Peduli dengan Isu Dunia Islam, ACT Hadiri Forum AsPac for Palestine Ke-3


Islamedia.co - Lembaga kemanusiaan ACT bersama NGO dalam negeri lainnya mewakili Indonesia di Forum Asia Pacific Community for Palestine (AsPac for Palestine) yang ke-3, Jum’at - Minggu, 2 - 4 Mei 2014, di Hotel Bangi Putrajaya Persiaran Bandar, Bangi, Selangor, Malaysia.
Forum yang mengusung tema; “Togetherness and Networking for Palestine Independence and Al Quds Freedom” (Kebersamaan dan Pembentukan Jaringan untuk Kemerdekaan Palestina dan Pembebasan Al-Quds) dihadiri perwakilan NGO di 22 negara Asia Pasific (AsPac).

Forum ini digelar dalam rangka meningkatkan komitmen dan kerjasama negara-negara AsPac, dalam upaya menyelesaikan problem Palestina. Forum ini juga mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dan pembebasan Al-Quds.

Senior Vice President ACT N. Imam Akabari yang juga menjadi peserta yang mewakili Indonesia di forum itu mengatakan, perwakilan dari negara-negara AsPac yang diwakili elemen-elemen NGO, salah satunya akan fokus terhadap isu Palestina.

”Mereka akan berbagi cerita, berbagi pengalaman, kita akan sama-sama sharing program,” pungkasnya.

Imam berharap di masing-masing negara AsPac, ada penguatan sosialisasi dan advokasi terhadap isu palestina. “Salah satu usulan kami nanti, akan digulirkan semacam rumah Palestina di setiap negara-negara AsPac,” ujarnya.

Isu Palestina merupakan salah satu tujuan program Global ACT tahun ini yang mengusung tema: “Kolaborasi Kemanusiaan Dunia”. ACT akan terus menyampaikan pemikiran-pemikirannya tentang  bagaimana cara agar elemen kemanusiaan dunia bersatu padu untuk terwujudnya hak-hak Palestina sebagai negara maupun rakyatnya yang selama ini teraniaya, menjadi negara dan rakyat yang merdeka dan berdaulat. Fakta saat ini, negara dan rakyat Palestina seperti penjara terbesar di dunia.

“Disana akan dibagi perkomisi di setiap programnya, kita akan mencoba mengoptimalkan itu. Kita bergerak bersama dan kemitraan antar lembaga yang mengusung Palestina bisa semakin erat dan menghasilkan kolaborasi kemanusiaan dunia sesuai dengan tema ACT tahun ini,” pungkas Imam Akbari.

Adapun Asia Pacific Community for Palestine (AsPac for Palestine) merupakan sebuah wadah konsorsium organisasi se-Asia Pasifik, yang menaungi berbagai lembaga dan individu yang peduli dengan perjuangan rakyat Palestina.

Konsorsium ini terbentuk  melalui sebuah deklarasi bersama dalam Asia Pacific Community Conference for Palestine pada hari Kamis, 30 Juni 2011 di Jakarta Convention Center (Balai Sidang Jakarta). Konferensi ini dibuka secara resmi oleh Taufiq Kiemas, Ketua MPR RI sehari sebelumnya. Pada acara pembukaan, duta besar negara-negara sahabat turut hadir seperti: Sudan, Vietnam, Kuwait, Syiria, Palestina, Emirat, Laos dan Lebanon.

Konferensi ini dihadiri oleh 395 peserta dari 22 negara di dunia, khususnya negara-negara Asia Pasifik antara lain: Indonesia, Aljazair, Bahrain, Bangladesh, India, Inggris, Iraq, Jepang, Jordan, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Maldeves, Mesir, Pakistan, Filipina, Srilanka, Sudan, Syiria, Tunisia, Turki dan Yaman.

Selain tokoh nasional yang hadir dalam konferensi, juga hadir tokoh-tokoh internasional seperti George Galloway (Inggris), Nasharuddin Mat Isa (Malaysia), Osama Hamdan (Palestina) dan Ali Panda (Filipina).

Setelah setahun didirikan, AsPac for Palestine kini menjadi organisasi resmi berbadan hukum dengan Akta Notaris Jhon Edy Rahman, SH, MKn. No. 1 tanggal 06 Juni 2012 dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 158/A DLL/HKM/2012 pada hari Rabu, 20 Juni 2012.

Pendirian konsorsium ini dilatar belakangi dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 telah menegaskan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.[ACT/Islamedia/YL]