Penantian Panjang 18 Tahun, Alhamdulillah Akhirnya Sang Istri Hamil



Islamedia.co - Sabtu pagi, 7 Desember 2013 Istri saya membeli nasi uduk di sebelah rumah. Disela-sela melayani nasi uduk, Ibu penjual nasi uduk menceritakan bahwa dirinya sedang bahagia. Alhamdulillah kakaknya baru saja melahirkan seorang putra pertamanya.

Sepintas, mendengar informasi kelahiran putra pertama adalah hal biasa. Sangat wajar apabila Ibu penjual nasi uduk itu sangat bahagia. Namun ternyata kelahiran tersebut terbilang sangat istimewa, mengingat sudah sangat lama kakaknya tersebut menunggu.

Kakak penjual nasi uduk itu bernama Mba Ratih, sudah selama 18 tahun Mba Ratih ini menunggu kehadiran seorang anak. Waktu 18 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah penantian, terlebih penantian hadirnya seorang anak yang merupakan harapan bagi pasangan suami istri.

Dalam masa penantianya tersebut, mba Ratih tidak tinggal diam, beragam ikhtiar sudah dilakukan demi untuk mendapatkan seorang anak. Yang sangat membuat down ketika dokter memvonis bahwa Mba Ratih tidak mungkin dikaruniai anak. 


Selama penantianya yang panjang itu, Mba Ratih sangat aktif dalam beragam kegiatan social kemasyarakatan, tak terkecuali aktivitas untuk meringankan beban anak-anak yatim yang tidak mempunyai orang tua. 


Disisi lain suami Mba Ratih, Mas Yanto juga sosok suami teladan yang sangat luar biasa. Vonis dokter yang mengatakan istrinya tidak mungkin mempunyai keturunan tidak lantas membuatnya pergi meninggalkan dan berpaling ke perempuan lain.

Semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan bagi keluarga Mas Yanto dan Mba Ratih dan putranya menjadi anak yang Sholeh sebagaimana kesholehan Nabi Allah Ismail Alaihi Salaam.

Kisah nyata ini semoga bisa diambil hikmahnya bagi para pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak, agar senantiasa bersabar dan selalu berkhusnudzon kepada Allah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, Apabila sudah berkehendak. Maka mintalah tanpa lelah kepada Allah.




Jakarta, 13 Desember 2013


Muhamad