Sahabatku, Berikanlah Aku Senyummu


Islamedia.co - Yang kurasakan adalah hati ini sedih, pikiran tidak enak dan semua tubuh canggung untuk bergerak. Kondisi inilah yang terjadi padaku saat ini. Entah sudah berapa hari ini kulalui. Ingin ku merubahnya tapi belum ada respon dari sahabatku yang satu ini. Ya, dia sepertinya sedang marah kepadaku. 

Dalam bermuamalah memang akan menimbulkan hal-hal yang tidak terduga kawan. Semua orang punya kesimpulan tersendiri dalam menyikapi sesuatu. Tidak aneh lagi bila banyak hal yang membuat kita bersinggungan dengan orang lain.

Inilah yang aku alami sekarang ini. Di beberapa hari yang lalu aku sangat sering berinteraksi dengan sahabatku ini. Biasalah ada sesuatu yang membuat kami harus sering ketemu. Yaups dalam hari-hari itu aku sangat senang sekali bisa dekat dengan dia. Dia orangnya sangat baik menurutku. Kami sering bercerita tentang diri kami masing-masing. Sampai suatu hari dia berubah. 

Aku belum tahu kenapa itu begitu, tidak tahu karena aku sendiri atau dia ada masalah dengan orang lain, intinya sekarang dia berubah. Tidak ada lagi senyum yang bisa membuatku semangat menjalani hari. Tidak ada lagi senyum yang bisa membangkitkan ghiroh dakwahku. Tidak ada lagi senyum yang dapat menghilangkan kepenatan dalam dakwah.

Sepenggal cerita di atas pasti setiap kita pernah mengalaminya. Yang digarisbawahi dalam hal ini adalah tentang sebuah senyuman.

Memang ini hal yang kecil mungkin bagi sebagian orang. Tapi bagi para ikhwah, ini adalah suatu harta karun berharga apabila ia temukan dalam wajah sesamanya. Senyuman yang tersungging itulah membuat saudaranya bisa tetap semangat dalam menghadapi rintangan dalam dakwah. Senyum juga menyehatkan lho dan bisa membuat kelihatan awet muda.

Kita juga sudah mengetahui bersama bahwa senyuman itu adalah sedekah paling sederhana. Senyuman itu ibadah kecil, sepele dan bahkan mungkin orang sering lupa bahwa itu adalah sebuah ibadah. Tapi yang pasti, dampak yang ditimbulkannya sangat besar sekali kawan. Ia bias merubah kehidupan seseorang dalam sekejap walaupun memang hanya sementara. Ia bisa membuat kerja dakwah ini terasa ringan. Ia bisa menjadi virus yang menular dengan cepat sehingga semua orang ikut tersenyum yang akan membuat hidup orang-orang menjadi secerah dan seindah mentari pagi.

Dahsyat memang ketika setiap kita bertemu dengan sesama, kita saling melemparkan senyum. Senyum ini akan menjadi salah satu obat lemahnya hati. Senyuman yang bisa menjadi lem perekat ukhuwah antara kita. Coba saja bayangkan ketika anda bertemu dengan saudara anda dan dia tidak tersenyum kepada anda, memalingkan wajah dari anda atau bahkan memasang muka cemberut kepada anda. Sungguh menakutkan sekali. Dunia ini akan gelap rasanya.

Oleh karena itu kawan, aku sangat membutuhkan senyumanmu. Begitu berarti senyum itu untukku, bahkan aku rela membayar untuk mendapatkan senyummu itu. Berilah aku senyuman terbaikmu biar aku bisa menjadi lebih kuat lagi. Karena sungguh beban dakwah itu sangat berat. Tidak mungkin aku tanggung sendiri beban ini. Bantulah aku meringankannya dengan senyumannmu. Sahabatku, berikanlah aku senyumanmu.

activis manis