubungan Luar Negeri ini mengusulkan kepada Pemerintah RI, untuk membentuk tim investigasi kejahatan genosida atas bangsa Palestina, “KNRP mengusulkan hal ini disampaikan di forum Dewan Kemanan PBB atau forum Pengadilan HAM Internasional,” imbuh pria yang akrab di sapa  Pak Rip ini.

Sementara itu, menanggapi permintaan dan usulan KNRP Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Yuri Octavian Thamrin mengatakan, Pemerintah siap membantu hal-hal tersebut, “Menlu RI setiap hari menyampaikan kepada kami, Bagaimana caranya kita membantu rakyat Palestina dari hari ke hari,” ujarnya.

Secepatnya, Yuri menambahkan, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa akan menghubungi Menlu Mesir dalam rangka pengiriman bantuan yang akan melalui pintu Rafah Mesir, “Rencananya hari ini atau besok, Menlu RI akan menghubungi Menlu Mesir, agar dapat memudahkan bantuan masuk ke Gaza Palestina,” tandasnya. (KNRP/islamedia/ds)